Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 19 JANUARI 2026 • 09:38 WIB

Jakarta Selatan Masih Aman dari Ancaman Superflu: Sudinkes Tekankan Pentingnya Pola Hidup Bersih di Musim Hujan

Jakarta Selatan Masih Aman dari Ancaman Superflu: Sudinkes Tekankan Pentingnya Pola Hidup Bersih di Musim HujanKepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan, Debi Intan Suri (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Di tengah kekhawatiran masyarakat akan munculnya berbagai varian penyakit baru pasca pandemi, kabar melegakan datang dari wilayah Jakarta Selatan.

Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan secara resmi memastikan bahwa hingga saat ini, wilayah kerjanya masih steril dari temuan kasus "superflu" atau yang secara medis dikenal sebagai Influenza A.

Konfirmasi ini menjadi angin segar bagi warga Jakarta Selatan, sekaligus menjadi pengingat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik berlebihan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri, merasa perlu meluruskan kesalahpahaman yang beredar di masyarakat terkait istilah "superflu".

Menurutnya, dalam dunia medis dan diagnosis penyakit resmi, istilah superflu sebenarnya tidak dikenal. Kata tersebut hanyalah sebutan populer atau istilah awam yang merujuk pada varian virus Influenza A (H3N2) subclade K.

Baca juga: Genangan di Kecamatan Cakung Surut Total, Warga Kembali Beraktivitas Normal

Penjelasan ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam ketakutan akibat penggunaan istilah yang terdengar menyeramkan.

Debi menjelaskan bahwa meskipun namanya terdengar "super", gejala klinis yang ditimbulkan oleh varian ini sejatinya sangat mirip dengan flu biasa yang sering kita temui.

Indikatornya meliputi demam tinggi, tubuh menggigil, batuk, pilek, hingga rasa nyeri yang mengganggu saat menelan.

Oleh karena itu, jika warga merasakan gejala-gejala tersebut, disarankan untuk segera mencari pengobatan standar sebagaimana penanganan influenza pada umumnya, tanpa harus merasa cemas berlebihan bahwa mereka terkena penyakit misterius yang berbahaya.

Debi menuturkan bahwa influenza adalah penyakit yang bersifat musiman. Kemunculan dan penyebarannya sangat dipengaruhi oleh situasi lingkungan serta perubahan cuaca yang ekstrem.

Mengingat kondisi langit Jakarta yang belakangan ini kerap diselimuti mendung dan diguyur hujan deras, risiko penyebaran virus penyakit pernapasan memang cenderung meningkat.

Kelembapan udara yang tinggi seringkali menjadi media yang kondusif bagi virus untuk bertahan hidup lebih lama.

Secara spesifik, virus ini memiliki kecenderungan menyerang kelompok masyarakat yang memiliki sistem pertahanan tubuh lemah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Jakarta Selatan Masih Aman dari Ancaman Superflu: Sudinkes Tekankan Pentingnya Pola Hidup Bersih di Musim Hujan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!