JAKARTA - Bayangkan sorak-sorai yang menggema di GOR Tri Dharma, Gresik, ketika sebuah tim yang terluka justru bangkit dengan kekuatan penuh dan melibas lawannya tanpa ampun.
Itulah gambaran drama yang tersaji pada pembukaan putaran kedua Proliga 2026 hari ini.
Tidak ada yang menduga bahwa pertarungan yang diprediksi akan berjalan sengit justru berakhir dengan dominasi mutlak satu sisi.
Jakarta Popsivo Polwan tampil trengginas dan sukses membungkam perlawanan Jakarta Livin Mandiri dengan kemenangan telak tiga set langsung, sebuah pernyataan tegas bahwa mereka adalah kandidat kuat juara musim ini.
Pertandingan yang digelar pada Sabtu (31/1/2026) ini menjadi panggung pembuktian bagi skuad Popsivo.
Baca juga: Permalukan Medan Falcons 3 Set Langsung Tanpa Ampun, Trio Salas-Shcherban-Megawati Tampil Menggila!
Setelah sebelumnya menelan pil pahit akibat kekalahan dari Jakarta Electric PLN Mobile, motivasi untuk bangkit terlihat jelas di mata para pemain.
Hasil akhir dengan skor 3-0 (25-14, 32-30, 25-18) menjadi bukti sahih bahwa Popsivo telah melakukan evaluasi besar-besaran dan kembali ke jalur kemenangan.
Sementara bagi Jakarta Livin Mandiri, hasil minor ini menjadi tamparan keras yang menuntut perbaikan segera jika ingin tetap bersaing di kompetisi profesional paling bergengsi di Indonesia tersebut.
Benteng Pertahanan Kokoh Redam Serangan Bintang Lawan
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit, Jakarta Popsivo Polwan langsung mengambil inisiatif serangan.
Tidak ingin memberi ruang bagi lawan untuk mengembangkan permainan, mereka menerapkan strategi pressure tinggi.
Di sisi lain, Jakarta Livin Mandiri sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka mencoba membangun serangan melalui kombinasi pemain bintang mereka seperti Yolla Yuliana, serta dua legiun asing andalan, Ana Bjelica dan pemain anyar asal Polandia, Weronika Szlagowska.
Nama-nama besar ini seharusnya menjadi jaminan mutu lini serang, namun apa yang terjadi di lapangan justru sebaliknya.
Upaya serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Livin Mandiri seolah membentur tembok tebal.
Pertahanan Popsivo Polwan tampil luar biasa solid hari itu. Koordinasi antara Chelsea Berliana dan Naysila di lini belakang dan depan benar-benar membuat frustrasi para spiker lawan.
Blok-blok rapat dan dig penyelamatan bola yang akurat membuat serangan Livin Mandiri kerap kandas di tengah jalan.
Ketidakmampuan Livin Mandiri menembus pertahanan ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Popsivo untuk melakukan serangan balik cepat.
Alhasil, set pertama ditutup dengan skor yang sangat mencolok, 25-14 untuk keunggulan Popsivo.
Drama Deuce Panjang dan Ketenangan Arsela Nuari
Memasuki set kedua, atmosfer pertandingan berubah drastis menjadi jauh lebih panas dan menegangkan.
Jakarta Livin Mandiri yang tidak ingin dipermalukan begitu saja mulai menemukan ritme permainan mereka.
Mereka memberikan perlawanan sengit yang memaksa Popsivo bekerja dua kali lebih keras.
Kejar-mengejar angka terjadi sepanjang set, menciptakan ketegangan yang dirasakan oleh setiap penonton di tribun maupun yang menyaksikan dari layar kaca.
Tidak ada tim yang mau mengalah, hingga laga harus berlanjut ke babak jus atau deuce yang sangat panjang dan menguras emosi.
Pada momen-momen krusial seperti inilah mental juara berbicara. Di saat tekanan berada di puncaknya, ketenangan para pemain Popsivo menjadi pembeda utama.
Sosok Arsela Nuari muncul sebagai pahlawan di set neraka ini. Dengan ketenangan yang luar biasa, Arsela mampu melepaskan serangan cerdas yang tidak mampu diantisipasi oleh blok lawan di poin-poin kritis.
Aksi gemilang Arsela memastikan Popsivo mengunci kemenangan dramatis dengan skor 32-30.
Kemenangan di set kedua ini seolah meruntuhkan mental bertanding para pemain Livin Mandiri yang sudah berjuang habis-habisan namun tetap gagal mencuri set.
Kehilangan set kedua yang begitu ketat tampaknya memberikan dampak psikologis yang besar bagi kubu Jakarta Livin Mandiri.
Memasuki set ketiga, momentum sepenuhnya berada di tangan Jakarta Popsivo Polwan.
Livin Mandiri terlihat kesulitan untuk keluar dari tekanan dan pola permainan mereka mulai terbaca dengan mudah oleh lawan.
Kesalahan-kesalahan sendiri mulai sering terjadi, sementara Popsivo semakin percaya diri dalam melancarkan variasi serangan.
Blok kokoh yang menjadi andalan Popsivo kembali menjadi mimpi buruk bagi Livin Mandiri, meredam setiap upaya kebangkitan lawan.
Dominasi ini terus berlanjut hingga akhirnya Popsivo menutup pertandingan dengan skor 25-18 di set ketiga.
Baca juga: Mengenal Weronika Szlagowska: Bintang Baru Jakarta Livin' Mandiri Pengganti Ceyda Aktas
Hasil impresif ini sangat krusial untuk menjaga asa Popsivo Polwan bersaing di papan atas klasemen sementara Proliga 2026.
Di sisi lain, pelatih dan manajemen Jakarta Livin Mandiri memiliki pekerjaan rumah yang menumpuk untuk mengevaluasi konsistensi permainan mereka agar bisa bangkit pada laga selanjutnya.
Bagaimana menurut pendapat kamu tentang performa Popsivo Polwan kali ini? Apakah mereka kandidat kuat juara tahun ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan