Selasa, 06 JANUARI 2026 • 17:44 WIB

Tiang Monorel "Abadi" Jakarta Resmi Dibongkar Mulai Minggu Depan, Pemprov Jamin Anti Macet

Author

Kondisi Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

JAKARTA - Kabar gembira bagi warga Jakarta, khususnya para pejuang commuting yang setiap hari melintasi kawasan Senayan hingga Kuningan, pasti sudah sangat akrab dengan pemandangan tiang-tiang beton yang berdiri tegak namun tak bertuan di tengah jalan.

Selama lebih dari dua dekade, tiang-tiang monorel yang mangkrak ini seolah menjadi "monumen abadi" dari proyek transportasi yang tak kunjung rampung.

Namun, kabar baik akhirnya datang di awal tahun 2026 ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengumumkan bahwa benda-benda ikonik namun mengganggu tersebut akan segera dibongkar total mulai minggu depan.

Janji Gubernur: Bongkar Jalan Terus, Lalu Lintas Tembus

Kabar pembongkaran ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ditemui di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1/2026). 

Dalam pernyataannya, Pramono memastikan eksekusi pembongkaran tiang monorel akan dimulai pada minggu ketiga bulan Januari, yang diperkirakan jatuh pada hari Selasa atau Rabu depan.

Baca juga: Pramono Desak Kejati Tuntaskan Urusan Tiang Monorel yang Terbengkalai

Langkah tegas ini diambil untuk membersihkan tata kota Jakarta dari sisa-sisa proyek masa lalu yang tidak lagi relevan dengan perkembangan infrastruktur transportasi modern ibu kota saat ini.

Satu hal yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat Jakarta setiap kali ada proyek konstruksi jalan adalah potensi kemacetan yang "horor".

Menjawab kecemasan tersebut, Pramono Anung memberikan jaminan yang melegakan.

Ia menegaskan bahwa proses pembongkaran ini tidak akan menutup akses jalan raya.

Dinas Bina Marga telah menyusun perencanaan teknis yang matang dengan belajar dari pengalaman sebelumnya, sehingga aktivitas pembongkaran akan berjalan beriringan dengan arus lalu lintas tanpa perlu memblokade jalan yang bisa melumpuhkan aktivitas warga.

Ambil Alih Kendali dari Pihak Kontraktor Lama

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa baru sekarang dan siapa yang akan mengerjakannya?

Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah tegas untuk mengambil alih pengerjaan ini secara mandiri. 

Sebelumnya, tanggung jawab ini berada di tangan PT Adhi Karya selaku kontraktor lama.

Namun, karena batas waktu yang diberikan melalui surat peringatan sudah terlampaui tanpa adanya eksekusi, Pemprov DKI memutuskan untuk turun tangan langsung.

Keputusan untuk mengerjakan sendiri pembongkaran ini menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dalam menuntaskan masalah visual dan tata ruang kota yang sudah berlarut-larut.

Baca juga: Bank Jakarta Resmi Go Internasional! Kartu Debit Visa Bisa Dipakai di 200 Negara, Pramono Anung Singgung Rencana IPO

Nantinya, seluruh material hasil pembongkaran tiang-tiang beton tersebut akan sepenuhnya menjadi hak dan kewenangan Pemprov DKI Jakarta.

Pemerintah daerah juga yang akan menentukan lokasi penyimpanan atau pemanfaatan limbah konstruksi tersebut sesuai dengan regulasi aset yang berlaku.

Menutup Lembaran Sejarah Kelam Sejak 2004

Pembongkaran ini bukan sekadar urusan memindahkan beton, melainkan menutup sebuah bab sejarah transportasi Jakarta yang cukup panjang.

Sebagai kilas balik, proyek monorel ini sebenarnya dimulai dengan penuh harapan pada tahun 2004 silam.

Saat itu, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan pemasangan tiang pancang pertama di Jalan Asia Afrika dengan menekan tombol sirene, menandai dimulainya mimpi transportasi massal baru.

Baca juga: Kado Spesial HUT DKI Jakarta ke-500: Pramono Anung Siapkan Duel Sengit Macan Kemayoran vs Hertha Berlin di Tahun 2027

Namun, realitas berkata lain. Proyek tersebut terhenti dan menyisakan sekitar 90 tiang beton yang mematung di sepanjang jalur premium Jalan HR Rasuna Said hingga Jalan Asia Afrika.

Kini, setelah 22 tahun berlalu, Jakarta bersiap mengucapkan selamat tinggal pada saksi bisu kegagalan proyek masa lalu tersebut.

Dengan dibongkarnya tiang-tiang ini, wajah Jakarta diharapkan akan menjadi lebih lega, rapi, dan estetik, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rakyat Merdeka

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU