Jumat, 09 JANUARI 2026 • 08:35 WIB

Ribuan Senyum Teukir! Sudin Sosial Jakut Salurkan 1.077 Alat Bantu untuk Warga Disabilitas Sepanjang Tahun 2025

Author

Suku Dinas Sosial (Sudin Sosial) Jakarta Utara telah menyalurkan 1.077 unit alat bantu fisik (ABF) kepada penyandang disabilitas sepanjang tahun 2025. (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Aksesibilitas dan kemandirian sering kali menjadi tantangan terbesar bagi saudara-saudara kita yang memiliki kebutuhan khusus.

Namun, sebuah angin segar berhembus di wilayah Jakarta Utara sepanjang tahun 2025 lalu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Sosial (Sudin Sosial) Jakarta Utara telah menunjukkan komitmen nyata dalam meruntuhkan tembok keterbatasan tersebut.

Upaya masif dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasar mereka untuk bergerak dan beraktivitas.

Baca juga: Sering Tergenang Saat Hujan, Pasukan Biru Kebut Pengerukan Saluran Air di Batu Ampar Demi Bebas Banjir

Tercatat, sebanyak 1.077 unit alat bantu fisik (ABF) telah berhasil didistribusikan kepada penyandang disabilitas di berbagai sudut Jakarta Utara.

Angka tersebut merupakan representasi dari seribu lebih harapan baru yang tumbuh di tengah masyarakat.

Program ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial sekaligus mendukung mobilitas warga yang selama ini mungkin terbatas pada ruang gerak yang sempit.

Komitmen Nyata untuk Mobilitas Tanpa Batas

Kepala Seksi Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial (Perlinjamrehsos) Sudinsos Jakarta Utara, Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa penyaluran ini adalah hasil dari kerja keras tim di lapangan yang dilakukan secara bertahap.

Agus menekankan bahwa tujuan utama dari ribuan bantuan ini adalah untuk mendongkrak kemandirian para penerima manfaat.

Dengan adanya alat bantu yang memadai, mereka diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada orang lain dalam menjalani rutinitas harian.

Baca juga: Jakarta Hujan Lagi? Cek Prakiraan Cuaca BMKG 9 Januari 2026 Sebelum OTW Hangout!

Rincian bantuan yang disalurkan sepanjang tahun 2025 sangat beragam, menyesuaikan dengan ragam kebutuhan disabilitas di lapangan.

Secara naratif, Agus merinci bahwa porsi terbesar bantuan berupa 660 unit kursi roda dewasa yang sangat krusial bagi mobilitas warga.

Selain itu, pemerintah juga mendistribusikan 310 unit alat bantu dengar atau hearing aid untuk membantu mereka yang memiliki hambatan pendengaran agar bisa kembali mendengar suara dunia luar.

Tidak lupa, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak dengan penyaluran 22 unit kursi roda anak.

Bantuan lain yang turut disalurkan meliputi 52 unit tongkat kaki tiga, 13 unit tongkat walker untuk lansia atau warga yang belajar berjalan, serta 20 unit kaki palsu yang sangat vital bagi penyandang tuna daksa.

Proses Verifikasi Ketat Demi Tepat Sasaran

Dalam keterangannya pada hari Kamis, 8 Januari, Agus menegaskan bahwa penyaluran alat bantu ini tidak dilakukan secara sembarangan.

Prinsip "tepat sasaran" menjadi pegangan utama Sudin Sosial Jakarta Utara. Setiap unit alat bantu yang keluar dari gudang penyimpanan telah melalui proses verifikasi yang ketat.

Petugas sosial di setiap wilayah kecamatan dan kelurahan dikerahkan untuk melakukan asesmen langsung di lapangan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar warga yang membutuhkan dan alat yang diberikan sesuai dengan kondisi fisik mereka.

Proses ini tidak berhenti di tahun 2025 saja. Agus memastikan bahwa timnya terus bergerak melakukan kunjungan lapangan dan verifikasi data terbaru.

Baca juga: Beri Dukungan Jelang Laga "El Clasico Indonesia", Pramono Anung: Skornya Berapa Saja yang Penting Menang

Saat ini, Sudin Sosial Jakarta Utara tengah dalam tahap pendataan untuk distribusi tahap selanjutnya di tahun ini.

Harapan besarnya adalah agar para penerima manfaat dapat hidup lebih produktif, mandiri, dan mengalami peningkatan kualitas hidup yang signifikan setelah menerima bantuan tersebut.

Asa Baru bagi Nofaliya dan Harapan Masa Depan

Dampak nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Nofaliya, seorang warga berusia 34 tahun asal Kecamatan Koja.

Nofaliya adalah satu dari ribuan penerima manfaat yang mendapatkan bantuan alat bantu dengar pada tahun 2025.

Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian pemerintah.

Bagi Nofaliya, alat bantu dengar tersebut sebagai jembatan komunikasi yang menghubungkannya kembali dengan lingkungan sekitar.

Ia menuturkan bahwa alat tersebut sangat membantunya dalam menjalani aktivitas sehari-hari yang sebelumnya terasa sulit karena keterbatasan pendengaran.

Apresiasi tinggi pun ia sampaikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sudin Sosial Jakarta Utara.

Nofaliya berharap program mulia ini tidak berhenti sampai di sini. Ia memimpikan agar jangkauan bantuan bisa semakin luas, sehingga lebih banyak teman-teman disabilitas lainnya yang bisa merasakan kemandirian dan kepercayaan diri yang sama seperti yang ia rasakan saat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU