Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 09 JANUARI 2026 • 08:22 WIB

Sering Tergenang Saat Hujan, Pasukan Biru Kebut Pengerukan Saluran Air di Batu Ampar Demi Bebas Banjir

Sering Tergenang Saat Hujan, Pasukan Biru Kebut Pengerukan Saluran Air di Batu Ampar Demi Bebas BanjirPasukan Biru Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, sedang mengeruk saluran air di Jalan Batu Ampar (Nurito/Berita Jakarta)

JAKARTA - Musim penghujan yang melanda wilayah DKI Jakarta di awal tahun 2026 menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota dan warga setempat.

Curah hujan yang tinggi seringkali menjadi momok menakutkan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan. Salah satu wilayah yang tak luput dari ancaman ini adalah Jalan Batu Ampar III, RW 02, Kelurahan Batu Ampar.

Merespons keluhan warga mengenai genangan air yang kerap muncul, Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (Satpel SDA) Kecamatan Kramat Jati bergerak cepat dengan mengerahkan personel andalan mereka, atau yang akrab disapa "Pasukan Biru", untuk melakukan normalisasi saluran air di kawasan tersebut.

Gerak Cepat Atasi Sedimentasi Tebal

Sebanyak tujuh personel Pasukan Biru dari Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati diterjunkan langsung ke lokasi pada hari Jumat, 9 Januari 2026.

Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif dan kuratif untuk mengatasi masalah drainase yang kian memburuk akibat penumpukan sedimen.

Baca juga: Jakarta Hujan Lagi? Cek Prakiraan Cuaca BMKG 9 Januari 2026 Sebelum OTW Hangout!

Kondisi saluran air di Jalan Batu Ampar III memang cukup memprihatinkan, di mana pendangkalan akibat lumpur dan sampah menjadi penyebab utama air meluap ke jalanan saat hujan deras turun.

Mulyadi, salah satu personel Pasukan Biru Satpel SDA Kecamatan Kramat Jati yang bertugas di lapangan, menjelaskan detail pengerjaan yang sedang mereka lakukan. 

Menurutnya, fokus utama tim saat ini adalah mengeruk endapan lumpur yang sudah mengeras di dasar saluran.

Tidak tanggung-tanggung, total panjang saluran air yang menjadi target pengerukan mencapai kurang lebih 85 meter.

Tantangan di lapangan cukup berat karena ketebalan sedimentasi yang harus diangkat berkisar antara 25 hingga 30 sentimeter. 

Pengerjaan ini dilakukan secara manual dengan menggunakan alat-alat seperti cangkul dan karung, menuntut fisik yang prima dari para petugas demi memastikan aliran air kembali lancar.

Target Rampung Akhir Januari 2026

Proyek normalisasi saluran ini bukanlah pekerjaan semalam. Mulyadi mengungkapkan bahwa proses pengerukan sebenarnya sudah dimulai sejak tanggal 20 Desember 2025 lalu.

Langkah ini diambil curi start sebelum puncak musim hujan tiba agar dampak genangan bisa diminimalisir sedini mungkin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

Sering Tergenang Saat Hujan, Pasukan Biru Kebut Pengerukan Saluran Air di Batu Ampar Demi Bebas Banjir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!