Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 09:43 WIB

Kapolres Jakarta Utara Minta Warga Waspada Provokasi agar Peristiwa Agustus 2025 Tak Terulang di Bulan Ramadhan

Author

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz (Polda Metro Jakut via ANTARA)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan ketenangan ibadah di bulan suci Ramadhan mendadak pecah karena ulah sekelompok provokator yang tidak bertanggung jawab?

Ancaman ini nyata dan tengah mengintai ketenteraman warga ibu kota, khususnya di wilayah Jakarta Utara.

Mengantisipasi terulangnya mimpi buruk kerusuhan pada bulan Agustus tahun lalu, aparat kepolisian kini mulai membunyikan alarm kewaspadaan tingkat tinggi.

Jika kamu berdomisili atau sering beraktivitas di sekitar Jakarta Utara, informasi ini sangat krusial.

Kapolres Metro Jakarta Utara baru saja mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh elemen masyarakat merapatkan barisan, tidak mudah terpancing emosi, dan bersinergi dengan pihak berwajib demi menjaga kondusivitas wilayah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga: Jaga Kesucian Bulan Ramadhan, Satpol PP Jakarta Utara Sita 637 Botol Miras dalam Operasi Gabungan

Sebagai warga Jakarta yang cerdas, kamu tentu harus memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi dan bagaimana cara melindungi lingkungan sekitarmu dari pihak-pihak yang ingin memancing di air keruh.

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemantauan intelijen dan laporan di lapangan, pihak kepolisian mulai mendeteksi adanya riak-riak yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendiz, secara terbuka meminta masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing guna mengantisipasi terjadinya aksi anarkis.

Pesan penting ini disampaikan langsung oleh Kombes Pol Erick Frendiz dalam agenda apel bersama yang melibatkan jajaran kepolisian, organisasi masyarakat (ormas), tokoh masyarakat, dan tokoh agama se-Jakarta Utara pada hari Rabu (25/2/2026).

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam apel tersebut menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangkal ancaman keamanan.

"Seperti kita ketahui, belakangan ini mulai ada lagi informasi atau gerakan-gerakan yang mencoba mengulangi kejadian Agustus tahun lalu, di mana kita tidak tahu asalnya, kemudian mereka berkumpul dan melakukan penyerangan terhadap fasilitas umum maupun kantor polisi," tegas Erick dalam keterangan resminya di Jakarta pada hari Kamis (26/2/2026).

Pernyataan tersebut menjadi peringatan dini bagi siapa saja. Kamu diminta untuk tidak lengah, karena pergerakan kelompok anarkis sering kali memanfaatkan kelengahan warga di malam hari atau di saat situasi sedang sepi.

Untuk memahami mengapa pihak kepolisian begitu mewanti-wanti masyarakat, kita perlu menengok kembali ke belakang dan mengingat insiden kelam yang terjadi pada Agustus 2025.

Tragedi tersebut menjadi contoh nyata betapa berbahayanya efek domino dari sebuah provokasi massal.

Kala itu, sekelompok orang tak dikenal yang bertindak sebagai provokator secara tiba-tiba melakukan pelemparan ke dalam Markas Komando (Mako) Polres Metro Jakarta Utara.

Tindakan nekat ini sengaja dirancang untuk memancing keributan berskala besar. Sayangnya, skenario jahat tersebut sempat berhasil mengecoh warga.

Adanya provokator di lapangan membuat masyarakat awam yang kebetulan berada di sekitar area Polres justru ikut terpancing emosinya dan tanpa sadar ikut-ikutan melakukan penyerangan.

Fasilitas umum rusak, situasi mencekam, dan rasa aman warga seketika hilang. Data dan rekam jejak dari kejadian tersebut membuktikan bahwa kerumunan massa sangat rentan disusupi oleh oknum yang memiliki agenda tersembunyi.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Target Kelar Bulan Ini!

Oleh karena itu, edukasi publik menjadi sangat penting agar kamu dan warga lainnya tidak lagi menjadi korban adu domba.

Hal yang paling meresahkan dari insiden Agustus 2025 adalah taktik licik yang digunakan oleh para provokator.

Kombes Pol Erick Frendiz membeberkan secara rinci bagaimana modus operandi kelompok ini saat beraksi di lapangan. 

Mereka menggunakan strategi pengecut yang mengorbankan warga sipil.

"Jadi orang-orang ini berusaha membuat keributan. Mereka kemudian lari ke belakang. Begitu ada penangkapan, mereka sudah kabur duluan, nah itu tidak kita inginkan," ujar Erick menjelaskan situasi di lapangan saat kerusuhan terjadi.

Bentuk-bentuk provokasi semacam ini sangat merugikan warga setempat.

Saat aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terukur untuk mengamankan lokasi, para dalang kerusuhan sudah melarikan diri, menyisakan warga biasa yang akhirnya harus berhadapan dengan hukum karena terbawa suasana.

Kamu harus sangat berhati-hati jika melihat kerumunan massa yang tiba-tiba bertindak agresif.

Langkah paling bijak adalah segera menjauh dan melaporkannya ke pihak berwajib.

Menghadapi potensi ancaman ini, Kapolres Metro Jakarta Utara tidak bisa bekerja sendirian.

Erick secara khusus meminta agar masyarakat bersiaga penuh setidaknya sampai beberapa hari ke depan, mengingat dinamika keamanan yang bisa berubah sewaktu-waktu.

“Pasang mata dan pasang telinga untuk malam hari ini dan berapa hari ke depan, jangan sampai kejadian kemarin terulang kembali," seru Erick kepada seluruh peserta apel dan masyarakat luas.

Instruksi "pasang mata dan telinga" ini berarti kamu dituntut untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Jika ada orang asing yang mencurigakan, kumpul-kumpul massa tanpa tujuan yang jelas di malam hari, atau penyebaran informasi hoaks yang bernada provokatif di grup WhatsApp warga, segera koordinasikan dengan RT/RW setempat atau Bhabinkamtibmas.

Baca juga: Mengungkap Potensi Jakarta Utara: Raksasa Ekonomi dan Surga Wisata Pesisir yang Tak Pernah Tidur

Tujuan utama dari pengamanan ketat ini bermuara pada satu hal, yakni memastikan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dan menyambut perayaan Idul Fitri.

Bulan Ramadhan seharusnya menjadi momen untuk memperbanyak amal kebaikan, bukan dinodai oleh aksi-aksi kekerasan yang merusak persaudaraan.

“Jadi saya rasa kita semua di sini sepakat, wilayah kita harus aman, harus tenteram," kata Erick menekankan pentingnya komitmen bersama.

Ia menaruh harapan besar agar seluruh rangkaian ibadah di bulan suci ini bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan keamanan sekecil apa pun.

Sinergi antara kepolisian, ormas, tokoh agama, dan masyarakat sipil adalah benteng terkuat untuk menghalau segala bentuk provokasi.

"Kita sepakat menjaga wilayah Jakarta Utara bersama-sama. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, kesehatan, dan keselamatan untuk kita semua, khususnya di bulan suci Ramadhan," tuturnya menutup arahannya dengan doa.

Sebagai penutup, keamanan ibu kota adalah tanggung jawab kita bersama.

Jangan biarkan provokator merusak kedamaian yang telah susah payah dibangun. 

Mari jadikan Jakarta Utara sebagai contoh wilayah yang tangguh, rukun, dan tidak mudah dipecah belah oleh pihak mana pun.

Tetap waspada, saring informasi sebelum sharing, dan laporkan segala bentuk kejanggalan kepada pihak berwajib!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU