Selasa, 27 JANUARI 2026 • 14:15 WIB

Hadiri Peresmian Rumah Sakit Primaya di Cakung, Pramono Anung: Hospitality Kunci Layanan Kesehatan, Bukan Sekadar Teknologi Canggih

Author

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Acara Grand Opening RS Primaya (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Paradigma pelayanan kesehatan di Jakarta kini tengah didorong ke arah yang lebih humanis.

Di tengah pesatnya kemajuan alat medis dan digitalisasi rumah sakit, aspek sentuhan manusia atau keramahtamahan (hospitality) justru menjadi sorotan utama. 

Hal ini ditegaskan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri acara Grand Opening Rumah Sakit Primaya di kawasan Cakung, Jakarta Timur, pada hari Selasa (27/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyoroti bahwa kenyamanan pasien adalah separuh dari kesembuhan itu sendiri, sebuah elemen yang sering kali terlupakan di balik dinginnya teknologi medis.

Kedatangan orang nomor satu di Jakarta ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan membawa pesan kuat bagi seluruh pelaku industri kesehatan.

Baca juga: Tunda Perbaikan Jalan Rusak di Jakarta, Pramono Anung: Percuma Jika Masih Hujan, Aspal Pasti Terkelupas Lagi

Pramono menekankan bahwa kunci kualitas layanan kesehatan modern tidak lagi hanya bergantung pada seberapa canggih mesin MRI atau seberapa modern ruang operasi yang dimiliki sebuah rumah sakit.

Lebih dari itu, bagaimana cara tenaga medis dan staf rumah sakit memperlakukan pasien adalah nilai tawar yang sesungguhnya.

Menurutnya, persoalan hospitality menjadi sangat krusial karena dampak psikologis yang ditimbulkannya terhadap pasien.

Ketika seorang pasien merasa disambut dengan hangat dan dilayani dengan hati, rasa tenang akan muncul, dan ketenangan inilah yang menjadi fondasi awal proses penyembuhan.

Pentingnya Keramahtamahan dalam Dunia Medis

Pramono memberikan apresiasi tinggi terhadap prinsip yang diusung oleh Rumah Sakit Primaya, yang menempatkan keramahtamahan sebagai ujung tombak pelayanan mereka.

Ia melihat bahwa pendekatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini yang mendambakan pelayanan yang memanusiakan manusia. 

Harapan besar disematkan agar siapa pun yang melangkahkan kaki ke rumah sakit tersebut, minimal sudah merasakan ketenangan batin terlebih dahulu sebelum mendapatkan tindakan medis.

Rasa aman dan nyaman yang dibangun melalui senyum, sapa, dan empati dari para staf medis dinilai mampu mengurangi kecemasan pasien yang biasanya tinggi saat menghadapi masalah kesehatan.

Namun, pujian terhadap sektor swasta ini juga dibarengi dengan evaluasi tajam terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Pramono tidak menutup mata bahwa persoalan keramahtamahan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar, terutama di rumah sakit pelat merah.

Ia menilai bahwa standar hospitality yang diterapkan di rumah sakit swasta seperti Primaya harus bisa diadopsi oleh fasilitas kesehatan publik.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri saat ini mengelola jaringan kesehatan yang sangat luas, mencakup 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 44 Puskesmas tingkat kecamatan, dan 292 Puskesmas Pembantu yang tersebar di seluruh penjuru ibu kota.

Tantangan Layanan Kesehatan di Jakarta

Dalam arahannya yang tegas, Pramono meminta jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melakukan transformasi budaya pelayanan.

Baca juga: Atasi Banjir di Jakarta Utara, Gubernur Pramono Anung Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung Akhir Tahun 2027

Ia menekankan kepada Kepala Dinas Kesehatan bahwa perubahan yang paling utama dan mendesak untuk dilakukan adalah pada aspek hospitality.

Gubernur menegaskan bahwa tidak boleh ada pembedaan perlakuan antara pasien umum dengan pasien BPJS.

Semua tingkatan masyarakat berhak mendapatkan senyum dan pelayanan yang ramah. 

Reformasi pelayanan ini dianggap vital agar RSUD tidak lagi dipandang sebelah mata dan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta dalam hal kenyamanan, bukan hanya soal keterjangkauan biaya.

Dukungan pemerintah terhadap ekspansi sektor kesehatan swasta juga terlihat jelas. Pramono menyatakan komitmennya untuk mempermudah proses perizinan bagi pendirian rumah sakit baru di Jakarta.

Semakin banyak rumah sakit yang berdiri, semakin kompetitif layanan yang diberikan, dan pada akhirnya masyarakatlah yang akan diuntungkan dengan banyaknya pilihan fasilitas kesehatan yang berkualitas.

Kehadiran RS Primaya di Cakung, Jakarta Timur, diharapkan dapat membawa manfaat nyata bagi warga sekitar yang membutuhkan akses cepat terhadap layanan medis berstandar tinggi.

Mencegah Pasien Berobat ke Luar Negeri

Pandangan Gubernur ini didukung penuh oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, yang turut hadir dalam peresmian tersebut.

Dante mengungkapkan sebuah fakta menarik bahwa pembukaan RS Primaya di Cakung ini menandai operasional rumah sakit ke-192 di wilayah Jakarta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas fisik sebenarnya sudah cukup melimpah.

Namun, Dante menyoroti fenomena ironis di mana masih banyak masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta, yang lebih memilih terbang ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan.

Menurut Dante, alasan utama eksodus pasien ke negara tetangga sering kali bukan karena dokter di Indonesia kurang pintar atau alatnya kurang canggih, melainkan karena faktor pelayanan.

Hospitality atau keramahtamahan telah menjadi standar mutlak dalam kompetisi global layanan kesehatan. Pasien mencari pengalaman berobat yang nyaman, di mana mereka didengar dan dihargai.

Oleh karena itu, Dante menegaskan bahwa jika rumah sakit di Indonesia ingin memenangkan kompetisi melawan rumah sakit di Penang (Malaysia) atau Singapura, maka perbaikan standar keramahtamahan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. 

Baca juga: Ciptakan Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak-Anak, Pemkot Jaksel Tegaskan Standar Baru Fasilitas Publik

Sinergi antara teknologi canggih dan sentuhan kemanusiaan yang hangat adalah kunci masa depan kesehatan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU