Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 16:43 WIB

Kerja Produktif Nggak Cuma Soal Target! Sudinkes Kepulauan Seribu Kupas Tuntas K3 dan Gizi Lewat "Bisik"

Author

Kegiatan Bincang Asik (Bisik) Sudinkes Kepulauan Seribu (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu merasa cepat lelah saat bekerja, sering sakit punggung karena posisi duduk yang salah, atau justru merasa burnout karena pekerjaan yang menumpuk?

Jika iya, mungkin kamu sedang mengabaikan dua hal paling fundamental dalam dunia kerja: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta asupan gizi.

Sering kali, kita terlalu fokus mengejar target hingga lupa bahwa tubuh dan mental adalah aset utama yang harus dijaga.

Memahami urgensi tersebut, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu menghadirkan solusi edukatif melalui acara “Bincang Asik” (Bisik) yang digelar hari Kamis (12/2/2026).

Bertempat di Ruang Penyu, Lantai 6, Gedung Mitra Praja, Sunter Agung, Jakarta Utara, kegiatan yang berlangsung pada Kamis (12/2) ini mengangkat tema kolaboratif antara Bulan K3 Nasional dan Hari Gizi Nasional.

Baca juga: Jakarta Selatan Masih Aman dari Ancaman Superflu: Sudinkes Tekankan Pentingnya Pola Hidup Bersih di Musim Hujan

Acara ini menjadi sebuah langkah konkret untuk menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya aman, tetapi juga menyehatkan bagi para pekerjanya.

Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Tri Indrawa, menegaskan bahwa peringatan ini tidak boleh berhenti pada tataran seremonial belaka.

Menurutnya, kesadaran akan lingkungan kerja yang aman dan pemenuhan gizi adalah kunci utama dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Dalam sambutannya, Tri menyoroti masalah yang sering dianggap sepele oleh pekerja kantoran.

"Lingkungan perkantoran sering kali menyimpan potensi risiko yang terabaikan, seperti kelelahan kerja, ergonomi atau posisi duduk yang kurang tepat, hingga pola hidup yang tidak sehat," ujarnya.

Ia menambahkan, tanpa penerapan budaya K3 yang baik, produktivitas hanyalah angan-angan.

Oleh karena itu, momentum ini harus dimaknai sebagai upaya memperkuat kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh pegawai untuk lebih peduli terhadap pencegahan penyakit akibat kerja. 

"Keselamatan kerja dan gizi yang baik merupakan fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing guna mendukung pembangunan daerah berkelanjutan," tegas Tri.

Sementara itu, Kepala Sudinkes Kepulauan Seribu, Ghamal Ahmad Permana, menjelaskan bahwa acara ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung sejak 12 Januari hingga 12 Februari, serta Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari lalu.

"Ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk membiasakan pola makan bergizi seimbang. Harapannya, masyarakat Kepulauan Seribu tumbuh menjadi generasi emas yang sehat dan berkualitas," ungkap Ghamal.

Antusiasme peserta pun terlihat sangat tinggi. Ghamal mencatat, kegiatan yang digelar secara hybrid (daring dan luring) ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta.

Mereka terdiri dari berbagai elemen, mulai dari ASN, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), pelajar, hingga masyarakat umum.

Sesuai dengan namanya, acara "Bincang Asik" menyajikan sesi diskusi yang mendalam namun tetap santai dengan menghadirkan tiga pembicara utama yang kompeten untuk membedah isu kesehatan dari berbagai sisi. 

Baca juga: Jakarta Makin Canggih! Aktivasi Identitas Digital Tembus Target Nasional, Kepulauan Seribu Jadi yang Tertinggi

Di mana dr. Anita Suryani memaparkan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perkantoran sebagai pilar utama menciptakan lingkungan kerja yang aman dan minim risiko cedera fisik.

Selain itu, Esti Nurwanti sebagai ahli gizi membahas strategi penerapan gizi seimbang tidak hanya bagi pekerja tetapi juga untuk keluarga di rumah.

Terakhir, Kus Hanna Rahmi, seorang psikolog, menyoroti pentingnya kesehatan mental di tempat kerja dengan membawa perspektif modern tentang work-life balance dalam bingkai K3.

Melalui materi-materi tersebut, para peserta diajak untuk memahami bahwa kesehatan kerja bukan hanya soal helm proyek atau rompi keselamatan, tetapi juga tentang bagaimana kamu duduk, apa yang kamu makan, dan bagaimana kamu mengelola stres di kantor.

Menutup kegiatan, Ghamal Ahmad Permana mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga mempraktikkan ilmu yang didapat.

"Mari wujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif dengan mematuhi standar K3. Melalui komitmen ini, penerapan K3 dan perbaikan status gizi masyarakat dapat berjalan optimal," tandasnya.

Bagi kamu yang bekerja di Jakarta, inisiatif dari Sudinkes Kepulauan Seribu ini menjadi pengingat yang valid: produktivitas tinggi dimulai dari tubuh yang sehat dan pikiran yang jernih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU