Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 10:53 WIB

Gudang Katering di Ragunan Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Author

Kebakaran Gudang Katering di Ragunan, Jakarta Selatan (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Bayangkan kamu sedang menikmati sisa waktu istirahat di Senin (16/2/2026) pagi yang tenang, namun tiba-tiba dikejutkan oleh raungan sirine dan kepulan asap hitam yang membumbung tinggi. 

Kepanikan itulah yang dirasakan oleh warga di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, pagi ini.

Sebuah gudang penyimpanan peralatan katering yang biasanya sibuk menyiapkan hidangan, mendadak berubah menjadi lautan api tepat saat warga hendak memulai aktivitas awal pekan mereka.

Insiden kebakaran hebat ini melanda sebuah bangunan gudang penyimpanan peralatan masak di Jalan Kebagusan Raya, RT 01/07, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/2/2026) pagi buta ini sontak membuat geger warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di area yang cukup padat aktivitas.

Baca juga: Tragis! Tawuran Berujung Maut di Jalan Mayjen Sutoyo Renggut Nyawa Remaja, 16 Anak Diamankan Polisi

Beruntung, respons cepat dari petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Peristiwa memerahnya langit Ragunan ini bermula sekitar pukul 05.00 WIB. Waktu di mana sebagian besar warga Jakarta baru saja bangun tidur atau bersiap untuk berangkat kerja.

Menurut laporan yang diterima oleh pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, api sudah terlihat membesar saat laporan pertama kali masuk.

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi darurat tersebut.

Tantangan utama dalam penanganan kebakaran di pagi buta adalah akses dan kecepatan respons sebelum api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

"Kami menerima informasi kebakaran yang telah membesar pada pukul 05.00 WIB," ujar Asril kepada awak media.

Melihat potensi bahaya yang besar karena objek yang terbakar adalah gudang penyimpanan peralatan yang mungkin berisi bahan mudah terbakar, Gulkarmat Jakarta Selatan tidak main-main dalam menurunkan armadanya.

Strategi "serangan fajar" dilakukan untuk memastikan api tidak memiliki kesempatan untuk meluas ke pemukiman warga.

"Kami langsung mengerahkan 17 unit mobil pemadam dengan jumlah 76 personel ke lokasi," tambah Asril.

Pengerahan 76 personel ini membuktikan keseriusan petugas dalam menangani si jago merah.

Puluhan petugas berjibaku menyemprotkan air dari berbagai sisi untuk memutus rantai api. 

Berkat kerja keras dan koordinasi yang apik di lapangan, api yang melahap area seluas kurang lebih 200 meter persegi tersebut berhasil dikuasai dalam waktu kurang dari setengah jam.

Asril merinci lini masa pemadaman yang dilakukan timnya. Api berhasil dilokalisir atau dikurung agar tidak merambat pada pukul 05.27 WIB.

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, "Jakarta Mengaji" Gelar Santunan Yatim di Tugu Proklamasi: Perkuat Adab Menuju Kota Global

Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan ke tahap pendinginan (cooling) pada pukul 05.46 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di balik reruntuhan material bangunan.

"Penanganan kebakaran ini dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 06.35 WIB," tegasnya.

Kepanikan di lokasi kejadian diceritakan langsung oleh salah seorang warga setempat bernama Rayyan.

Menurut kesaksiannya, ia adalah salah satu orang pertama yang menyadari adanya ketidakberesan di gudang tersebut.

Rayyan menuturkan bahwa api pertama kali terlihat berkobar di bagian belakang gudang.

Situasi semakin menegangkan karena saat api mulai membesar, pintu utama gudang masih dalam keadaan terkunci rapat.

Tidak ada aktivitas karyawan di dalam karena waktu masih menunjukkan dini hari. Hal ini membuat warga kesulitan untuk melakukan pemadaman mandiri di tahap awal.

"Api pertama kali terlihat di bagian belakang gudang dengan kondisi sudah membesar. Saat itu, pintu utama gudang masih dalam keadaan terkunci," tutur Rayyan.

Melihat api yang kian mengganas, Rayyan bersama beberapa warga lainnya tidak tinggal diam.

Mereka berinisiatif melakukan upaya paksa untuk membuka pintu gudang sembari menunggu bantuan datang.

Tindakan cepat warga yang segera menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) juga menjadi faktor kunci keselamatan lingkungan sekitar.

"Kami berupaya membuka paksa pintu gudang sebelum akhirnya menghubungi petugas Gulkarmat. Untungnya petugas cepat tiba di lokasi, sehingga api tidak meluas ke bangunan lainnya," tandas Rayyan dengan nada lega.

Setelah api berhasil dipadamkan, fokus beralih pada penyelidikan penyebab kebakaran.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi kejadian, Asril Rizal mengungkapkan bahwa dugaan kuat penyebab kebakaran adalah korsleting listrik atau hubungan arus pendek.

Baca juga: Jakarta Punya Spot Baru! Wagub Rano Karno Resmikan SDGs Corner Pertama Indonesia di Museum Bahari

"Kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik," jelas Asril.

Kabar baiknya, di tengah kerugian materiil yang melanda pemilik usaha katering akibat hangusnya gudang seluas 200 meter persegi tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam insiden ini.

Seluruh proses evakuasi dan pemadaman berjalan lancar tanpa hambatan berarti yang membahayakan nyawa petugas maupun warga.

Belajar dari insiden di Ragunan ini, ada pelajaran penting yang bisa kamu ambil. Korsleting listrik masih menjadi momok utama penyebab kebakaran di Jakarta.

Seringkali, instalasi listrik yang sudah tua, penggunaan kabel yang tidak standar (SNI), atau penumpukan steker pada satu terminal menjadi pemicu utamanya.

Bagi kamu yang memiliki tempat usaha atau gudang yang sering ditinggal dalam keadaan kosong di malam hari, pastikan untuk selalu melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala.

Memasang alat pendeteksi asap (smoke detector) dan menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga merupakan investasi keselamatan yang sangat krusial.

Kejadian di Jalan Kebagusan Raya ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bahaya kebakaran bisa mengintai kapan saja, bahkan di pagi yang paling tenang sekalipun.

Kewaspadaan kamu dan kecepatan melapor ke petugas adalah kunci untuk meminimalisir dampak bencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU