Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 17:36 WIB

Tragis! Tawuran Berujung Maut di Jalan Mayjen Sutoyo Renggut Nyawa Remaja, 16 Anak Diamankan Polisi

Author

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur Amankan 16 Pelaku Tawuran (Polda Metro Jaya via ANTARA)

JAKARTA - Aksi kekerasan jalanan yang melibatkan remaja kembali mencoreng wajah Ibu Kota.

Sebuah video viral yang memperlihatkan sekelompok anak muda saling serang menggunakan senjata tajam di Jalan Mayjen Sutoyo, Makasar, Jakarta Timur, kini berujung duka mendalam. 

Bukan hanya menimbulkan keresahan bagi kamu yang melintas di kawasan tersebut, insiden ini harus dibayar mahal dengan hilangnya satu nyawa.

Polisi pun bergerak cepat merespons kejadian ini dengan mengamankan belasan remaja yang diduga terlibat dalam aksi brutal tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, terutama menjelang bulan suci Ramadhan 2026, di mana eskalasi tawuran kerap meningkat. 

Baca juga: Sambut Ramadhan 1447 H, "Jakarta Mengaji" Gelar Santunan Yatim di Tugu Proklamasi: Perkuat Adab Menuju Kota Global

Peristiwa nahas ini bermula pada Selasa (10/2/2026), ketika dua kelompok remaja terlibat bentrokan sengit di arah Cililitan, Jakarta Timur.

Aksi saling kejar sembari mengacungkan senjata tajam ini sempat terekam kamera warga dan viral setelah diunggah oleh akun Instagram @warungjurnalis.

Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa beringasnya para pelaku yang masih di bawah umur ini.

Nahas, seorang remaja menjadi korban keganasan tawuran tersebut. Ia menderita luka parah akibat sabetan senjata tajam.

Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, takdir berkata lain.

Wakasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, mengkonfirmasi kabar duka ini.

"Benar, telah terjadi kekerasan fisik terhadap anak berupa tawuran yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia," ujar Sri saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Korban menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 09.15 WIB.

Merespons video viral dan laporan masyarakat, Polres Metro Jakarta Timur langsung melakukan pemetaan lokasi dan penelusuran identitas para pelaku.

Hasilnya, sebanyak 16 anak berhasil diamankan oleh petugas gabungan dari Polsek dan instansi terkait.

"Anak-anak yang ada di dalam rekaman video itu semua sudah kami amankan. Kurang lebih ada 16 orang yang kami lakukan pemeriksaan," jelas Sri.

Proses hukum kini telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Penyidik Unit PPA bekerja maraton untuk melengkapi alat bukti guna menjerat pihak yang paling bertanggung jawab atas tewasnya korban.

Dari 16 anak yang diamankan, polisi telah mengerucutkan fokus pada empat orang yang diduga kuat sebagai pelaku utama.

Baca juga: Jakarta Punya Spot Baru! Wagub Rano Karno Resmikan SDGs Corner Pertama Indonesia di Museum Bahari

"Untuk sementara, ada empat terduga, tapi masih kami dalami. Bisa saja bertambah, tergantung hasil gelar perkara," tambah Sri.

Ia juga menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk memastikan penerapan pasal yang tepat sesuai dengan sistem peradilan pidana anak, sehingga proses hukum berjalan transparan dan tidak keliru.

Langkah polisi tidak berhenti pada penangkapan. Sri mengungkapkan bahwa sempat terdeteksi adanya indikasi rencana aksi balasan antar-kelompok pasca-kejadian.

Namun, berkat kesigapan aparat yang melakukan pendekatan persuasif dan pengamanan ketat, potensi bentrokan lanjutan berhasil diredam.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, khususnya menyambut bulan Ramadhan 2026 yang tinggal menghitung hari, Polres Metro Jakarta Timur telah mendirikan 27 Posko Terpadu dalam rangka mendukung Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Jaya.

Posko ini tersebar di titik-titik rawan, termasuk lokasi kejadian di Jalan Mayjen Sutoyo.

Petugas akan berjaga mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB keesokan harinya, rentang waktu yang dinilai paling rawan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Setiap posko diawaki oleh 20 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI (Kodim 0505), Pemerintah Kota Jakarta Timur (Satpol PP), hingga elemen masyarakat.

"Kami kumpulkan, lakukan pemeriksaan, lalu kami serahkan kembali kepada orang tuanya masing-masing dalam kondisi aman dan kondusif," tutur Sri mengenai sebagian anak yang statusnya hanya sebagai saksi atau partisipan pasif.

Insiden ini menjadi "alarm" bagi para orang tua. Polisi mengimbau agar kamu sebagai orang tua atau kakak, lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anggota keluarga, terutama di malam hari.

Jangan sampai penyesalan datang terlambat saat orang terkasih menjadi korban atau pelaku kekerasan jalanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara News

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU