Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 07:38 WIB

Perkuat Stok Pangan Selama Ramadhan, Pemprov DKI Jakarta Datangkan Ribuan Ekor Sapi dari Negeri Kangguru

Author

Pemprov DKI Jakarta Pantau Langsung Kedatangan Ribuan Ekor Sapi dari Australia di Tanjung Priok (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Ramadhan tinggal menghitung hari. Pasti kamu sudah mulai membayangkan lezatnya hidangan khas nusantara seperti rendang, semur, dan opor daging sapi yang selalu menjadi primadona wajib saat berbuka puasa maupun sahur bersama keluarga.

Namun, di balik bayangan kelezatan hidangan tersebut, ada satu kekhawatiran klasik warga ibu kota yang selalu muncul berulang setiap tahunnya, yaitu bayang-bayang lonjakan harga daging sapi di pasar tradisional yang kerap bikin kantong jebol.

Untuk menjawab keresahan riil masyarakat Jakarta ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tentu tidak tinggal diam.

Serangkaian langkah taktis dan strategis langsung dieksekusi demi memastikan piring makan warga tetap terisi makanan bergizi tanpa harus menguras tabungan.

Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini, sebuah langkah nyata dan masif telah diambil oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Tetapkan Aturan Hiburan Malam Selama Ramadhan 1447 H, Cek Jam Operasionalnya Disini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung ke lapangan untuk meninjau proses kedatangan ribuan sapi impor asal Australia.

Peninjauan yang sangat krusial ini dilakukan secara langsung di area bongkar muat Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari Senin kemarin (23/2/2026).

Kehadiran ribuan sapi dari benua seberang ini bukan sekadar agenda seremonial biasa, melainkan sebuah strategi intervensi pasar yang sangat matang untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan daging sapi tetap pada level yang aman di tengah lonjakan permintaan yang sudah dipastikan akan terjadi dalam hitungan minggu.

Saat memberikan keterangan kepada awak media di lokasi pelabuhan yang sibuk tersebut, Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa pada tahap awal pengiriman ini, ibu kota telah menerima pasokan sebanyak 3.139 ekor sapi hidup berkualitas tinggi.

Angka kedatangan perdana ini merupakan bagian dari total target pemenuhan kuota sebanyak 7.500 ekor sapi yang telah direncanakan secara cermat sebelumnya.

Ia secara resmi menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta, melalui perpanjangan tangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor ketahanan pangan, yakni PT Dharma Jaya, telah berhasil merealisasikan program impor sapi ini dengan lancar.

Langkah strategis ini dinilai sangat vital untuk menciptakan rasa aman dan tenang bagi jutaan warga Jakarta yang akan segera menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Menariknya, keputusan berani untuk mengimpor sapi hidup dari Australia ini ternyata memiliki nilai historis dan bobot diplomasi yang sangat kental.

Peristiwa bongkar muat komoditas pangan hidup di Tanjung Priok ini merupakan kali pertama dalam kurun waktu 28 tahun terakhir Pemprov DKI Jakarta kembali melakukan aktivitas impor sapi secara mandiri dan langsung melalui BUMD Dharma Jaya.

Kesuksesan mendatangkan ribuan sapi ini ternyata tidak terlepas dari cerdiknya pemerintah daerah dalam memanfaatkan jalur hubungan diplomasi sister city (kota kembar).

Hubungan kemitraan strategis yang selama ini telah terjalin erat dan harmonis antara Jakarta dengan beberapa kota besar di Australia terbukti mampu dikapitalisasi menjadi sebuah solusi konkret yang membuahkan hasil nyata bagi urusan perut dan kesejahteraan rakyat ibu kota.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa momentum menyambut bulan puasa dan perayaan Lebaran selalu menjadi ujian terberat bagi ketahanan perekonomian daerah, terutama terkait dengan ancaman lonjakan inflasi yang tidak terkendali.

Gubernur Pramono Anung secara khusus menyoroti fakta bahwa ada tiga komoditas pangan utama yang kerap menjadi penyumbang terbesar melonjaknya angka inflasi di Jakarta pada periode krusial ini.

Baca juga: Siap-Siap "War" Tiket! Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Segera Dibuka, Ini Jadwal dan Rute Lengkapnya

Ketiga komoditas penyumbang inflasi tersebut adalah daging sapi, cabai, dan beras. Oleh karena itu, langkah mitigasi yang tepat sasaran mutlak diperlukan untuk meredam gejolak harga di tingkat konsumen.

Dengan adanya intervensi pasar secara masif melalui masuknya pasokan ribuan sapi hidup ini, pemerintah daerah merasa sangat optimistis bahwa fluktuasi harga daging di pasaran tradisional maupun pasar modern dapat dikendalikan dan dijinakkan.

Pramono pun menaruh harapan besar agar ketiga komoditas utama tersebut tidak lagi mengalami kenaikan harga yang tidak wajar dan berpotensi mencekik daya beli masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah.

Kestabilan harga pangan ini diyakini akan memberikan dampak psikologis yang positif sehingga warga dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

Di sisi lain, visi jangka panjang Pemprov DKI Jakarta rupanya tidak hanya sebatas memikirkan solusi instan dan pragmatis untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jangka pendek semata.

Sebuah rencana strategis berskala makro untuk jangka menengah juga tengah digodok secara serius dan dipercepat realisasinya guna mewujudkan ketahanan pangan yang jauh lebih mandiri bagi ibu kota di masa depan.

PT Dharma Jaya saat ini sedang memproses dan menyiapkan skema pengelolaan lahan produktif yang berlokasi di kawasan Ciangir, Provinsi Banten. 

Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis sebagai daerah penyangga pangan ibu kota.

Lahan potensial di Ciangir tersebut nantinya akan disulap secara komprehensif menjadi pusat penyediaan pakan hijauan berupa padang rumput yang luas dan berkualitas.

Tidak hanya itu, lahan tersebut juga akan difungsikan secara maksimal sebagai fasilitas penggemukan sapi secara mandiri yang dikelola oleh sumber daya manusia profesional.

Melalui integrasi fasilitas peternakan terpadu di Ciangir ini, ketergantungan Jakarta yang sangat tinggi terhadap pasokan daging sapi dari daerah lain maupun ketergantungan pada dinamika fluktuasi harga impor global diharapkan dapat dipangkas secara drastis.

Pramono sangat meyakini bahwa dengan cara pengelolaan hulu ke hilir secara langsung oleh Dharma Jaya, kebutuhan protein hewani warga Jakarta akan dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Untuk memberikan gambaran yang lebih detail dan transparan mengenai kondisi stok ketahanan pangan ibu kota saat ini, Direktur Utama PT Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, turut memaparkan rangkaian data kuantitatif yang menggembirakan.

Raditya membeberkan bahwa cadangan daging sapi beku yang saat ini tersimpan aman di fasilitas pendingin (cold storage) dan siap didistribusikan ke seluruh penjuru Jakarta masih berada pada angka yang sangat solid, yakni menembus 1.000 ton.

Baca juga: Meriahkan Festival Bedug 2026, 30 UMKM Pilihan Hadirkan Ragam Kuliner dan Fashion di Bazar Ramadhan Jaksel Buat Kamu!

Angka ini menjadi bantalan yang kuat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan harian yang di luar perkiraan awal.

Sementara itu, untuk sektor sapi hidup, stok yang saat ini sudah dirawat secara intensif dan berada di fasilitas penampungan (feedlot) milik Dharma Jaya jumlahnya berada di kisaran 1.500 ekor sapi sehat.

Raditya juga menambahkan rincian logistik di lapangan bahwa dari kapal angkut yang bersandar kemarin, sebanyak 590 ekor sapi sedang dalam proses penurunan secara bertahap menuju tempat karantina.

Seluruh sapi impor kloter pertama yang baru tiba tersebut akan langsung bergabung dengan ribuan stok sapi yang sudah ada, guna membentuk benteng pertahanan suplai pangan yang kokoh untuk melayani kebutuhan gizi masyarakat ibu kota selama satu bulan penuh di bulan puasa mendatang.

Sebagai informasi tambahan yang perlu kamu ketahui, tingkat kebutuhan normal komoditas daging sapi atau daging kerbau di wilayah DKI Jakarta setiap harinya selalu menyentuh angka yang sangat fantastis, yakni sekitar 65 ton per hari.

Angka tingkat konsumsi harian ini selalu diproyeksikan akan kembali mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada momen-momen tertentu, dan biasanya menyentuh persentase kenaikan sekitar empat persen pada saat puncak perayaan hari besar keagamaan tiba.

Namun, dengan berbagai langkah antisipasi terukur dan persiapan matang yang telah dilakukan dari jauh-jauh hari oleh Pemprov DKI Jakarta ini, kamu dan keluarga di rumah tentu bisa bernapas jauh lebih lega.

Persiapan ekstra ini menjadi garansi terkuat bahwa semarak dapur warga ibu kota akan terus menyala terang, menyajikan hidangan lezat penuh gizi di momen kumpul keluarga yang penuh dengan keberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU