JAKARTA - Bayangkan ketegangan sebuah laga bertajuk "Derby Jakarta" yang biasanya sarat gengsi dan drama panjang, namun kali ini justru berakhir dengan dominasi mutlak yang membuat ribuan pasang mata terbelalak.
Itulah yang terjadi di lapangan voli GOR Tri Dharma, Gresik, pada Jumat (30/1/2026) sore.
Dalam lanjutan kompetisi Proliga 2026 yang kian memanas, tim voli putri Jakarta Elektrik PLN Mobile tampil bak raksasa yang tak tersentuh.
Mereka berhasil mengirimkan pesan ancaman yang nyata kepada seluruh rival di liga dengan melibas Jakarta Popsivo Polwan tiga set langsung tanpa balas.
Kamu mungkin mengira pertandingan ini akan berjalan alot hingga lima set mengingat sejarah persaingan kedua tim.
Namun, realita di lapangan berkata lain. Jakarta Elektrik PLN menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0, melalui skor 25-23, 25-19, dan skor telak 25-12 di set penutup.
Hasil ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bukti betapa matangnya strategi yang diterapkan oleh tim pelatih Elektrik PLN musim ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan wasit, aroma kemenangan sudah tercium dari kubu Elektrik PLN.
Mereka turun dengan kepercayaan diri tinggi, memadukan kekuatan pemain senior yang kaya pengalaman dengan energi meledak-ledak dari para pemain muda.
Kombinasi ini terbukti menjadi senjata mematikan yang gagal diantisipasi oleh kubu lawan.
Pertandingan sesungguhnya sempat menyajikan tontonan yang mendebarkan di set pembuka. Kamu bisa merasakan tensi tinggi ketika kedua tim saling kejar-mengejar angka.
Jakarta Popsivo Polwan yang dimotori oleh pemain asing kawakan, Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena, mencoba memberikan perlawanan sengit. Jual beli serangan terjadi, dan pertahanan kedua tim diuji habis-habisan.
Namun, di sinilah mental juara berbicara. Saat skor berada di poin-poin kritis, ketenangan seorang Ersandrina Devega menjadi pembeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan