Kamis, 05 MARET 2026 • 08:59 WIB

Respons Cepat Pasukan Biru SDA Perbaiki Turap Longsor di Pulo Gebang Jakarta Timur: Progres Capai 80 Persen, Warga Kini Bebas Cemas

Author

Pasukan Biru Melakukan Perbaikan Turap Longsor di Cakung (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi sering kali meninggalkan jejak kerusakan di berbagai sudut ibu kota, membuat warga dihantui kekhawatiran akan ancaman bencana sekunder seperti banjir genangan hingga tanah longsor.

Bayangkan saja jika fasilitas penahan air di dekat permukimanmu tiba-tiba ambrol saat hujan lebat melanda; tentu hal tersebut akan sangat mengancam keselamatan keluarga dan properti di sekitarnya.

Namun, keresahan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Berkat langkah sigap dari para Pasukan Biru Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Cakung, ancaman longsor di kawasan Kelurahan Pulo Gebang, Jakarta Timur, kini tengah diatasi dengan perbaikan konstruksi fisik yang ditargetkan rampung esok hari.

Langkah cepat ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dalam menjaga keamanan lingkungan warganya.

Menelisik ke belakang, insiden ambrolnya turap atau dinding penahan tanah ini bukanlah tanpa sebab. Peristiwa ini bermula pada hari Selasa, 25 Februari 2026 silam.

Baca juga: Ngabuburit Produktif! Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Timur Jadi Spot Favorit Warga Selama Ramadhan 1447 H

Saat itu, sebagian besar wilayah ibu kota, khususnya di Jalan Garuda, RT 04/13, Kelurahan Pulo Gebang, diguyur hujan dengan intensitas yang sangat deras selama berjam-jam.

Debit air yang melonjak drastis secara tiba-tiba di saluran air tersebut menciptakan tekanan hidrostatis yang luar biasa kuat pada struktur tanah di sekitarnya.

Akibatnya, tanah menjadi labil dan jenuh air, hingga akhirnya turap sepanjang 20 meter ambrol karena tak kuat lagi menahan beban.

Kejadian longsor ini memicu alarm kewaspadaan tingkat tinggi, mengingat lokasi saluran air yang rusak tersebut berbatasan langsung dan sangat dekat dengan area permukiman padat penduduk.

Jika dibiarkan lebih lama, erosi tanah bisa merambat dan membahayakan fondasi bangunan rumah milik warga.

Merespons laporan darurat dan kondisi kritis di lapangan, jajaran Satpel SDA Kecamatan Cakung tidak membuang waktu untuk segera bertindak.

Alur birokrasi dipangkas demi memprioritaskan keselamatan warga. Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cakung, Dian Nur Cahyono, memaparkan bahwa proses penanganan fisik dan alat berat telah dikebut sejak hari Selasa, 3 Maret lalu.

"Untuk perbaikan turap di Jalan Garuda ini, kami telah mengerahkan sebanyak 10 personel Pasukan Biru yang memang sudah sangat terlatih dan berpengalaman dalam menangani infrastruktur perairan," jelas Dian saat memberikan keterangan resminya pada hari Kamis (5/3/2026).

Pengerahan personel dalam jumlah yang optimal ini merupakan strategi terukur agar tenggat waktu penyelesaian pada hari Jumat (6/3/2026) besok dapat tercapai.

Para personel dibagi ke dalam beberapa tugas spesifik, mulai dari pembersihan puing-puing longsoran, penggalian fondasi baru, hingga proses pencampuran material bangunan, guna memastikan pekerjaan berjalan secara paralel dan efisien.

Berbicara mengenai kualitas konstruksi, perbaikan turap yang memiliki tinggi 80 sentimeter ini tentu tidak dilakukan secara asal-asalan.

Jika struktur sebelumnya mungkin rentan terhadap gerusan arus air yang deras, kali ini Pasukan Biru menerapkan metode pembangunan yang jauh lebih solid.

Dian menjelaskan secara teknis bahwa timnya menggunakan material batu kali yang disusun dengan teknik rapi dan diikat menggunakan adukan semen berkualitas tinggi agar konstruksinya benar-benar kokoh berdiri.

Baca juga: Bye-Bye Kabel Semrawut! DPRD DKI Jakarta Desak Pergub Utilitas Segera Terbit Demi Wujudkan Jakarta Kota Global

Pemilihan batu kali sebagai material utama bukanlah tanpa alasan. Batu kali memiliki tingkat kepadatan dan daya tahan yang sangat baik terhadap paparan air terus-menerus.

Selain itu, susunan batu kali yang direkatkan dengan mortir terbukti sangat efektif untuk memecah energi arus air, sehingga mencegah terjadinya abrasi atau pengikisan dinding saluran dalam jangka waktu yang sangat panjang.

"Dalam proses perbaikan, kami menggunakan batu kali agar konstruksinya kokoh dan tahan lama. Progres perbaikan saat ini bahkan sudah menyentuh angka 80 persen," terang Dian dengan nada optimis.

Dengan sisa 20 persen pengerjaan, tim di lapangan kini tengah berfokus pada tahap finishing atau penyempurnaan plesteran bagian atas turap.

Kerja keras tanpa henti dari para personel Pasukan Biru di lapangan nyatanya berbuah manis dan mendapat sambutan yang sangat hangat dari masyarakat setempat.

Kehadiran para petugas berseragam biru yang tak kenal lelah berjibaku dengan lumpur sedimen dan material bangunan dari pagi hingga petang memberikan ketenangan psikologis tersendiri bagi warga sekitar yang sebelumnya sempat waswas.

Ketua RT 04/13, Kelurahan Pulo Gebang, Nasri, secara terbuka menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas respons cepat pemerintah kota dalam menindaklanjuti keresahan warga.

"Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga dengan rampungnya perbaikan turap ini, tidak ada lagi potensi longsor susulan, mengingat lokasinya yang memang sangat berdekatan dengan permukiman warga," tandas Nasri.

Kelegaan yang terpancar dari pernyataan Ketua RT tersebut mewakili perasaan seluruh warga yang kini bisa kembali tidur nyenyak, meski hujan deras sewaktu-waktu mengguyur Jakarta.

Kasus ambrolnya turap di Jalan Garuda ini menjadi pelajaran penting tentang betapa krusialnya kolaborasi antara masyarakat yang proaktif dan pemerintah yang responsif.

Di kota sepadat Jakarta, pemeliharaan infrastruktur saluran air bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata.

Turap yang kokoh tidak hanya berfungsi untuk memperlancar aliran air menuju hilir demi mencegah genangan banjir, tetapi juga berperan vital dalam menahan struktur tanah agar fondasi lingkungan tetap stabil.

Ke depannya, partisipasi aktif dari kamu sebagai warga Jakarta sangat dibutuhkan.

Hal paling sederhana namun berdampak masif adalah komitmen untuk tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air.

Tumpukan sampah dapat menghambat aliran, memicu banjir, dan meningkatkan tekanan pada dinding turap yang pada akhirnya mempercepat kerusakan.

Perbaikan turap di Kelurahan Pulo Gebang yang kini tinggal selangkah lagi menuju tahap penyelesaian adalah bukti nyata bahwa pemeliharaan fasilitas publik di wilayah Jakarta Timur terus berjalan secara berkesinambungan.

Baca juga: Waspada Takjil Berbahaya di Jaksel! BBPOM Temukan Formalin dan Boraks di Kebayoran Baru, Begini Ciri-Cirinya

Bagi kamu yang mungkin menemukan kerusakan infrastruktur serupa di lingkungan tempat tinggalmu, jangan pernah ragu untuk segera melapor melalui aplikasi JAKI atau langsung ke kelurahan setempat.

Mari bersama-sama kita jaga dan rawat fasilitas kota demi mewujudkan Jakarta yang lebih aman, nyaman, dan tangguh dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU