Rabu, 07 JANUARI 2026 • 10:06 WIB

Badai Absen Hantam Persija Jakarta, Duo "Wonderkid" Siap Bungkam Persib Bandung di GBLA!

Author

Persija Jakarta di laga domestik BRI Super League 2025/26 (Persija Official Portal)

JAKARTA - Persija Jakarta tengah menghadapi ujian berat dalam beberapa pekan terakhir. Tim berjuluk Macan Kemayoran ini harus memutar otak lebih keras karena skuad mereka sedang tidak dalam kondisi utuh.

Rentetan masalah datang silih berganti, mulai dari badai cedera, masalah kebugaran fisik, hingga sanksi disiplin yang memaksa sejumlah pilar utama menepi dari lapangan hijau.

Situasi tersebut tentu menjadi alarm bahaya, mengingat persaingan di papan klasemen BRI Super League 2025/26 semakin ketat dan tidak mentolerir kesalahan sekecil apa pun.

Daftar absen Persija bukan diisi nama sembarangan. Pada laga terakhir melawan Persijap Jepara awal tahun ini, tiga nama reguler terpaksa menjadi penonton.

Fabio Calonego harus menjalani hukuman kartu merah ditambah sanksi larangan dua pertandingan dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Baca juga: Persija Jakarta Tantang Persib Bandung di GBLA Tanpa Trio Andalan, Mauricio Souza: Kami Datang untuk Menang!

Sementara itu, tembok pertahanan Jordi Amat dan Emaxwell Souza kondisinya dinyatakan tidak prima.

Belum cukup sampai di situ, kreativitas lini tengah sedikit tergerus karena Ryo Matsumura juga terkena sanksi Komdis, ditambah sang mesin gol Gustavo Almeida yang masih berjuang di ruang perawatan untuk pemulihan cedera.

Namun, di tengah krisis pemain bintang tersebut, muncul sebuah plot twist yang menyegarkan bagi The Jakmania.

Ketidakhadiran para senior justru membuka pintu kesempatan bagi talenta muda untuk unjuk gigi. 

Laga melawan Persijap pada 3 Januari lalu menjadi bukti nyata bahwa Persija tidak pernah kehabisan stok pemain berbakat.

Dua produk asli binaan akademi Macan Kemayoran, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman, sukses mencuri panggung dan keluar sebagai pahlawan kemenangan.

Bermain berdampingan dengan pemain-pemain yang lebih senior, Arly dan Adit tidak terlihat canggung sedikit pun. Kontribusi mereka sangat nyata dalam kemenangan 2-0 tersebut.

Gol pertama lahir dari kecerdikan Arlyansyah. Pemain muda ini dengan cerdas membaca permainan, mencari ruang kosong di antara bek lawan, dan dengan tenang menyambut umpan matang Hanif Sjahbandi untuk menceploskan bola.

Sementara itu, gol kedua yang dicetak Aditya Warman lebih mengejutkan dan mengundang decak kagum.

Memanfaatkan kelengahan lawan yang membiarkannya tanpa pengawalan ketat, Adit dengan penuh percaya diri melepaskan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti.

Kalkulasinya sempurna, bola meluncur mulus tanpa bisa dihalau kiper Persijap. 

Momen ini menegaskan bahwa mentalitas para pemain muda Persija sudah siap untuk level tertinggi.

Kini, ujian sesungguhnya telah menanti di depan mata. Euforia kemenangan atas Persijap harus segera dikelola menjadi energi positif untuk menghadapi laga big match bertajuk "El Clasico"-nya Indonesia.

Baca juga: Persija Jakarta vs Persijap Jepara di BRI Super League 2025/26: Macan Kemayoran di Atas Angin, Laskar Kalinyamat Mencari Keajaiban

Persija dijadwalkan bertandang ke markas rival abadi mereka, Persib Bandung, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (11/1/2026). 

Tekanan tentu akan berlipat ganda, mengingat laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan gengsi.

Meski demikian, performa gemilang di laga sebelumnya membuat Arly dan Adit justru semakin bergairah menatap laga panas tersebut.

Aditya Warman menegaskan kesiapannya untuk memberikan yang terbaik, terlepas dari siapa pun lawannya atau seberapa besar nama tim yang dihadapi.

Ia menyadari Persib adalah tim kuat yang kini menghuni papan atas, namun hal itu tidak menyurutkan nyalinya untuk bertarung jika kembali dipercaya tampil.

Senada dengan rekannya, Arlyansyah Abdulmanan juga menyiratkan ambisi yang sama. Laga melawan Persib nanti akan menjadi pengalaman perdananya merasakan atmosfer derby di level Super League.

Bagi Arly, ketidaktahuan akan atmosfer GBLA justru menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan diri.

Ia bertekad untuk bekerja keras dan membayar kepercayaan pelatih jika kembali diturunkan. 

Dengan semangat darah muda yang meledak-ledak ini, krisis pemain inti mungkin bukan lagi bencana bagi Persija, melainkan awal dari lahirnya bintang-bintang baru di laga paling bergengsi di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Persija.id

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU