Keren! RPTRA Tiga Durian Jaksel Jadi Percontohan Nasional, Pemkab Sumbawa Barat Lakukan Studi Banding
JAKARTA - Pernahkah kamu menyadari bahwa fasilitas publik yang sering kamu lewati atau gunakan sehari-hari di Jakarta ternyata menjadi "kiblat" pembangunan bagi daerah lain di Indonesia?
Keberadaan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Selatan kini tak hanya berfungsi sebagai taman bermain atau tempat kumpul warga semata.
Lebih dari itu, RPTRA telah bertransformasi menjadi laboratorium sosial dan manajemen kota yang sukses menarik perhatian pemerintah daerah lain untuk mempelajarinya.
Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat yang secara khusus datang ke Jakarta Selatan untuk meniru kesuksesan pengelolaan RPTRA Tiga Durian.
Pada Selasa (10/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menerima kunjungan kerja dari rombongan Pemkab Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Selatan, Wagub Rano Karno Targetkan Embung Kebagusan Rampung Desember 2026
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah misi serius untuk mempelajari tata kelola RPTRA Tiga Durian di Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran.
Langkah ini membuktikan bahwa inovasi tata kota Jakarta mampu memberikan dampak positif secara nasional.
Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hanipah, memimpin langsung rombongan tersebut.
Ia tidak datang sendiri, melainkan membawa para kepala dinas terkait yang nantinya akan menjadi eksekutor teknis di lapangan, serta didampingi oleh perwakilan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
Kehadiran pihak swasta ini menunjukkan adanya pola kemitraan strategis dalam pembangunan daerah mereka.
Menurut Hanipah, pilihan jatuh pada Jakarta Selatan bukan tanpa alasan.
Sebelumnya, pihak Pemkab Sumbawa Barat telah melakukan survei ke beberapa lokasi, termasuk RPTRA di Kelurahan Lubang Buaya.
Namun, setelah melihat langsung, RPTRA Tiga Durian dinilai memiliki fasilitas yang jauh lebih lengkap, representatif, dan sistem pengelolaannya lebih matang.
"Kami telah banyak mendengar hal-hal positif mengenai RPTRA di Jakarta Selatan. Fasilitas di RPTRA Tiga Durian ini kami nilai jauh lebih lengkap dan representatif," ujar Hanipah di sela-sela kunjungannya.
Fokus utama dari studi banding ini sangat mendetail. Hanipah dan timnya ingin mendalami bagaimana Jakarta Selatan mengelola sampah melalui bank sampah yang terintegrasi di RPTRA.
Selain itu, aspek pemberdayaan masyarakat juga menjadi sorotan utama, mulai dari pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), program pemberdayaan perempuan, hingga manajemen kebersihan lingkungan.
Ilmu yang didapat dari Jakarta Selatan ini rencananya akan langsung diaplikasikan di Kota Taliwang, ibu kota Kabupaten Sumbawa Barat.
Hanipah membocorkan bahwa RPTRA percontohan tersebut akan dibangun di kawasan strategis, yakni sekitar Kompleks Kemutar Telu Center (KTC).
Lokasi ini merupakan pusat perkantoran pemerintah daerah yang sebenarnya sudah memiliki fasilitas dasar seperti layanan pendidikan, PAUD, tempat penitipan anak, dan Posyandu.
Namun, fasilitas yang ada saat ini dirasa perlu disempurnakan. Dengan mengadopsi konsep RPTRA Tiga Durian, Pemkab Sumbawa Barat ingin mengintegrasikan semua layanan tersebut menjadi satu kesatuan yang utuh dan modern.
"Pada prinsipnya, kami ingin menyempurnakan fasilitas yang sudah ada dengan mengadopsi konsep RPTRA Jakarta Selatan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bimbingan dan arahan agar dapat menyerap ilmu serta pengalaman berharga dari pengelolaan RPTRA di sini," tambah Hanipah.
Menanggapi antusiasme dari tamu jauh tersebut, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, menyambut baik inisiatif ini.
Menurutnya, kegiatan studi tiru ini adalah momen berbagi praktik baik (best practice) yang akan memperkuat sinergi antardaerah dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan keluarga.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Selatan, Diah Anwar, memberikan perspektif yang lebih dalam mengenai fungsi RPTRA di wilayahnya.
Bagi kamu yang mungkin hanya melihat RPTRA sebagai taman, Diah menjelaskan bahwa tempat ini diposisikan sebagai simpul layanan terpadu sekaligus "laboratorium" bagi PKK DKI Jakarta.
Fungsi RPTRA di Jakarta Selatan sangat kompleks, mencakup Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) yang berperan sebagai paru-paru kota sekaligus tempat interaksi sosial, serta menjadi infrastruktur kota layak anak untuk menjamin pemenuhan hak anak melalui sarana bermain dan belajar.
Selain itu, RPTRA juga berfungsi sebagai pusat ekonomi eeluarga yang menyediakan tempat pelatihan keterampilan dan pemasaran produk UMKM (UP2K), dan sebagai Pusat Informasi Keluarga karena terintegrasi dengan program “Hatinya PKK” dan sistem informasi manajemen.
"Insya Allah, tidak keliru apabila Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memilih Jakarta Selatan sebagai lokasi studi tiru. DKI Jakarta tidak hanya menunjukkan praktik baik dalam pengelolaan RPTRA, PAUD, dan Kota Layak Anak, tetapi juga keberhasilan dalam membangun kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan," tegas Diah.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan ruang publik yang baik di Jakarta mampu menginspirasi pembangunan di wilayah Indonesia Timur.
Dengan adanya transfer pengetahuan ini, diharapkan standar kualitas hidup dan fasilitas ramah anak yang kamu nikmati di Jakarta Selatan, kelak juga bisa dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sumbawa Barat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta