Selasa, 03 MARET 2026 • 10:47 WIB

Penjualan Tiket Bus Mudik Lebaran 1447 H di Terminal Kampung Rambutan Melonjak Tajam

Author

Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Tradisi pulang kampung atau yang akrab disapa mudik selalu menjadi momen magis yang paling dinanti menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Tahun ini, menyambut kemeriahan Lebaran 1447 Hijriah, antusiasme perantau di Ibu Kota untuk kembali ke pelukan keluarga sudah terasa sangat kental jauh-jauh hari.

Buat kamu yang berencana mudik menggunakan armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP), sebaiknya segera mengambil langkah cepat. 

Pasalnya, volume penjualan tiket bus di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, saat ini dilaporkan mengalami lonjakan yang sangat signifikan.

Fenomena kepanikan massal dengan dalih "takut kehabisan tiket" membuat loket-loket resmi di terminal maupun platform pemesanan daring mulai diserbu calon penumpang secara masif sejak awal bulan ini.

Baca juga: Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara Kebut Perbaikan 3.896 Titik Jalan Rusak di Awal Tahun 2026 Demi Keselamatan Pengguna

Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, menunda pembelian tiket sama saja dengan mengubur mimpi untuk berlebaran di kampung halaman, atau setidaknya, harus rela merogoh kocek berkali-kali lipat lebih dalam.

Artikel ini akan membedah secara tuntas situasi terkini di Terminal Kampung Rambutan, rincian kenaikan harga, hingga strategi cerdas agar kamu tetap bisa mudik dengan aman dan nyaman.

Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengonfirmasi adanya pergerakan grafik pemesanan tiket yang melesat tajam pada hari Selasa (3/3/2026).

Dalam keterangannya, Revi menjelaskan bahwa sejumlah rute yang menjadi primadona pemudik mulai dipadati oleh pesanan yang masuk.

Destinasi dengan permintaan tertinggi saat ini masih didominasi oleh kota-kota besar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rute menuju Yogyakarta, Malang, dan Surabaya tercatat sebagai lintasan yang paling cepat penuh.

"Mayoritas calon penumpang memesan tiket untuk keberangkatan 17 maupun 18 Maret, yang mana itu bertepatan dengan H-3 dan H-4 Lebaran," ujar Revi.

Tanggal-tanggal tersebut memang secara historis selalu menjadi puncak arus mudik karena bertepatan dengan dimulainya masa cuti bersama nasional.

Lebih lanjut, Revi memberikan imbauan penting bagi kamu yang mungkin tidak terlalu familier dengan teknologi atau kerap mengalami error saat war tiket di aplikasi.

Ia menegaskan bahwa masyarakat yang mengalami kendala pembelian secara daring tidak perlu panik. Kamu dapat langsung datang ke terminal untuk membeli atau memesan tiket melalui loket resmi Perusahaan Otobus (PO) yang telah disediakan.

"Biasanya memang terjadi kenaikan tarif dasar angkutan Lebaran atau tuslah sekitar H-7 dengan besaran yang ditentukan oleh masing-masing PO. Namun, kami pastikan semua harus dan tetap mengikuti ketentuan batas atas dari pemerintah," terangnya.

Hal ini menjadi jaminan bahwa meski ada kenaikan, harganya tidak akan liar dan tetap dalam pengawasan otoritas terkait.

Merespons tingginya animo masyarakat, para operator bus tentu tidak tinggal diam.

Penanggung Jawab PO Bus Sinar Jaya di Terminal Kampung Rambutan, Sutrisno Rico, menjelaskan bahwa pemesanan untuk rute jarak jauh memang mengalami peningkatan yang sangat tajam dibandingkan bulan-bulan biasa.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Resmikan Wajah Baru JPO Sarinah yang Penuh Sejarah dan Ramah Disabilitas

Untuk memastikan semua penumpang terangkut, pihak PO telah merumuskan strategi matang, salah satunya dengan menyiapkan armada bus tambahan.

Namun, hukum ekonomi dasar tentang penawaran dan permintaan tentu berlaku di masa peak season seperti ini. Rico secara transparan membeberkan simulasi kenaikan harga tiket yang akan segera diterapkan. Ia mengambil contoh rute menuju Pemalang, Jawa Tengah.

"Saat ini untuk tarif tujuan Pemalang yang semula berada di angka Rp 120.000, akan naik menjadi Rp 150.000 mulai tanggal 10 Maret mendatang. Bahkan, kemungkinan tarif ini berpotensi meroket mencapai Rp 270.000 saat mendekati H-1 Lebaran," ungkap Rico.

Data tersebut memberikan gambaran nyata bahwa semakin dekat dengan hari H, harga tiket bus akan semakin mahal.

Oleh karena itu, perencanaan waktu keberangkatan yang matang menjadi kunci utama untuk menghemat pengeluaran mudik kamu tahun ini.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Lebaran, ada banyak pemudik cerdas yang sudah selangkah lebih maju.

Salah satunya adalah Doni (54), seorang warga asal Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang. Alih-alih menunggu hingga mendekati hari raya, ia memilih untuk menyambangi Terminal Kampung Rambutan lebih awal guna mengamankan tiket keberangkatan tanggal 15 Maret menuju Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah.

"Saya sengaja beli sekarang karena takut kehabisan tiket nanti. Selain itu, harganya juga masih normal, saya dapat di harga Rp 180.000," tutur Doni.

Keputusan Doni sangat masuk akal dan patut ditiru. Dengan berangkat lebih awal (sekitar H-6 Lebaran), ia tidak hanya mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan saat puncak arus mudik, tetapi juga menghindari potensi kemacetan parah di jalur pantai utara (Pantura) maupun tol Trans-Jawa.

Menariknya, Doni juga memberikan testimoni positif mengenai kondisi infrastruktur transportasi publik saat ini.

"Pelayanan di Terminal Kampung Rambutan sekarang sangat baik, suasananya aman, dan nyaman untuk penumpang," tandasnya.

Hal ini membuktikan bahwa stigma negatif tentang terminal bus yang kumuh dan rawan calo sudah mulai terkikis berkat revitalisasi dan peningkatan pengamanan oleh pihak pengelola.

Berdasarkan situasi di lapangan, berikut adalah beberapa langkah antisipatif yang bisa kamu terapkan.

Pertama, hindari keberangkatan di tanggal merah atau puncak cuti bersama (17-18 Maret) jika kamu memiliki fleksibilitas waktu. Berangkat lebih awal seperti yang dilakukan Doni adalah opsi terbaik.

Baca juga: Momen Seru Safari Ramadhan Pemkot Jakpus di Masjid Al-Hikmah: Bertabur Bantuan, Program Unggulan & Pesan Penting Jelang Mudik!

Kedua, jika tiket di aplikasi Online Travel Agent (OTA) sudah habis, jangan ragu untuk datang langsung ke loket resmi PO di terminal. Sering kali PO memiliki kuota tersendiri untuk pembelian offline.

Ketiga, belilah tiket hanya di loket resmi yang memiliki plang nama PO yang jelas. Jangan pernah tergiur tawaran tiket dari oknum tidak berseragam yang menawarkan harga miring di luar area loket.

Terakhir, siapkan dana cadangan. Mengingat tarif bus bersifat dinamis dan akan terus naik mendekati Lebaran, siapkan anggaran lebih untuk transportasi guna menghindari kepanikan finansial.

Mudik bukan sekadar perpindahan fisik dari kota ke desa, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk merajut kembali tali silaturahmi.

Jangan biarkan momen indah Lebaran 1447 H kamu rusak hanya karena perkara kehabisan tiket bus.

Segera rencanakan perjalananmu, pesan tiketnya sekarang, dan nikmati perjalanan pulang kampung yang tenang dan menyenangkan!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU