JAKARTA - Memiliki hewan peliharaan yang sehat, lincah, dan aman bagi keluarga tentu menjadi prioritas utama bagi setiap pemilik.
Namun, ancaman virus rabies yang mematikan selalu mengintai jika kita lengah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi "anabul" kesayangan.
Menyadari hal tersebut, langkah preventif yang konkret sangat dibutuhkan untuk memastikan lingkungan tempat tinggal kita bebas dari ancaman penyakit zoonosis ini.
Tepat pada hari Senin (9/2/2026), antusiasme warga terlihat jelas di Kantor Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu, di mana puluhan hewan peliharaan mendapatkan layanan kesehatan vital melalui program vaksinasi rabies gratis.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.
Baca juga: Dominasi Usulan Fisik dan Olahraga Warnai Musrenbang Kelurahan Baru Tahun 2026
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi besar untuk mempertahankan status DKI Jakarta sebagai kota bebas rabies.
Virus rabies sendiri dikenal sangat fatal karena menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan atau air liur.
Kepala Satuan Pelaksana KPKP Kecamatan Pasar Minggu, Alhamdania, menegaskan urgensi dari kegiatan ini. Menurutnya, vaksinasi adalah benteng pertahanan utama untuk melindungi hewan sekaligus manusia yang berinteraksi dengannya.
"Kami melaksanakan vaksinasi rabies gratis ini dengan tujuan utama untuk mempertahankan DKI Jakarta sebagai kota bebas rabies," ujar Alhamdania di lokasi kegiatan.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah setempat tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terkait potensi penyebaran virus mematikan ini di wilayah ibu kota.
Respons masyarakat terhadap program ini terbilang positif. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan berhasil memvaksinasi total 49 ekor Hewan Penular Rabies (HPR).
Angka ini menunjukkan kesadaran warga Pejaten Barat yang cukup tinggi terhadap kesehatan hewan peliharaan mereka.
Dari total 49 ekor hewan yang divaksinasi, 47 ekor di antaranya adalah kucing dan 2 ekor sisanya yakni anjing.
Dominasi jumlah kucing dalam vaksinasi kali ini mencerminkan tren hewan peliharaan yang populer di kawasan pemukiman padat seperti Jakarta Selatan.
Meskipun jumlah anjing yang divaksinasi lebih sedikit, hal ini tetap menjadi kontribusi penting dalam memutus mata rantai penularan rabies di lingkungan perumahan.
Satu hal yang perlu kamu ketahui, proses vaksinasi ini tidak dilakukan secara sembarangan.
Petugas medis veteriner dari Suku Dinas KPKP menerapkan standar operasional prosedur yang ketat sebelum menyuntikkan vaksin.
Alhamdania menjelaskan bahwa setiap hewan harus melalui tahap screening atau pemeriksaan kesehatan awal.
Baca juga: Kabar Gembira! Kapasitas Park and Ride MRT Lebak Bulus Diperluas Berkali Lipat
Petugas harus memastikan bahwa hewan tersebut dalam kondisi layak vaksin (sehat), tidak sedang demam, tidak sedang hamil (untuk betina), nafsu makan baik, dan usianya telah memenuhi syarat minimal untuk menerima vaksin rabies.
Hal ini dilakukan agar vaksin dapat bekerja efektif membentuk kekebalan tubuh tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan hewan tersebut.
"Kami mengajak seluruh pecinta hewan, baik kucing, anjing, kera, maupun musang, untuk membawa hewan peliharaannya ke lokasi vaksinasi yang telah kami sediakan di wilayah Kelurahan Pejaten Barat," terang Alhamdania, memperluas cakupan ajakan tidak hanya untuk pemilik anjing dan kucing, tetapi juga hewan berpotensi menular lainnya.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kolaborasi antara tim teknis KPKP dan pemerintah wilayah setempat.
Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
Menurutnya, kolaborasi ini sangat vital karena menyangkut keselamatan warganya.
"Kami telah menginformasikan kegiatan ini secara masif kepada warga. Langkah ini sangat penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat Pejaten Barat," ungkap Yudi.
Ia juga menambahkan harapannya agar di masa mendatang, antusiasme masyarakat bisa terus meningkat.
"Semoga kesadaran warga untuk membawa hewan peliharaannya mengikuti vaksinasi rabies semakin tinggi," tandasnya.
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Sulap Cawang dan Pasar Baru Jadi Kawasan Berorientasi Transit
Bagi kamu yang memelihara hewan, partisipasi dalam program seperti ini adalah bentuk tanggung jawab sosial.
Rabies adalah penyakit yang belum ada obatnya jika gejala klinis sudah muncul, baik pada hewan maupun manusia.
Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi adalah satu-satunya jalan.
Dengan memanfaatkan fasilitas gratis yang disediakan pemerintah seperti di Pejaten Barat ini, kamu tidak hanya menghemat biaya perawatan hewan, tetapi juga berkontribusi aktif menciptakan lingkungan Jakarta yang aman, sehat, dan nyaman bagi semua makhluk hidup.
Pastikan kamu selalu memantau jadwal vaksinasi berikutnya di kelurahanmu agar hewan kesayanganmu tetap terlindungi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta