Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun (Folmer/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan jika Jakarta tiba-tiba "tenggelam" dalam tumpukan limbah karena Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sudah tak sanggup lagi menampung beban?
Masalah klasik Ibu Kota ini bukan lagi sekadar isu kebersihan visual semata, melainkan bom waktu ekologis yang menuntut aksi nyata dari setiap warganya.
Menyadari urgensi tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat tidak tinggal diam.
Mereka kini bergerak agresif menggandeng masyarakat melalui program RW ProKlim (Program Kampung Iklim) untuk mengubah wajah pengelolaan sampah langsung dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Langkah konkret ini terlihat jelas saat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat menggelar sosialisasi pengelolaan sampah di lingkungan RW ProKlim, pada Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Mencari Ketenangan di Tengah Kota: 3 Rekomendasi Masjid untuk Itikaf di Jakarta Pusat
Acara yang berlangsung di Jakarta Pusat ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, yang membawa pesan penting bagi warga, perang melawan sampah adalah bagian vital dari mitigasi perubahan iklim.
Dalam kesempatan tersebut, Eric PZ Lumbun menekankan bahwa pola pikir atau mindset warga Jakarta mengenai sampah harus segera berevolusi.
Membuang sampah pada tempatnya saja tidak lagi cukup. Tantangannya adalah bagaimana mengelola sampah tersebut agar tidak membebani bumi.
“Pengelolaan sampah tidak sekadar masalah kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan," ujar Eric di hadapan para pengurus RW dan pegiat lingkungan yang hadir.
Menurut Eric, kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu langkah nyata atau "bentuk komitmen pengelolaan sampah secara baik" untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Seperti yang kamu ketahui, tumpukan sampah organik yang tidak terkelola dapat menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang memperparah pemanasan global.
Dengan mengelola sampah di level RW, warga Jakarta Pusat turut berkontribusi menurunkan emisi karbon kota.
Lantas, apa saja strategi yang didorong oleh Pemkot Jakarta Pusat?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta