Rabu, 21 JANUARI 2026 • 09:35 WIB

Dramatis! 70 Personel Damkar Berjibaku Jinakkan Kobaran Api di Pabrik Tahu Petukangan Utara

Author

Petugas Damkar dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan di Pabrik Tahu Petukangan Utara (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Keheningan malam di kawasan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Rabu (21/1/2026) dini hari.

Langit yang gelap seketika memerah akibat kobaran api hebat yang melahap sebuah pabrik tahu yang berlokasi di Jalan Masjid Darul Falah, RT 05/010.

Insiden kebakaran yang terjadi di tengah pemukiman padat penduduk ini memicu respons cepat dan masif dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan demi mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya yang mengintai di balik aktivitas industri rumahan jika tidak diawasi dengan ketat.

Beruntung, kesigapan petugas pemadam kebakaran berhasil menghindarkan warga dari kerugian nyawa, meskipun kerugian materiil tak terelakkan.

Baca juga: Transjakarta Rute Harapan Indah-Pulo Gadung Tambah Halte Baru, Cek Detailnya di Sini

Operasi pemadaman ini melibatkan puluhan personel yang bertarung melawan waktu dan api yang mengamuk.

Respons Cepat Mencegah Perambatan Masif

Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, menjelaskan kronologi respons timnya terhadap insiden tersebut.

Laporan mengenai kebakaran pertama kali diterima oleh pihak damkar dari warga setempat pada pukul 00.28 WIB.

Saat laporan masuk, kondisi di lapangan dilaporkan sudah sangat genting dengan api yang telah membesar, melalap struktur bangunan pabrik.

Mengingat lokasi pabrik yang berada di area yang cukup padat, risiko perambatan api ke rumah-rumah warga di sekitarnya menjadi ancaman yang sangat nyata.

Tanpa membuang waktu, pihak Sudin Gulkarmat langsung mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian.

Armada tersebut didukung oleh 70 personel terlatih yang siap bertaruh nyawa untuk menaklukkan si jago merah.

Asril menegaskan bahwa pengerahan unit dalam jumlah besar ini adalah langkah taktis untuk segera memblokir jalur api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Strategi pengepungan api dilakukan dari berbagai sisi untuk memastikan permukiman warga tetap aman dari jilatan api.

Bangunan pabrik tahu yang menjadi objek kebakaran merupakan bangunan semi permanen dengan luas area mencapai sekitar 700 meter persegi.

Material bangunan yang semi permanen serta banyaknya bahan mudah terbakar di dalam pabrik membuat api dengan cepat membesar dan menyulitkan upaya pemadaman awal.

Namun, berkat kerja keras dan koordinasi yang solid antar petugas, api berhasil dilokalisir pada pukul 01.38 WIB.

Setelah api utama berhasil dikuasai, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang bisa memicu penyalaan kembali.

Operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 02.10 WIB.

Baca juga: Kabar Gembira! Gubernur Pramono Anung Siapkan Rute Transjabodetabek Langsung Bandara-Blok M dan Cawang-Jababeka

Dugaan Kebocoran Gas dan Kesalahan Penanganan Awal

Berdasarkan penyelidikan awal dan data yang dihimpun di lapangan, Asril Rizal mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kebocoran gas yang terjadi saat proses memasak sedang berlangsung.

Aktivitas produksi tahu yang memang melibatkan penggunaan kompor berskala besar dan minyak panas menjadi faktor risiko tinggi dalam insiden ini.

Meskipun api melalap habis bangunan pabrik, Asril memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa dramatis ini.

Di sisi lain, kesaksian warga memberikan gambaran betapa mencekamnya detik-detik awal kebakaran terjadi.

Fidya, salah seorang warga yang berada di lokasi, menuturkan bahwa api bermula dari salah satu kompor yang sedang digunakan untuk menggoreng tahu. 

Situasi berubah kacau ketika api tiba-tiba membesar dan keluar dari kendali para pekerja.

Bahaya Menyiram Minyak dengan Air

Fidya juga menceritakan upaya pemadaman mandiri yang sempat dilakukan warga sebelum petugas datang, yang justru menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat luas.

Awalnya, warga berusaha memadamkan api yang menyala di penggorengan menggunakan air. Namun, tindakan tersebut justru membuat api semakin mengamuk.

Secara teknis, menyiram kebakaran yang disebabkan oleh minyak dengan air adalah tindakan berbahaya karena dapat menyebabkan ledakan uap yang menyebarkan api lebih luas.

Menyadari api semakin tak terkendali, warga kemudian mencoba menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta meminta bantuan tetangga sekitar.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api sudah terlanjur besar. Akhirnya, warga segera menghubungi petugas Gulkarmat sebagai langkah terakhir.

Baca juga: Meski Genangan Telah Surut, PMI Jakarta Timur Sigap Salurkan Bantuan Logistik ke Pulo Gebang

Fidya mengaku sangat lega dan mengapresiasi gerak cepat petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan yang segera tiba di lokasi.

Berkat kesigapan mereka, kekhawatiran warga akan meluasnya api ke rumah-rumah penduduk tidak terjadi.

Peristiwa di Petukangan Utara ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pemahaman penanganan kebakaran dini, terutama di tempat usaha yang menggunakan bahan bakar gas dan minyak dalam jumlah besar.

Kecepatan pelaporan warga dan respons sigap petugas pemadam kebakaran terbukti menjadi kunci utama dalam menyelamatkan kawasan tersebut dari kehancuran yang lebih parah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU