Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:50 WIB

PPKD Jakarta Pusat Gelar Pelatihan Barista Batch 1 2026, Minat Warga Membludak

Author

Pelatihan Barista Batch 1 Tahun 2026 oleh PPKD Jakarta Pusat (Folmer/Berita Jakarta)

JAKARTA - Budaya "ngopi" di Jakarta bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan sudah menjadi gaya hidup yang melekat kuat di kalangan anak muda ibu kota.

Menjamurnya kedai kopi, mulai dari coffee shop kekinian di Jakarta Selatan hingga kedai kopi susu gula aren di gang-gang sempit, menciptakan peluang kerja yang sangat besar bagi profesi peracik kopi atau barista.

Namun, menjadi barista profesional yang andal tidak cukup hanya bermodal nekat.

Dibutuhkan skill, pengetahuan mendalam tentang biji kopi, hingga teknik penyeduhan yang tepat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Pusat kembali membuka peluang emas bagi kamu yang ingin terjun ke industri ini dengan menggelar pelatihan barista angkatan (batch) pertama di tahun 2026.

Baca juga: PPKD Jakut Sukses Selenggarakan Pelatihan Kerja untuk 1.160 Peserta

Langkah ini menjadi angin segar bagi warga Jakarta yang ingin meningkatkan kompetensi kerja mereka tanpa harus mengeluarkan biaya kursus yang mahal.

Namun, kabar pembukaan pelatihan ini langsung disambut dengan antusiasme yang luar biasa, bahkan bisa dibilang membludak, yang menandakan betapa tingginya minat warga terhadap profesi ini.

Meskipun baru memasuki awal tahun, persaingan untuk mendapatkan slot pelatihan di PPKD Jakarta Pusat ternyata sangat ketat.

Kepala PPKD Jakarta Pusat, E. Suzukiana, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai rasio pendaftar dengan kuota yang tersedia.

Pada hari Jumat (13/2/2026), Suzukiana menyebutkan bahwa jumlah warga yang mendaftar untuk kejuruan barista ini mencapai ratusan orang.

Angka ini sangat kontras dengan kuota peserta yang disediakan oleh pihak PPKD.

"Warga yang mendaftar kejuruan barista mencapai ratusan orang. Padahal satu sesi pelatihan direkrut sebanyak 20 peserta," ujar Suzukiana saat memberikan keterangannya.

Tingginya animo masyarakat ini menunjukkan bahwa warga Jakarta semakin sadar akan pentingnya sertifikasi dan pelatihan formal sebelum terjun ke dunia kerja.

Dengan hanya 20 orang yang diterima per angkatan, proses seleksi tentu menjadi sangat kompetitif.

Namun, bagi kamu yang belum beruntung di batch pertama ini, jangan berkecil hati. 

Suzukiana menegaskan bahwa mereka yang sudah mendaftar namun belum terpanggil akan dimasukkan ke dalam kategori waiting list atau daftar tunggu untuk angkatan berikutnya.

"Peserta yang telah mendaftar ikut pelatihan barista akan masuk kategori waiting list," tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, PPKD Jakarta Pusat merencanakan pelatihan barista ini akan digelar sebanyak empat kali sepanjang tahun 2026.

Baca juga: Mencari Ketenangan di Tengah Kota: 3 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Jakarta Pusat

Jadi, kesempatan kamu untuk belajar meracik kopi secara profesional masih terbuka lebar di gelombang-gelombang selanjutnya.

Apa saja yang akan kamu pelajari jika lolos seleksi ini? Program pelatihan di PPKD Jakarta Pusat tidak main-main. Suzukiana menjelaskan bahwa durasi pelatihan akan berlangsung selama 30 hari kerja.

Waktu satu bulan ini dirancang secara intensif untuk mengubah seorang pemula menjadi tenaga kerja yang siap pakai.

Selama masa pelatihan, para peserta tidak hanya diajarkan cara menuang air panas ke bubuk kopi.

Kurikulum yang disiapkan mencakup coffee knowledge (pengetahuan dasar tentang kopi), hingga teknik penyeduhan yang bervariasi.

"Selama 30 hari ke depan para peserta akan bisa menjadi barista dengan pengetahuan yang mumpuni," jelas Suzukiana.

Kamu akan diajarkan cara menyajikan kopi menggunakan mesin espresso yang umum digunakan di kafe-kafe besar, hingga teknik manual brew yang kini makin digandrungi para penikmat kopi specialty.

Menariknya, seluruh materi ini akan diajarkan langsung oleh instruktur profesional yang memang sudah berpengalaman di bidang industri kopi.

Tujuan akhir dari pelatihan ini tentu saja adalah penyerapan tenaga kerja. Data dari PPKD Jakarta Pusat menunjukkan tren yang sangat positif terkait alumni pelatihan barista mereka.

Suzukiana membeberkan bahwa tingkat keberhasilan lulusan pelatihan ini sangat tinggi.

"Sekitar 80 hingga 90 persen peserta yang telah mengikuti pelatihan barista di PPKD Jakarta Pusat langsung bekerja," ungkapnya dengan optimis.

Angka keberhasilan ini bukan tanpa alasan. Sertifikat pelatihan yang dikeluarkan oleh PPKD memiliki bobot tersendiri di mata recruiter atau pemilik usaha kopi.

Meskipun banyak jaringan kedai kopi besar (coffee chain) yang memiliki program pelatihan internal, kandidat yang sudah memiliki dasar pengetahuan yang kuat dari PPKD tentu lebih dilirik.

"Seperti outlet kopi yang memiliki ratusan cabang, tentu ada pelatihan dasar. Namun jika sudah pernah mengikuti pelatihan barista di PPKD maka hal tersebut menjadi poin plus yang dipertimbangkan," tandas Suzukiana.

Baca juga: Kurangi Beban Bantargebang, Pemkot Jakpus Masifkan Pengelolaan Sampah di 100 RW ProKlim

Bagi kamu yang sedang mencari kerja atau ingin banting setir karir menjadi barista, memantau informasi pendaftaran di PPKD Jakarta Pusat adalah langkah awal yang cerdas. 

Selain mendapatkan ilmu dan sertifikat, kamu juga membuka peluang jejaring untuk langsung terserap ke industri yang sedang bergeliat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU