Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 09:17 WIB

Jurus Baru Atasi Pengangguran di Jakarta: Ketua DPRD DKI Gagas Pelatihan Jemput Bola Lewat MTU

Jurus Baru Atasi Pengangguran di Jakarta: Ketua DPRD DKI Gagas Pelatihan Jemput Bola Lewat MTUMobile Training Unit (MTU) (Berita Jakarta)

JAKARTA - Tahukah kamu bahwa mencari pekerjaan di Jakarta saat ini ibarat bertarung di medan kompetisi yang tak pernah sepi?

Setiap tahunnya, ibu kota selalu dibanjiri oleh ribuan pencari kerja baru, baik dari lulusan sekolah menengah maupun perguruan tinggi.

Masalah pengangguran pun menjadi tantangan klasik yang menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencari jalan keluar yang lebih proaktif dan inovatif.

Menyikapi situasi yang mendesak ini, Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, pada Kamis (26/2/2026), secara resmi mendorong sebuah solusi taktis dan efisien.

Ia menilai bahwa optimalisasi Mobile Training Unit (MTU) atau unit pelatihan bergerak dapat menjadi jawaban jitu untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja melalui sistem pelatihan vokasi berkonsep "jemput bola".

Baca juga: Demam Padel Melanda Jakarta, DPRD DKI Dukung Pemprov Tertibkan Izin Lapangan Demi Kenyamanan Warga

Gagasan ini bukan sekadar wacana kosong, melainkan lahir dari realitas di lapangan yang menunjukkan adanya ketimpangan antara jumlah pencari kerja dan fasilitas pelatihan yang tersedia.

Untuk memahami lebih dalam bagaimana skema jemput bola ini akan mengubah lanskap ketenagakerjaan di ibu kota, mari kita bedah satu per satu strategi yang ditawarkan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Selama ini, warga Jakarta yang ingin meningkatkan keterampilan kerja biasanya akan mendaftar ke Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) yang tersebar di berbagai kota administrasi.

Sayangnya, antusiasme masyarakat yang sangat tinggi tidak sebanding dengan daya tampung fasilitas tersebut.

Khoirudin mengungkapkan sebuah fakta yang cukup mencengangkan: kapasitas PPKD saat ini sudah kewalahan menerima pendaftar yang jumlahnya terus membludak.

Menurut catatan yang ada, dalam satu lokasi PPKD saja, jumlah pendaftar bisa menembus angka lebih dari 5.000 orang.

Angka ini tentu menciptakan antrean panjang yang membuat banyak calon tenaga kerja harus menunda niat mereka untuk mendapatkan skill baru.

“Itu belum lagi di seluruh DKI Jakarta. Mestinya ada perbaikan sarana di seluruh Jakarta. Kalau kapasitasnya tidak pernah ditingkatkan, jumlah peserta tidak akan bertambah dan pengangguran tidak akan berkurang,” tegas Khoirudin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Jurus Baru Atasi Pengangguran di Jakarta: Ketua DPRD DKI Gagas Pelatihan Jemput Bola Lewat MTU

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!