Rabu, 14 JANUARI 2026 • 07:08 WIB

Drama Penyelamatan Heroik di Perairan Pulau Payung: Tim Gabungan Sigap Evakuasi Penumpang KM Nabilah

Author

Proses penyelamatan penumpang KM Nabilah di Perairan Pulau Payung (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Suasana tegang sempat menyelimuti perairan Pulau Payung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (13/1/2026) kemarin.

Sebuah perjalanan laut yang seharusnya biasa saja berubah menjadi insiden yang membahayakan nyawa ketika kapal nelayan KM Nabilah mengalami kebocoran di tengah laut.

Beruntung, berkat kesigapan petugas gabungan, potensi tragedi berhasil diubah menjadi sebuah operasi penyelamatan yang sukses.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, bekerja sama erat dengan Polsek Kepulauan Seribu Selatan, bergerak cepat melakukan evakuasi.

Aksi heroik ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan warga di perairan merupakan prioritas mutlak bagi para petugas.

Baca juga: Angka RW Kumuh Menurun Sepanjang Tahun 2025, Wali Kota Jakarta Pusat Targetkan Penanganan Terpadu

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menuturkan kronologi peristiwa yang mendebarkan tersebut.

Laporan darurat pertama kali masuk ke meja petugas pada pukul 12.17 WIB. Salah satu penumpang kapal, di tengah kepanikan, berhasil menghubungi petugas untuk meminta pertolongan.

Merespons panggilan darurat tersebut, sistem komando langsung berjalan cepat.

"Begitu menerima informasi, unit kami tidak membuang waktu. Pada pukul 12.20 WIB, atau hanya berselang tiga menit dari laporan, kapal penyelamat KM Satria Biru beserta lima personel andalan langsung diterjunkan menuju titik lokasi," ujar Gatot menjelaskan respons cepat timnya.

Insiden tersebut bermula dari perjalanan KM Nabilah yang bertolak dari Kronjo, Tangerang, pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.

Kapal tersebut membawa enam orang yang terdiri dari penumpang, awak kapal, dan nahkoda dengan tujuan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara.

Namun, alam tampaknya sedang tidak bersahabat. Kondisi cuaca yang memburuk di tengah perjalanan memaksa nahkoda mengambil keputusan untuk bersandar sementara di Pulau Laki pada pukul 09.00 WIB demi keamanan.

Setelah cuaca dirasa cukup aman, perjalanan dilanjutkan kembali sekitar pukul 11.00 WIB. Nahas, saat melintas di perairan Pulau Payung sekitar pukul 12.30 WIB, kapal mengalami masalah teknis yang fatal. 

Bagian lambung sebelah kiri kapal pecah, menyebabkan air laut mulai masuk dan memicu kebocoran. Situasi ini tentu sangat berbahaya jika tidak segera ditangani, mengingat posisi kapal berada di tengah laut lepas.

Setibanya di lokasi kejadian, petugas gabungan langsung memprioritaskan evakuasi manusia. Seluruh penumpang dipindahkan dengan hati-hati ke KM Satria Biru.

Sementara itu, kapal KM Nabilah yang mengalami kerusakan tidak dibiarkan begitu saja, melainkan ditarik dan dibawa menuju Pulau Pramuka untuk penanganan lebih lanjut agar tidak membahayakan jalur pelayaran.

Gatot menyampaikan rasa syukurnya karena operasi berjalan lancar. "Sekitar pukul 13.40 WIB, KM Nabilah bersama seluruh penumpangnya tiba di Pulau Pramuka dalam kondisi aman dan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," ungkapnya.

Agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, Gatot menekankan pesan keselamatan yang krusial bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut.

Baca juga: Tinjau Posko Semper Timur, Wali Kota Jakarta Utara Pastikan Kebutuhan Dasar Pengungsi Terpenuhi dengan Layak

Ia mengimbau agar kelayakan kapal diperiksa secara teliti sebelum berlayar dan selalu memantau prakiraan cuaca.

"Keselamatan adalah hal yang paling utama. Jika cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan daripada mengambil risiko," pesannya dengan tegas.

Rasa lega dan haru tak pelak dirasakan oleh para korban yang selamat. Doni, salah seorang penumpang KM Nabilah, tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasihnya.

Ia mengapresiasi profesionalisme petugas yang bertindak sangat responsif.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas Gulkarmat dan kepolisian yang telah membantu menyelamatkan nyawa kami. Alhamdulillah, seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan selamat dan bisa kembali ke daratan," ungkap Doni menutup kisah penyelamatan hari itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU