Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 JANUARI 2026 • 16:53 WIB

Dukung Normalisasi Kali Ciliwung, Komisi D DPRD DKI Jakarta Minta Warga Aktifkan Kembali Kerja Bakti Rutin

Dukung Normalisasi Kali Ciliwung, Komisi D DPRD DKI Jakarta Minta Warga Aktifkan Kembali Kerja Bakti RutinKali Ciliwung, Jakarta (Andri Widiyanto/Berita Jakarta)

JAKARTA - Masalah banjir yang kerap menghantui Ibu Kota Jakarta setiap musim penghujan menuntut solusi yang tidak hanya cepat, tetapi juga terukur dan berkelanjutan.

Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kini memprioritaskan normalisasi tiga aliran sungai utama, yakni Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Barat, mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari legislatif.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ida Mahmuda, menilai strategi ini sebagai langkah cerdas untuk solusi jangka menengah dan panjang dalam pengendalian banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Jakarta.

Pada hari Senin (26/1/2026), Ida menyampaikan pandangannya bahwa kebijakan untuk memfokuskan anggaran dan sumber daya pada titik-titik strategis tersebut adalah keputusan yang sangat realistis.

Normalisasi sungai di area krusial seperti Ciliwung dan Krukut diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi debit air yang meluap ke pemukiman warga saat curah hujan tinggi terjadi.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Mengintai Jakarta, Komisi D DPRD DKI Desak Pemprov Perkuat Mitigasi dan Hapus Ego Sektoral

Dukungan ini muncul di tengah harapan publik agar Jakarta memiliki sistem tata kelola air yang lebih baik di masa depan.

Fokus Penanganan Banjir yang Terukur dan Realistis

Dalam keterangannya, Ida menekankan bahwa penanganan banjir di kota metropolitan sebesar Jakarta tidak bisa dilakukan secara membabi buta di semua lokasi dalam waktu yang bersamaan. 

Keterbatasan anggaran, alat berat, dan tenaga kerja menuntut adanya skala prioritas. 

Menurut politisi senior Kebon Sirih ini, pemerintah daerah tidak mungkin menangani seluruh wilayah Jakarta secara serentak karena hal tersebut justru berpotensi membuat pengerjaan menjadi tidak tuntas dan tidak maksimal.

Oleh karena itu, penetapan fokus pada Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Barat dinilai sudah sangat tepat sasaran.

Meskipun demikian, Ida memberikan catatan penting bahwa fokus pada proyek besar tidak boleh membuat Pemprov DKI melupakan kewajiban rutin di wilayah lain.

Ia menggarisbawahi bahwa wilayah yang tidak masuk dalam konsentrasi utama normalisasi tetap harus mendapatkan perhatian.

Kegiatan pemeliharaan rutin seperti pengurasan saluran penghubung (PHB), perbaikan turap yang longsor, dan pembersihan gorong-gorong harus tetap berjalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Dukung Normalisasi Kali Ciliwung, Komisi D DPRD DKI Jakarta Minta Warga Aktifkan Kembali Kerja Bakti Rutin

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!