Kamis, 16 APRIL 2026 • 17:15 WIB

Kolaborasi Strategis FPsi UNJ dan Polda Metro Jaya Tingkatkan Kualitas SDM Lewat Psikologi

Author

FPsi UNJ dan Polda Metro Jaya Perkuat SDM Lewat Psikologi (Rizky Pujianto/UNJ)

JAKARTA - Pernahkah kamu memikirkan seberapa besar tekanan mental yang dihadapi oleh aparat penegak hukum setiap harinya?

Di balik seragam kebanggaan dan tugas berat menjaga keamanan ibu kota, setiap personel kepolisian adalah manusia biasa yang sangat membutuhkan kondisi kesehatan mental yang prima.

Menjawab tantangan inilah, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (FPsi UNJ) mengambil langkah progresif dan inisiatif nyata.

Pada Rabu (15/4/2026), kampus yang berlokasi di Rawamangun ini secara resmi menggandeng Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya.

Kerja sama ini diwujudkan melalui sebuah kegiatan diskusi dan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, jajaran Biro SDM Polda Metro Jaya, serta segenap sivitas akademika Fakultas Psikologi UNJ.

Momen penting ini memberikan gambaran jelas bahwa akademisi dan praktisi bisa bersatu.

Baca juga: Lawan Kekerasan Seksual, UIN Jakarta Perkuat Perspektif Gender Lewat Workshop Ilmiah

Kesepakatan strategis ini bukan sekadar formalitas hitam di atas putih, melainkan sebuah lompatan besar untuk mengintegrasikan ilmu kejiwaan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian di wilayah megapolitan DKI Jakarta.

Kegiatan yang penuh antusiasme ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi UNJ, Gumgum Gumelar.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menyoroti urgensi kolaborasi lintas sektor pada era modern ini.

Bagi sebuah institusi pendidikan tinggi, kemampuan untuk terjun langsung ke lapangan dan memberikan solusi adalah kunci utama dalam menguji sekaligus memperkaya landasan teori yang dipelajari di bangku kuliah.

Beliau menegaskan dengan lantang bahwa kerja sama ini menjadi jembatan krusial untuk menghubungkan ruang kelas dengan realitas dunia profesional kepolisian yang begitu kompleks dan menantang.

“Integrasi antara pendidikan keilmuan psikologi dengan praktik nyata di lapangan sangatlah mutlak,” ungkap Gumgum.

Sebagai contoh nyata, selama ini mahasiswa mungkin hanya mempelajari tentang teknik manajemen stres aparat secara teoretis dari literatur literatur kampus.

Namun, melalui kemitraan strategis dengan Polda Metro Jaya ini, mahasiswa beserta dosen pengampu dapat secara langsung mengobservasi, melakukan riset mendalam, hingga memberikan program intervensi nyata dalam upaya pengembangan mental aparat.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan profil lulusan sarjana psikologi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga sangat tanggap terhadap berbagai dinamika psikologis masyarakat Jakarta yang terus berkembang pesat.

Visi progresif dari kampus mendapat respons positif dari perwakilan aparat kepolisian.

Kepala Bagian SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, menggarisbawahi dengan tegas betapa vitalnya peran ilmu perilaku manusia dalam tubuh instansi penegak hukum.

Dalam rutinitas penugasan setiap harinya, mulai dari mengatur lalu lintas ibu kota yang padat merayap hingga mengungkap jaringan kasus kriminalitas yang memutar otak, ketahanan psikologis seorang personel adalah fondasi utama penentu keberhasilan sebuah operasi tugas keamanan negara.

Baca juga: BBPOM dan Polda Metro Jaya Sita 9.077 Obat Ilegal di Jakarta Barat

Menurut AKBP Ida Bagus, proses pengembangan kompetensi sumber daya manusia tidak mungkin berjalan optimal jika hanya dilakukan secara internal.

Institusi kepolisian sangat membutuhkan dukungan kepakaran keilmuan dari perguruan tinggi unggul.

Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem rekrutmen personel baru, penyempurnaan kurikulum pelatihan, hingga penyediaan pendampingan kejiwaan bagi anggota yang mengalami kelelahan mental.

“Kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi seperti UNJ menjadi sebuah bagian yang amat penting dalam upaya kami memperkuat kompetensi personel. Dengan dukungan pendekatan keilmuan psikologi terapan, kami sangat optimis berbagai program pengembangan SDM di internal Polda Metro Jaya dapat berjalan jauh lebih efektif,” jelasnya.

Lebih jauh lagi, poin-poin yang tertuang dan disepakati dalam dokumen Memorandum of Agreement (MoA) ini mencakup spektrum yang amat luas.

Kesepakatan tersebut memiliki empat pilar fokus utama yang siap direalisasikan, yakni peningkatan kualitas pendidikan psikologi berkelanjutan, pelaksanaan praktik profesi psikolog umum secara terpadu, kolaborasi riset akademik berkelanjutan, serta program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi bersama.

Semua program ini dirancang agar relevan dengan kebutuhan konkret aparat penegak hukum di lapangan.

Sebagai salah satu contoh bentuk implementasi yang akan datang, dosen dan mahasiswa Fakultas Psikologi UNJ nantinya memiliki peluang emas untuk terjun memberikan sesi psikoedukasi tentang manajemen emosi saat bertugas.

Sebaliknya, Biro SDM Polda Metro Jaya akan menyediakan lahan praktik yang sangat kredibel bagi para calon praktisi psikologi UNJ.

Lewat diskusi yang digelar setelah penandatanganan, kedua belah pihak aktif membahas berbagai peluang inovasi ini secara mendetail.

Sinergi ini akan melahirkan inovasi layanan publik unggulan, mengingat tuntutan warga ibu kota terhadap sosok polisi yang humanis, ramah, dan tanggap kini semakin mendesak.

Sebagai kesimpulan, momentum bersatunya Fakultas Psikologi UNJ dan Polda Metro Jaya ini adalah bukti komitmen nyata memajukan sumber daya manusia.

Melalui perluasan ruang pembelajaran aplikatif ini, mahasiswa akan lebih tangguh menghadapi tantangan dunia kerja.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya membuktikan dedikasinya bertransformasi menjadi pelindung masyarakat yang stabil secara mental.

Baca juga: Kompolnas Sambangi Polda Metro Jaya Pantau Kasus Kematian Diplomat Kemlu

Kolaborasi inilah yang membuat pelayanan publik Jakarta semakin cerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Universitas Negeri Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU