Cegah Vandalisme, PPSU Kamal Mutiara Sulap Tembok Kumuh Jadi Mural Bertema Pesisir yang Estetik!
JAKARTA - Pernahkah kamu merasa jengah saat melintasi jalanan ibu kota yang dipenuhi coretan tak bermakna di sepanjang temboknya?
Vandalisme memang menjadi salah satu masalah polusi visual yang paling sering mengganggu pemandangan dan merusak estetika Jakarta.
Namun, sebuah langkah menyegarkan dan penuh kreativitas datang dari pesisir Jakarta Utara.
Menjawab keluhan masyarakat yang lelah dengan lingkungan kumuh, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, bergerak sangat cepat.
Mereka sukses menyulap tembok penuh coretan liar di Jalan Kapuk Kamal Raya, RT 12/01, menjadi sebuah kanvas raksasa bermural pesisir yang luar biasa estetik dan memanjakan mata.
Baca juga: Dukcapil DKI Jakarta Mencatat Sebanyak 225 Pendatang Baru Serbu Jakarta Selatan, Mayoritas Pelajar
Transformasi ini menjadi sebuah upaya berkelanjutan untuk mempercantik lingkungan sekaligus menjaga kualitas ruang publik agar senantiasa bersih, rapi, dan nyaman untuk dinikmati oleh seluruh warga Jakarta.
Kehadiran ruang terbuka yang estetik tentu menjadi oase tersendiri di tengah padatnya mobilitas perkotaan.
Aksi vandalisme sering kali membuat sebuah kawasan terlihat tidak terawat, suram, dan bahkan rawan.
Merespons kondisi tata kota yang menurun tersebut, pihak Kelurahan Kamal Muara bertindak proaktif dan tidak membiarkan masalah berlarut-larut.
Sekretaris Kelurahan Kamal Muara, Eka Afriwidiantoro, menjelaskan dengan rinci bahwa pembuatan mural ini merupakan tindak lanjut langsung dari keluhan warga sekitar terkait coretan liar yang merusak keindahan wilayah mereka.
"Pengecatan mural ini merupakan bentuk respons atas laporan masyarakat terkait aksi vandalisme," ujar Eka saat memberikan keterangan resminya pada hari Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah setempat selalu berupaya mendengarkan aspirasi warga dan siap memberikan eksekusi nyata yang berdampak positif pada keindahan tata ruang kota.
Dengan adanya intervensi seni ini, diharapkan tidak ada lagi oknum yang sembarangan merusak fasilitas umum.
Pendekatan persuasif melalui seni jalanan ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar memberikan teguran keras semata.
Di balik mural yang kini mulai memancarkan pesonanya, terdapat kerja keras dan dedikasi luar biasa dari para personel PPSU atau yang akrab disapa pahlawan kebersihan, Pasukan Oranye.
Eka memaparkan bahwa proyek tata kota ini dikerjakan secara masif pada bidang tembok luar milik kawasan PT Baja Marga.
Skalanya tidak main-main, karya seni jalanan ini membentang panjang sejauh 50 meter dengan ketinggian tembok mencapai empat meter.
Proses pengerjaannya sendiri telah digenjot secara intensif sejak tanggal 3 Maret 2026 mendatang.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 1447 H di Terminal Lebak Bulus Stabil, Sebanyak 2.485 Penumpang Tiba di Jakarta
Guna memastikan kualitas gambar yang detail, rapi, dan tahan lama menghadapi cuaca pesisir, proyek ini secara khusus melibatkan lima personel Pasukan Oranye yang memang diakui memiliki bakat seni lukis.
Di bawah terik matahari Jakarta Utara, mereka dengan telaten mengubah tembok yang dulunya penuh coretan agresif menjadi sebuah mahakarya yang mencerminkan kearifan lokal.
"Mural yang dibuat mengangkat tema identitas wilayah Kamal Muara, mulai dari gambaran daratan hingga pesisir pantai. Targetnya rampung pekan ini," terang Eka.
Pemilihan tema pesisir ini dituangkan melalui goresan warna-warna cerah yang melambangkan kehidupan dinamis warga di pesisir utara Jakarta.
Dampak positif dari transformasi estetika ini langsung dirasakan oleh warga yang sehari-hari beraktivitas di sekitar lokasi.
Tembok yang tadinya kusam kini dipenuhi warna-warni memukau, sukses memancing senyum para pejalan kaki dan pengendara yang melintas di Jalan Kapuk Kamal Raya.
Apresiasi yang sangat tinggi pun mengalir dari masyarakat, salah satunya datang dari seorang pengguna jalan bernama Endang.
Warga yang rutin melintasi kawasan tersebut menilai bahwa penanganan cepat dari pihak kelurahan merupakan langkah krusial.
Menurut Endang, pembiaran terhadap coretan liar akan memberikan efek domino, di mana lingkungan akan terasa semakin kumuh dan tidak nyaman untuk dilewati.
"Bagus sekali, sekarang tampak indah dan bersih. Saya berharap mural ini dapat bertahan lama dan tidak ada lagi tangan-tangan jahil yang merusaknya," tandas Endang dengan senyum puas.
Lebih dari sekadar memperindah infrastruktur ibu kota, inisiatif kreatif ini membawa pesan edukasi sosial yang sangat kuat bagi warga Jakarta.
Eka sangat berharap kehadiran karya seni publik ini mampu menumbuhkan rasa memiliki atau identitas kolektif di tengah masyarakat.
"Kami ingin lingkungan tetap bersih, cerah, dan memberikan kesan positif bagi siapa pun yang melintas," ungkap Eka.
Ia juga mengajak seluruh elemen warga untuk aktif berpartisipasi menjaga fasilitas umum yang ada.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Siap Sahkan Tiga Raperda Krusial, Pangan Hingga Narkotika Jadi Sorotan
Apa yang dilakukan di Kamal Muara adalah bukti nyata bahwa seni bisa menjadi instrumen ampuh untuk melawan vandalisme.
Alih-alih merusak, ruang publik kini memiliki nilai estetika, identitas, dan fungsi sosial yang lebih baik.
Jika kamu menemukan dinding kosong yang kerap menjadi sasaran corat-coret di lingkunganmu, ide pembuatan mural pesisir ini bisa menjadi inspirasi brilian untuk diajukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta