Terminal Lebak Bulus (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)
JAKARTA - Momen libur panjang hari raya selalu identik dengan keriuhan, baik saat masyarakat berbondong-bondong menuju kampung halaman maupun ketika mereka kembali menginjakkan kaki di ibu kota.
Bagi kamu yang baru saja kembali ke rutinitas padat di Jakarta, apakah perjalanan arus balik tahun ini terasa lebih teratur dan lengang dari biasanya?
Jika iya, kamu tidak sendirian. Pemandangan kondusif ini terlihat jelas di salah satu simpul transportasi utama di selatan Jakarta.
Pada musim mudik dan arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kali ini, Terminal Lebak Bulus yang berlokasi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mencatatkan situasi yang sangat terkendali dengan puluhan ribu mobilitas yang berjalan lancar tanpa penumpukan berarti.
Fenomena arus balik sering kali menjadi momok yang melelahkan bagi para pekerja komuter. Namun, data terbaru menunjukkan tren yang cukup menggembirakan.
Baca juga: DPRD DKI Jakarta Siap Sahkan Tiga Raperda Krusial, Pangan Hingga Narkotika Jadi Sorotan
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan dan rekapitulasi data resmi, Terminal Lebak Bulus mencatat kedatangan sebanyak 2.485 pengguna jasa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Angka ini memberikan gambaran nyata bahwa manajemen transportasi pasca-Lebaran di wilayah DKI Jakarta, khususnya di sektor darat, semakin menunjukkan tingkat efisiensi yang tinggi.
Jika kita membedah lebih dalam mengenai angka kedatangan tersebut, kelancaran ini bukanlah sebuah kebetulan semata.
Kepala Terminal Lebak Bulus, Joni Budhi, memaparkan secara rinci bahwa jumlah 2.485 penumpang tersebut merupakan hasil akumulasi kedatangan yang dihitung secara cermat sejak H+1 hingga H+8 Lebaran 1447 H.
Seluruh penumpang ini difasilitasi oleh pergerakan armada yang cukup masif, yakni menggunakan 298 bus AKAP dari berbagai perusahaan otobus terkemuka.
"Tahun ini arus balik di Terminal Lebak Bulus cenderung stabil, dengan rata-rata 300 hingga 400 penumpang tiba setiap harinya," ujar Joni Budhi saat memberikan keterangan resmi pada Senin (30/3/2026).
Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran masyarakat akan terjadinya lonjakan penumpang ekstrem yang kerap memicu kemacetan horor di pintu-pintu masuk Jakarta.
Angka kedatangan harian yang berada di kisaran 300 hingga 400 orang menunjukkan distribusi perjalanan yang merata, di mana masyarakat tampaknya sudah lebih bijak dalam memilih tanggal kepulangan agar terhindar dari puncak kemacetan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta