Senin, 11 MEI 2026 • 16:55 WIB

Warga Tanjung Priok Dilatih Padamkan Api, Gulkarmat Jakarta Utara Terapkan SKKL Cegah Kebakaran

Author

Edukasi Penanganan Dini Cegah Kebakaran oleh Gulkarmat Jakarta Utara di Tanjung Priok (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan betapa paniknya situasi jika percikan api tiba-tiba muncul di tengah permukiman yang sangat padat?

Di Jakarta Utara, ancaman musibah kebakaran bukan sekadar ketakutan kosong, melainkan risiko nyata yang mengintai warga setiap saat.

Namun, warga RW 09, Kelurahan Tanjung Priok, kini punya senjata dan pengetahuan baru untuk melawan ancaman mematikan tersebut.

Pada Senin (11/5/2026), Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu sukses menggelar sosialisasi sekaligus pelatihan Sistem Keselamatan Kebakaran Lingkungan (SKKL).

Langkah proaktif ini menjadi tameng utama bagi warga setempat untuk sigap bertindak secara mandiri sebelum api membesar dan melahap rumah mereka.

Baca juga: Rayakan Hari Bumi Sedunia, Pemkot Jakarta Utara dan Komunitas Lovely Hands Panen 200 Kilogram Hasil Kebun

Menghadapi tantangan di kawasan dengan populasi padat, pemerintah menyadari bahwa mereka tidak bisa bekerja sendirian.

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Budi Haryono, menegaskan bahwa pembentukan SKKL adalah sebuah langkah vital dan strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di level akar rumput.

Ia memastikan bahwa instansinya akan terus bergerak secara masif untuk melakukan edukasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran di berbagai titik rawan di wilayah Jakarta Utara.

Menurut Budi, dalam dinamika memadamkan "si jago merah", kecepatan penanganan warga pada menit-menit awal adalah kunci krusial yang sangat menentukan untuk menekan risiko korban jiwa dan meminimalisir kerugian materi.

Menariknya, strategi mitigasi darurat yang diterapkan ini mengusung konsep perlawanan rakyat semesta yang kerap disingkat "Permesta".

Sesuai dengan instruksi langsung dari Kepala Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara, konsep kolaboratif ini secara aktif melibatkan seluruh elemen dan potensi warga sebagai garda terdepan penanganan darurat di lingkungan masing-masing.

Bukan sekadar mendengarkan pemaparan teori yang membosankan, pelatihan ini benar-benar mengajak peserta turun tangan.

Warga RW 09 diajak ke lapangan terbuka untuk mempraktikkan langsung cara menjinakkan api, khususnya untuk kasus kebakaran rumah tangga yang persentase kejadiannya sangat tinggi, yakni api akibat kebocoran kompor gas.

Kamu mungkin tidak menyangka bahwa selembar handuk basah yang biasa ada di kamar mandi bisa menjelma menjadi alat penyelamat nyawa dan harta benda.

Dalam simulasi tersebut, warga dilatih dengan sangat telaten menggunakan teknik tradisional berupa karung goni atau handuk basah guna memutus oksigen dari sumber api.

Setelah itu, mereka diajarkan cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara presisi agar tidak asal semprot.

Budi Haryono menerangkan bahwa warga juga dibekali pemahaman mendalam tentang berbagai faktor pemicu kebakaran, langkah isolasi area yang aman, hingga prosedur yang benar dalam menghubungi layanan petugas pemadam kebakaran saat kondisi sedang panik.

Kehadiran program edukasi SKKL ini nyatanya disambut dengan antusiasme yang sangat luar biasa.

Baca juga: Bikin Macet Parah! Sudinhub Jakarta Utara Angkut Paksa Belasan Kendaraan di Jalan Danau Sunter

Lurah Tanjung Priok, Febrio Eka Putra, secara terbuka memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Gulkarmat atas pelatihan yang tak ternilai ini.

Fakta menariknya, pelatihan SKKL di wilayah RW 09 ini ternyata merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di kawasan Kelurahan Tanjung Priok.

Animo masyarakat yang membludak membuktikan betapa tingginya kesadaran warga akan pentingnya menjaga keamanan kampung mereka.

"Semoga dengan kegiatan ini lingkungan kita semakin aman dan warga lebih siap menghadapi potensi kebakaran," ucap Febrio.

Tanggapan bernada sangat positif juga datang langsung dari para peserta simulasi di lapangan.

Kusnadi, salah seorang warga yang antusias mengikuti praktik pemadaman, mengaku sangat beruntung mendapatkan wawasan baru tersebut.

"Wilayah kami cukup padat penduduk, jadi pelatihan seperti ini sangat penting. Ilmu yang saya dapat akan saya sampaikan lagi kepada keluarga dan tetangga," tandas Kusnadi.

Kutipan Kusnadi di atas menjadi pengingat yang indah bahwa semangat gotong royong dan saling mengedukasi adalah nyawa utama dari kesuksesan program SKKL ini.

Keselamatan lingkungan sejatinya adalah tanggung jawab kita bersama, bukan sekadar tugas aparat pemadam.

Jadi, buat kamu yang tinggal di permukiman padat ibu kota, sudahkah kamu menyiapkan perlengkapan dasar dan mengerti cara memakai APAR?

Mari tingkatkan kepedulian bersama, karena satu langkah kecil yang kamu pelajari hari ini bisa menyelamatkan puluhan keluarga esok hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU