Jelang HUT ke-500, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Soroti Penataan Kota agar Estetik dan Ramah Lingkungan!
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu membayangkan Jakarta punya vibes yang sama kerennya dengan kota-kota metropolis dunia seperti Tokyo, Singapura, atau bahkan Amsterdam?
Bayangan tentang trotoar yang nyaman, tata kota yang rapi, dan udara yang lebih segar tentu menjadi impian kita semua, apalagi buat kamu yang setiap hari harus bergelut dengan hiruk-pikuk ibu kota.
Nah, impian ini ternyata bukan sekadar angan-angan kosong, karena dua tahun lagi Jakarta akan menyentuh usia emasnya yang ke-500 tahun.
Momen bersejarah ini menjadi pecutan semangat bagi para pemangku kebijakan untuk glow up besar-besaran pada wajah Jakarta agar benar-benar layak menyandang status sebagai Global City.
Isu penataan kota ini baru saja disorot tajam oleh Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.
Di tengah tantangan keterbatasan lahan yang semakin sempit dan kebijakan efisiensi anggaran yang ketat, Yuke menekankan bahwa pembenahan Jakarta tidak boleh dilakukan setengah hati.
Ia menegaskan pentingnya perencanaan tata ruang yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurutnya, jika Jakarta ingin disejajarkan dengan kota-kota besar lain di dunia, maka standarnya pun harus ditingkatkan secara maksimal.
Yuke menyampaikan pandangannya ini pada Jumat (6/2/2026), sebagai respons positif atas komitmen Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Sebelumnya, Gubernur Pramono menyatakan keseriusannya menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto melalui "Gerakan Indonesia Asri" (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Yuke menilai bahwa gerakan untuk mempercantik wajah ibu kota ini adalah momentum yang tepat untuk transformasi Jakarta.
Ia menginginkan agar dalam dua tahun ke depan, perubahan fisik kota sudah bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat, menjadikan Jakarta tidak hanya sibuk sebagai pusat ekonomi, tetapi juga nyaman sebagai tempat tinggal.
Namun, Yuke memberikan catatan penting bahwa upaya mempercantik kota tidak boleh hanya mengejar keindahan visual semata.
Membangun taman yang instagramable memang bagus, tetapi aspek kebermanfaatan jangka panjang jauh lebih krusial. Ia mencontohkan dalam pemilihan jenis tanaman untuk taman kota.
Sebaiknya, tanaman yang dipilih bukan hanya yang sedap dipandang mata, melainkan juga jenis tanaman yang mudah dirawat dan hemat air.
Hal ini merupakan bentuk kreativitas dalam menemukan konsep beautifikasi yang tepat guna sekaligus ramah lingkungan, sehingga tidak membebani anggaran perawatan di masa depan.
Lebih jauh lagi, Yuke juga mendorong pemanfaatan teknologi modern yang berwawasan lingkungan dalam penataan kota.
Salah satu ide yang ia lontarkan adalah penggunaan lampu penerangan jalan atau taman yang bertenaga surya (solar cell).
Langkah ini dinilai sangat relevan untuk mendukung citra Jakarta sebagai kota modern yang peduli terhadap isu energi berkelanjutan.
Dengan demikian, penataan kota yang dilakukan pemerintah tidak hanya berakhir sebagai proyek kosmetik, tetapi memiliki nilai efisiensi dan manfaat ekologis yang nyata bagi warga Jakarta.
Harapan Yuke ini sejalan dengan langkah-langkah konkret yang tengah disiapkan oleh Gubernur Pramono Anung.
Dalam rangka menyukseskan Gerakan Indonesia Asri, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun serangkaian rencana aksi yang menyasar masalah-masalah klasik ibu kota.
Kamu pasti sering merasa terganggu dengan pemandangan kabel utilitas yang semrawut di udara, bukan?
Masalah ini menjadi salah satu prioritas penertiban, bersamaan dengan program pembersihan sampah secara masif dan program gentengisasi untuk merapikan atap-atap permukiman agar terlihat lebih seragam dan rapi dari ketinggian.
Tidak hanya itu, kenyamanan pejalan kaki juga menjadi fokus utama. Pramono menegaskan akan memperketat pengawasan terhadap fungsi trotoar.
Jalur pedestrian yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki sering kali beralih fungsi menjadi lapak pedagang kaki lima (PKL), dan hal ini akan ditertibkan untuk mengembalikan hak kamu sebagai pejalan kaki.
Selain itu, penertiban atribut politik yang sering kali dipasang sembarangan di fasilitas publik seperti flyover juga akan digalakkan karena dinilai sangat mengganggu estetika kota dan membahayakan keselamatan lalu lintas.
Kombinasi antara visi DPRD yang menekankan pada keberlanjutan dan aksi eksekutif yang fokus pada pembenahan lapangan ini diharapkan mampu membawa Jakarta naik kelas.
Menjelang usia setengah milenium, sudah saatnya Jakarta bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya megah gedung-gedungnya, tetapi juga manusiawi dan asri lingkungannya.
Menurutmu, sudut kota Jakarta mana yang paling butuh makeover segera agar lebih estetik dan nyaman?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta