Senin, 19 JANUARI 2026 • 09:50 WIB

Kerja Keras di Balik Surutnya Banjir: Suku Dinas SDA Jakarta Utara Kerahkan Puluhan Pompa Lawan Air Pasang

Author

Pompa Mobile Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta (dsda.jakarta.go.id)

JAKARTA - Wilayah Jakarta Utara kembali menghadapi tantangan alam yang tidak ringan pada hari Minggu (18/1) lalu.

Kombinasi antara curah hujan yang cukup tinggi dan fenomena naiknya permukaan air laut atau yang biasa dikenal dengan rob, menciptakan genangan air di sejumlah titik strategis.

Kondisi ini tentu mengganggu aktivitas warga dan kelancaran lalu lintas di akhir pekan. Namun, respons cepat segera ditunjukkan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA).

Dalam upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi ini, Suku Dinas SDA Jakarta Utara tidak tinggal diam.

Sebanyak 22 unit pompa mobile (bergerak) langsung diterjunkan ke titik-titik lokasi yang terdampak genangan cukup parah.

Baca juga: Jakarta Selatan Masih Aman dari Ancaman Superflu: Sudinkes Tekankan Pentingnya Pola Hidup Bersih di Musim Hujan

Langkah taktis ini diambil untuk mempercepat proses penyurutan air yang menggenangi jalan raya maupun pemukiman warga.

Kehadiran pompa mobile ini menjadi ujung tombak penanganan darurat karena fleksibilitasnya yang mampu menjangkau area-area yang sulit dijangkau oleh infrastruktur drainase biasa.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Heria Suwandi, memberikan penjelasan rinci mengenai strategi penanganan banjir yang diterapkan pihaknya pada Senin (19/1/2026).

Menurut Heria, "perang" melawan genangan air ini tidak hanya mengandalkan unit pompa mobile semata. Di balik layar, terdapat kekuatan besar dari sistem pengendali banjir kota yang bekerja tanpa henti.

Heria mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengaktifkan secara penuh 72 unit pompa stasioner yang tersebar di 22 lokasi rumah pompa di seluruh penjuru Jakarta Utara.

Pengoperasian pompa-pompa raksasa ini dilakukan dengan sistem bergantian atau rotasi untuk menjaga kinerja mesin tetap optimal dan menghindari overheat.

Kapasitas sedot dari mesin-mesin ini pun tidak main-main. Masing-masing pompa memiliki kekuatan menyedot air mulai dari 150 liter per detik hingga yang terbesar mencapai 1.000 liter per detik.

Sebuah volume yang masif untuk memindahkan air dari daratan menuju ke saluran pembuangan utama atau laut.
Kendati telah mengerahkan seluruh kekuatan armada dan personel satuan tugas (satgas), Heria mengakui adanya kendala teknis di lapangan yang membuat penanganan genangan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Faktor alam menjadi tantangan utama. 

"Penanganan genangan butuh waktu lama, karena petugas kita sulit untuk mengalirkan air akibat muka air laut sedang tinggi," jelas Heria.

Kondisi air laut yang sedang pasang membuat hukum gravitasi sulit bekerja secara alami. Air yang seharusnya mengalir ke laut justru tertahan, bahkan berpotensi berbalik arah (backwater).

Dalam situasi seperti ini, peran pompa menjadi sangat krusial untuk "memaksa" air keluar melawan tekanan dari laut.

Petugas di lapangan harus bekerja ekstra keras memantau pintu air dan memastikan mesin pompa bekerja maksimal di tengah situasi air pasang tersebut.

Kerja keras tanpa lelah sejak hari Minggu tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada hari Senin. Heria melaporkan bahwa sejumlah lokasi vital yang sempat lumpuh atau terganggu akibat genangan kini telah pulih.

Kawasan elit dan pusat bisnis seperti Jalan Kelapa Gading Boulevard Barat yang sempat terendam sejak Minggu pagi, kini dilaporkan sudah surut total.

Baca juga: Genangan di Kecamatan Cakung Surut Total, Warga Kembali Beraktivitas Normal

Begitu pula dengan Jalan Gunung Sahari Raya di kawasan Pademangan Barat yang merupakan akses vital transportasi, kini sudah bisa dilalui kendaraan dengan normal.

Khusus untuk penanganan di Jalan Gunung Sahari Raya, Heria menyebutkan adanya perlakuan khusus mengingat pentingnya jalan tersebut.

"Untuk penanganan di Jalan Gunung Sahari Raya kita kerahkan enam pompa mobile sekaligus," ujarnya.

Konsentrasi alat berat di titik ini membuktikan prioritas SDA Jakarta Utara dalam memulihkan akses mobilitas warga secepat mungkin.Menutup keterangannya, Heria Suwandi menegaskan komitmen jajarannya untuk tidak melonggarkan kewaspadaan.

Meskipun beberapa titik utama sudah kering, tim SDA Jakarta Utara tetap bersiaga penuh. Ia memastikan bahwa pengerahan pompa mobile akan terus dilakukan hingga dipastikan seluruh kawasan di Jakarta Utara yang terdampak genangan benar-benar tertangani dengan baik.

"Tentunya bila masih ada wilayah lain terdampak, kita upayakan segera tuntas," tandasnya dengan optimisme.

Upaya ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga Jakarta Utara di tengah musim penghujan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU