JAKARTA - Pekan ke-16 BRI Super League musim 2025/26 akan menyajikan duel klasik yang mempertemukan dua tim legendaris dengan nasib yang sangat kontras di papan klasemen saat ini.
Persija Jakarta, yang tengah berada dalam performa puncak, akan menjamu Persijap Jepara dalam laga yang diprediksi akan berjalan timpang namun tetap menyimpan potensi kejutan.
Laga tersebut akan digelar pada Sabtu (3/1/2026) di markas utama Macan Kemayoran, Jakarta International Stadium (JIS).
Bagi para penggemar sepak bola nasional, khususnya The Jakmania dan Banaspati, laga ini bukan hanya perebutan tiga poin, melainkan pembuktian konsistensi melawan semangat pantang menyerah.
Melihat performa terkini tuan rumah, Macan Kemayoran bisa dibilang sedang mengamuk. Skuad asuhan Mauricio Souza ini menutup tahun 2025 dengan catatan yang nyaris sempurna.
Dalam lima pertandingan terakhir di kancah domestik, Persija Jakarta sukses menyapu bersih kemenangan dengan gaya permainan yang meyakinkan. Kemenangan telak 3-0 atas Bhayangkara FC pada 29 Desember 2025 menjadi bukti betapa mematikannya lini serang mereka saat ini.
Sebelumnya, mereka juga berhasil mencuri poin penuh di kandang Semen Padang dengan skor tipis 1-0 dan menundukkan perlawanan PSIM Yogyakarta dua gol tanpa balas.
Konsistensi ini tidak muncul tiba-tiba, mengingat pada awal November pun mereka sukses membungkam Arema FC di kandang dengan skor 2-1 serta melibas Persik Kediri 3-1. Rentetan hasil positif ini jelas membuat mentalitas Rizky Ridho dan kawan-kawan berada di level tertinggi jelang laga nanti.
Di sisi lain lapangan, kondisi Laskar Kalinyamat justru sedang dalam fase kritis. Persijap Jepara datang ke Jakarta dengan membawa beban berat akibat rentetan hasil buruk yang tak kunjung usai.
Dalam lima laga terakhirnya, tim kebanggaan warga Jepara ini gagal meraih satu pun kemenangan. Hasil paling menyakitkan terjadi pada pekan lalu, 28 Desember 2025, ketika mereka dihancurkan oleh Persebaya Surabaya dengan skor telak 4-0.
Satu-satunya poin yang berhasil mereka amankan dalam periode kelam ini hanyalah hasil imbang 1-1 kontra PSIM Yogyakarta.
Selebihnya, kekalahan demi kekalahan dari PSBS Biak Numfor, Semen Padang, hingga Madura United membuat posisi mereka semakin terhimpit di zona merah.
Bertandang ke markas Persija dengan modal rapuhnya lini pertahanan tentu menjadi alarm bahaya bagi anak asuh Divaldo Alves untuk segera meracik strategi bertahan yang lebih solid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Flashscore