JAKARTA - Pernahkah kamu terjebak macet parah di kawasan Cakung-Cilincing (Cacing) hanya karena genangan air yang tak kunjung surut usai hujan deras?
Masalah klasik di jalur logistik utama Jakarta Timur ini memang sering bikin pusing pengguna jalan maupun warga sekitar.
Genangan air tidak hanya menghambat lalu lintas kendaraan besar, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara motor.
Menyadari urgensi tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Cakung akhirnya bergerak cepat melakukan "operasi penyelamatan" saluran air hari ini.
Pada Jumat (13/2/2026), pemandangan berbeda terlihat di Jalan Raya Cakung-Cilincing, tepatnya di wilayah RT 09/RW 08, Kelurahan Cakung Barat.
Belasan petugas berseragam biru dan oranye tampak sibuk berjibaku dengan lumpur dan beton di dalam selokan. Ini adalah upaya konkret untuk menormalisasi fungsi saluran yang selama ini “mati suri” akibat tersumbat.
Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Cakung, Dian Nur Cahyono, menjelaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menangani aduan masyarakat terkait potensi banjir di titik ini.
Ia mengerahkan tim khusus untuk memastikan air bisa mengalir lancar kembali ke saluran penghubung.
"Total ada 11 personel Pasukan Biru yang dikerahkan untuk pengerukan crossing saluran air di Jalan Raya Cacing," ujar Dian saat ditemui di lokasi kegiatan.
Pengerahan personel ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pemantauan di lapangan, saluran air di lokasi tersebut mengalami pendangkalan yang sangat parah.
Sedimentasi lumpur telah mengeras dan menumpuk, membuat kapasitas tampung air berkurang drastis saat hujan turun. Jika tidak segera dikeruk, genangan air dipastikan akan meluap ke badan jalan dan memicu kemacetan panjang.
Ada fakta menarik sekaligus memprihatinkan yang diungkap oleh Dian Nur Cahyono terkait penyebab sumbatan di saluran crossing (saluran yang melintang di bawah jalan) sepanjang 12 meter tersebut.
Ternyata, musuh utama aliran air di sana bukan hanya sampah plastik atau lumpur alami, melainkan material beton kanstin pembatas jalan.
"Kendala di lapangan antara lain banyaknya material kanstin yang masuk ke dalam crossing akibat terdorong kendaraan truk kontainer yang kerap parkir di lokasi," terang Dian.
Kebiasaan buruk pengemudi truk kontainer yang memarkir kendaraan berat mereka di bahu jalan secara sembarangan sering kali merusak infrastruktur.
Beban berat truk mendorong kanstin hingga jebol dan jatuh ke dalam saluran.
Akibatnya, aliran air terblokir oleh beton-beton besar tersebut, memperparah sedimentasi yang sudah mencapai ketebalan kurang lebih 50 sentimeter.
Lebar saluran yang hanya satu meter menjadi semakin sempit, membuat air tidak memiliki jalan keluar.
Baca juga: Kurangi Beban Bantargebang, Pemkot Jakpus Masifkan Pengelolaan Sampah di 100 RW ProKlim
Operasi pembersihan ini sebenarnya sudah dimulai sejak awal pekan ini. Dian menjelaskan bahwa pengerukan sedimen padat telah dilakukan secara intensif pada tanggal 10 hingga 11 Februari 2026.
"Kegiatan dilanjutkan pada hari ini, 13 Februari 2026, dengan membersihkan saluran air di sepanjang Jalan Raya Cacing sekitar satu kilometer," tambahnya.
Langkah ini diperkuat dengan kolaborasi bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cakung Barat.
Sinergi antara "Pasukan Biru" dan "Pasukan Oranye" ini diharapkan mampu mempercepat proses normalisasi sebelum puncak musim hujan kembali datang.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cakung Barat, Rina Syamsudin, menambahkan detail mengenai area kerja bakti hari ini.
Fokus utamanya adalah memastikan crossing saluran air benar-benar bersih dari sumbatan agar konektivitas antar saluran berjalan baik.
"Kerja bakti dilakukan mulai dari pertigaan RGTC hingga pertigaan Kalimalang atau Inspeksi PAM sepanjang kurang lebih satu kilometer," ungkap Rina.
Area ini dikenal sebagai titik vital karena merupakan pertemuan arus lalu lintas padat dan sering menjadi lokasi genangan air yang cukup tinggi.
Upaya keras para petugas di lapangan mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Ketua RT 09/08 Kelurahan Cakung Barat, Hifzillah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja keras mengangkat sedimen dan material beton dari dalam saluran.
Bagi warga dan pengguna jalan, kebersihan saluran ini adalah kunci kenyamanan beraktivitas.
Genangan air di Jalan Raya Cacing sering kali melumpuhkan akses warga dan menghambat ekonomi lokal.
"Mudah-mudahan setelah saluran dibersihkan, air bisa mengalir dengan lancar dan tidak lagi terjadi genangan," tandas Hifzillah penuh harap.
Kini, setelah saluran bersih, tugas selanjutnya ada di tangan kamu dan kita semua sebagai warga.
Menjaga ketertiban dengan tidak membuang sampah sembarangan dan, yang tak kalah penting, menertibkan parkir liar kendaraan berat adalah kunci agar kerja keras Pasukan Biru hari ini tidak sia-sia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta