Pemkot Jakarta Utara Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono, Target Kelar Bulan Ini!
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu lewat di bawah jalan tol atau melihat sudut kota yang seharusnya rapi malah berubah menjadi kumuh karena tumpukan sampah?
Pemandangan tak sedap ini sering kali membuat kita mengelus dada, merusak estetika kota, dan pastinya menimbulkan bau yang mengganggu.
Menjawab keresahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara akhirnya mengambil langkah tegas dan cepat.
Kini, mereka tengah mengebut proses pembersihan "gunung sampah" yang bersarang di kawasan kolong Tol Ir. Wiyoto Wiyono.
Langkah ini bukan sekadar pembersihan biasa, melainkan upaya serius untuk mengembalikan wajah Jakarta Utara yang lebih manusiawi dan tertata.
Baca juga: Asal-Usul Nama 6 Kecamatan di Jakarta Utara yang Penuh Sejarah Unik dan Jarang Diketahui!
Lokasi yang menjadi fokus utama operasi bersih-bersih ini berada di Jalan Danau Cincin Utara, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menjelaskan bahwa penanganan sampah ini dilakukan secara bertahap namun pasti.
Tim di lapangan memulai dengan menyisir area pinggir tol terlebih dahulu, sebelum merangsek masuk membersihkan bagian kolong yang selama ini menjadi titik buta penumpukan limbah.
Pembersihan saja tidak cukup jika sumber masalahnya tidak dihentikan.
Wawan Budi Rohman mengungkapkan bahwa Pemkot Jakut telah menyiapkan strategi preventif agar kolong tol tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.
Salah satu langkah kuncinya adalah pembatasan akses fisik menuju lokasi tersebut.
Ke depannya, area kolong tol ini akan dirancang khusus agar hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor.
Mengapa demikian? Berdasarkan pantauan di lapangan, disinyalir banyak gerobak sampah liar yang memanfaatkan akses terbuka untuk masuk dan membuang muatan sampah mereka secara sembarangan di area tersebut.
Dengan membatasi akses kendaraan besar atau gerobak, diharapkan siklus pembuangan sampah ilegal ini bisa diputus.
Namun, pemerintah tidak hanya melarang tanpa memberi solusi. Wawan menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan titik pembuangan sampah resmi di lahan kosong sekitar lokasi.
Penentuan titik ini akan disesuaikan dengan arahan teknis dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, sehingga warga tetap memiliki tempat yang legal dan teratur untuk membuang limbah rumah tangga mereka.
Masalah sampah adalah masalah bersama yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan.
Oleh karena itu, pendekatan sosial juga dilakukan. Wawan telah menginstruksikan lurah bersama pengurus RW setempat untuk segera menggelar "rembuk warga".
Forum ini bertujuan untuk duduk bersama mencari solusi agar masyarakat berhenti membuang sampah sembarangan.
Pemerintah sadar bahwa fasilitas dan edukasi harus berjalan beriringan.
Setelah titik pembuangan sampah yang jelas disediakan, peran serta pengurus lingkungan sangat vital untuk terus mengimbau warganya agar disiplin membuang sampah pada tempatnya.
Kolaborasi antara fasilitas pemerintah dan kesadaran warga inilah kunci keberhasilan jangka panjang.
Keseriusan Pemkot Jakut terlihat jelas dari data di lapangan. Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Amir, membeberkan progres penanganan sampah di kawasan tersebut yang cukup impresif.
Hingga Rabu (11/2/2026), proses pembersihan di kolong tol dan sekitarnya diperkirakan telah mencapai angka 70 persen.
Amir menargetkan seluruh operasi pembersihan ini tuntas pada bulan Februari ini juga.
Tidak tanggung-tanggung, total sampah yang berhasil diangkut dari lokasi tersebut sudah mencapai kurang lebih 50 rit truk.
Semua sampah tersebut langsung dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk diproses lebih lanjut.
Angka ini menunjukkan betapa masifnya tumpukan sampah yang selama ini tersembunyi di sana.
Demi mengejar target penyelesaian, Amir mengerahkan sumber daya yang maksimal.
Sejak hari Senin hingga Rabu ini, sebanyak 13 armada truk besar dikerahkan untuk mengangkut material sampah.
Tak hanya tenaga manusia, satu unit alat berat jenis ekskavator juga diturunkan untuk mengeruk tumpukan sampah yang sudah padat dan sulit diangkat secara manual.
Di penghujung keterangannya, Amir menitipkan pesan penting buat kamu dan seluruh warga Jakarta Utara. Upaya keras pemerintah ini butuh dukungan penuh dari masyarakat.
Baca juga: Perkuat Garda Terdepan di Bulan K3, Pemkot Jakarta Utara Terima Donasi 1.000 APD dari Rider Group
Kebersihan lingkungan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika pemerintah dan masyarakat berjalan seiring.
Jadi, yuk mulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta