Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 10:24 WIB

Penataan Tanah TPU Kebon Nanas Jatinegara Dikebut, Target Rampung Total Pekan Depan!

Author

Penataan Lahan di TPU Kebon Nanas, Jatinegara, Jakarta Timur (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya bekerja berpacu dengan waktu di tengah medan berlumpur dan cuaca yang tak menentu demi mengubah wajah sebuah fasilitas publik?

Itulah drama dan kerja keras yang saat ini sedang berlangsung di kawasan Jatinegara. Pemandangan berbeda kini tengah terlihat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Suara deru alat berat dan kesibukan puluhan petugas menjadi penanda bahwa kawasan pemakaman ini sedang bersolek.

Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) sedang mengebut proses penataan lahan yang selama ini dinanti-nantikan oleh warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, progres pengerjaan di lapangan dilaporkan telah menyentuh angka yang cukup signifikan, yakni sekitar 60 persen.

Baca juga: Mengenal Tugu Salak Condet: Ikon Jakarta Timur yang Menyimpan Sejarah Manis di Balik Hiruk Pikuk Kota

Meskipun angka persentase penyelesaian sudah lebih dari separuh jalan, proses di lapangan bukanlah tanpa hambatan.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, mengungkapkan bahwa timnya harus "berkawan" dengan cuaca yang belakangan ini sangat sulit diprediksi.

Faktor alam menjadi tantangan terbesar bagi para pekerja di lapangan dalam menyelesaikan mandat penataan ini.

Hujan deras yang kerap turun disertai angin kencang memaksa pekerjaan harus dihentikan sementara demi keselamatan para pekerja dan efektivitas penggunaan alat berat.

Namun, semangat untuk menuntaskan pekerjaan tidak surut begitu saja.

Dwi menegaskan bahwa setiap kali langit cerah dan cuaca mendukung, tim di lapangan langsung bergerak cepat melanjutkan proses penataan.

Target yang dipasang pun tidak main-main. Pihak Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur menargetkan seluruh proses penataan lahan ini dapat rampung sepenuhnya pada pekan depan.

Optimisme ini dibangun atas dasar evaluasi kinerja harian yang terus menunjukkan tren positif meskipun terhalang kendala cuaca.

Kamu mungkin bertanya-tanya, seberapa besar pengaruh hujan terhadap sebuah proyek penataan lahan? Ternyata dampaknya sangat krusial.

Dwi menjelaskan secara teknis bahwa kondisi tanah di area TPU Kebon Nanas didominasi oleh tanah merah.

Sifat tanah merah yang menjadi sangat licin saat terkena air hujan menyebabkan akses masuk ke area TPU menjadi sangat sulit untuk dilalui kendaraan berat.

Hal ini berdampak langsung pada mobilitas truk pengangkut yang bertugas membuang puing-puing sisa bangunan.

Ketika akses jalan menjadi bubur lumpur, truk-truk besar tersebut tidak dapat masuk ke titik lokasi pengangkutan, sehingga ritme kerja terpaksa melambat.

Baca juga: 6 SMK Negeri Terbaik di Jakarta Timur Paling Favorit: Jurusan Lengkap Mulai dari Manajemen Hingga Tata Boga

Kendati demikian, strategi "buka-tutup" kerja saat cuaca cerah menjadi solusi taktis untuk mengejar ketertinggalan durasi waktu.

Fokus utama dari penataan ini tidak hanya meratakan tanah, melainkan juga menertibkan area dari bangunan yang tidak seharusnya berada di sana.

Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur, Made Widhi Adnyana Surya Pratita, menambahkan detail penting mengenai kemajuan fisik di lapangan.

Kabar baiknya adalah seluruh bangunan liar yang sebelumnya memadati dan mengganggu estetika serta fungsi area TPU Kebon Nanas kini sudah berhasil dibongkar seluruhnya.

Langkah tegas ini diambil untuk mengembalikan fungsi lahan sebagaimana mestinya, yaitu sebagai ruang terbuka hijau dan area pemakaman yang layak serta nyaman bagi para peziarah.

Untuk mempercepat proses clearing area pasca-pembongkaran, pihak Suku Dinas tidak hanya mengandalkan tenaga manusia.

Made mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua unit alat berat yang terus dioperasikan di lokasi.

Alat-alat berat ini memiliki tugas ganda yang krusial, yaitu meratakan kontur lahan agar rapi dan mengangkut tumpukan puing-puing sisa bongkaran bangunan liar ke dalam truk pengangkut.

Puing-puing tersebut tidak dibuang sembarangan, melainkan diangkut menuju kawasan Rawa Bebek untuk dimanfaatkan kembali sebagai material urukan lahan di sana.

Hal ini menunjukkan adanya siklus manajemen limbah konstruksi yang terencana antarwilayah di Jakarta Timur.

Di balik deru mesin alat berat, terdapat kerja keras puluhan personel yang turun langsung ke lapangan.

Setiap harinya, sekitar 30 personel gabungan yang terdiri dari unsur Pasukan Hijau dan Pasukan Biru dikerahkan secara bergantian. 

Sinergi antar-pasukan ini sangat vital untuk memastikan sisa-sisa material kecil yang tidak terjangkau oleh alat berat dapat dibersihkan dengan tuntas.

Selain personel manusia, armada logistik juga disiapkan dengan matang.

Baca juga: Meski Genangan Telah Surut, PMI Jakarta Timur Sigap Salurkan Bantuan Logistik ke Pulo Gebang

Sebanyak empat unit truk disiagakan dan terus bergerak bolak-balik untuk proses pengangkutan material keluar dari area TPU. 

Dengan kolaborasi antara alat berat, armada truk, dan puluhan personel yang solid, wajah baru TPU Kebon Nanas yang lebih asri dan tertata rapi diharapkan dapat segera dinikmati oleh masyarakat luas dalam hitungan hari ke depan.

Nah, bagaimana menurut kamu mengenai langkah tegas penataan fasilitas umum ini?

Apakah kamu setuju bahwa penertiban bangunan liar di area pemakaman akan membuat lingkungan menjadi lebih nyaman dan sakral?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU