Kamis, 08 JANUARI 2026 • 09:44 WIB

Ratusan Warga Kelurahan Kartini Serbu Posyandu ILP, Menu Omelet Hingga Puding Jagung Jadi Rebutan!

Author

Posyandu ILP di Kelurahan Kartini, Jakarta Pusat (Folmer/Berita Jakarta)

JAKARTA - Siapa bilang kegiatan Posyandu hanya identik dengan timbangan bayi dan imunisasi yang menakutkan?

Stereotip tersebut tampaknya berhasil dipatahkan oleh warga Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pada hari Rabu (7/1/2026) kemarin, Balai Warga RW 03 Kelurahan Kartini berubah menjadi “pusat kerajaan” yang menyehatkan.

Ratusan warga dari berbagai rentang usia tampak antusias memadati lokasi tersebut untuk menikmati layanan Posyandu Terintegrasi Layanan Primer (ILP).

Suasana pagi itu terasa berbeda, penuh semangat, dan tentunya jauh dari kesan kaku layanan kesehatan konvensional.

Sutami, lurah Kartini, mengungkapkan bahwa antusiasme warga kali ini sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 113 warga hadir memadati lokasi untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.

Baca juga: Wisata Religi di Kepulauan Seribu: Menelusuri Jejak "Healing" Spiritual di Makam Habib Ali bin Ahmad bin Zein Al-Aidid

Menariknya, peserta yang datang tidak hanya didominasi oleh ibu-ibu muda dengan balitanya, melainkan mencakup lintas generasi.

Data menunjukkan kehadiran 55 warga lanjut usia (lansia), 22 warga usia produktif, dan 41 balita yang siap diperiksa tumbuh kembangnya.

Kolaborasi apik antara pihak kelurahan, kader PKK yang telaten, serta tenaga medis profesional dari Puskesmas Kelurahan menjadi kunci suksesnya acara rutin ini.

Daya tarik utama yang membuat "serbuan" warga ini semakin meriah adalah hadirnya menu Makanan Tambahan (PMT) yang menggugah selera.

Pihak penyelenggara sadar betul bahwa pendekatan gizi tidak harus membosankan. Untuk para balita, menu yang disajikan sangat variatif dan penuh warna, mulai dari omelet telur yang lembut, campuran wortel dan jagung, potongan semangka segar, hingga nasi kepal sayur yang praktis.

Selain itu, puding jagung manis menjadi hidangan penutup yang paling dinanti oleh anak-anak.

Strategi pemberian menu yang lezat ini sebagai langkah konkret dan menyenangkan untuk menekan angka stunting di wilayah Kartini.

Sutami menjelaskan bahwa program pemberian makanan tambahan ini tidak hanya berhenti dalam satu hari.

Komitmen untuk memperbaiki gizi balita dilakukan dengan memberikan asupan bergizi tersebut selama tiga hari berturut-turut.

Agar suasana semakin ceria dan anak-anak tidak takut diperiksa, pihak penyelenggara bahkan menyediakan hadiah mainan bagi balita yang hadir.

Pendekatan humanis seperti ini terbukti efektif membuat anak-anak merasa nyaman dan orang tua pun semakin semangat membawa buah hati mereka ke Posyandu.

Sementara itu, perhatian yang sama besarnya juga dicurahkan kepada para lansia.

Menu makanan sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi usia senja turut disajikan, seperti omelet tahu, telur rebus, serta sayuran wortel dan jagung, ditambah buah melon sebagai pencuci mulut. 

Baca juga: Badai Absen Hantam Persija Jakarta, Duo "Wonderkid" Siap Bungkam Persib Bandung di GBLA!

Di sela-sela menikmati hidangan, para lansia juga mendapatkan sesi edukasi kesehatan.

Mereka diajak berdiskusi mengenai penerapan pola hidup sehat yang sesuai dengan kondisi fisik mereka, memastikan bahwa kesehatan di masa tua tetap terjaga dengan baik.

Kegiatan Posyandu ILP di Kelurahan Kartini ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan masyarakat bisa dikemas dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Dengan memadukan pemeriksaan medis, edukasi gizi, dan sajian kuliner sehat yang lezat, warga tidak lagi merasa terbebani untuk memeriksakan kesehatan.

Inisiatif seperti inilah yang diharapkan dapat terus berlanjut demi menciptakan lingkungan warga Jakarta yang lebih sehat, bebas stunting, dan bahagia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU