Warga Petukangan Selatan Segera Bebas Genangan! Revitalisasi Saluran Air di Jalan Haji Jaid Tembus 70 Persen
JAKARTA - Masalah genangan air di jalan lingkungan sering kali menjadi "musuh bebuyutan" bagi warga Jakarta, terutama saat musim hujan tiba.
Genangan tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga merusak infrastruktur jalan dan mengganggu kenyamanan.
Namun, kabar baik datang bagi kamu yang tinggal di kawasan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.
Keluhan mengenai akses jalan yang kerap tergenang di Jalan Haji Jaid kini sedang ditangani dengan serius oleh pemerintah setempat.
Proyek revitalisasi saluran air yang dinanti-nanti warga kini sudah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026
Koordinator Lapangan Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Pesanggrahan, Halim, memberikan pembaruan terkini mengenai proyek vital ini.
Hingga hari ini, Jumat (13/2/2026), progres pengerjaan normalisasi saluran air di Jalan Haji Jaid, RT 03/05, Kelurahan Petukangan Selatan, telah mencapai angka yang menggembirakan, yakni 70 persen.
Pengerjaan ini merupakan respons nyata pemerintah terhadap aspirasi warga. Sebelumnya, warga kerap mengeluhkan kondisi saluran lama yang terlalu kecil dan dangkal.
Akibatnya, setiap kali hujan deras mengguyur, air tidak tertampung dan meluap hingga menutupi badan jalan.
Halim menegaskan bahwa revitalisasi ini adalah tindak lanjut konkret atas usulan masyarakat yang menginginkan lingkungan tempat tinggal mereka bebas dari genangan.
"Progresnya sudah sekitar 70 persen. Kami targetkan selesai akhir bulan ini," ujar Halim saat meninjau lokasi.
Lantas, apa yang berbeda dari saluran baru ini? Untuk memastikan daya tampung air yang lebih maksimal, Dinas SDA tidak lagi menggunakan metode konvensional.
Revitalisasi kali ini mengadopsi penggunaan beton pracetak berbentuk huruf U atau yang dikenal dengan U-ditch.
Spesifikasi yang digunakan adalah U-ditch berukuran 40 HD.
Material ini dikenal memiliki durabilitas tinggi dan kemampuan alir yang lebih baik dibandingkan pasangan batu kali biasa.
Proyek ini mencakup panjang area sejauh 80 meter, yang diharapkan cukup signifikan untuk mengatasi titik-titik rawan genangan di sepanjang jalan tersebut.
Di balik rapinya pemasangan beton-beton tersebut, terdapat kerja keras para "pahlawan infrastruktur" Jakarta.
Pengerjaan dilakukan secara manual dengan melibatkan lima personel Pasukan Biru.
Baca juga: Cegah Genangan Air di Jalan Raya Cacing, Pasukan Biru dan PPSU "Gempur" Sedimen Saluran Air
Mereka bekerja dengan teliti untuk memastikan elevasi dan kemiringan saluran tepat, sehingga air dapat mengalir lancar menuju pembuangan akhir.
Meskipun progresnya sudah signifikan, perjalanan proyek ini bukan tanpa hambatan.
Dimulai sejak 9 Desember 2025, tim di lapangan harus berhadapan dengan tantangan cuaca ekstrem yang melanda Jakarta di awal tahun 2026.
Halim menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi sering kali menjadi kendala utama yang memperlambat ritme kerja.
Masalah teknis muncul ketika hujan turun saat proses pengerjaan sedang berlangsung. Debit air di saluran eksisting tiba-tiba meningkat tajam.
Hal ini tidak hanya membahayakan pekerja, tetapi juga mempengaruhi kualitas teknis pengerjaan.
Struktur saluran yang baru dipasang membutuhkan kondisi kering agar dapat terpasang sempurna dan kokoh.
"Kendalanya, jika hujan turun, air naik pada sebagian saluran yang sudah dikerjakan sehingga struktur saluran menjadi lebih lama kering," ungkap Halim menjelaskan situasi di lapangan.
Kendati demikian, tim SDA tetap optimis dan bekerja lembur untuk mengejar target penyelesaian di akhir Februari ini.
Upaya keras jajaran SDA Kecamatan Pesanggrahan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Afandi, salah satu warga Jalan Haji Jaid, menyampaikan apresiasinya terhadap respon cepat pemerintah dalam merealisasikan usulan warga.
Bagi Afandi dan tetangganya, proyek ini bukan sekadar perbaikan selokan, melainkan perbaikan kualitas hidup sehari-hari.
"Supaya kondisi saluran menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Saya berharap upaya ini dapat menjadi solusi terbaik terkait genangan yang kerap terjadi di jalan ini," tandas Afandi penuh harap.
Dengan tuntasnya proyek ini nanti, diharapkan Jalan Haji Jaid tidak lagi menjadi langganan genangan air.
Hal ini bukti bahwa kolaborasi antara laporan aktif warga dan respons cepat pemerintah (Dinas SDA) dapat menciptakan lingkungan Jakarta yang lebih nyaman dan manusiawi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta