Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Usulkan Manggarai Jadi Kawasan Prioritas Keamanan Terpadu dengan Patroli Permanen
JAKARTA - Kawasan Manggarai di Jakarta Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu pusat transit tersibuk di ibu kota.
Namun, di balik hiruk-pikuk aktivitas komuter, wilayah ini juga memegang reputasi kelam yang tak kunjung hilang, yakni sebagai arena “gladiator” antarwarga yang kerap terjadi tanpa mengenal waktu.
Fenomena ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman bagi warga sekitar maupun masyarakat yang melintas.
Merespons situasi yang semakin meresahkan ini, Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian, menyuarakan dukungan penuh agar Manggarai segera ditetapkan sebagai kawasan prioritas keamanan terpadu.
Langkah ini dianggap sebagai solusi konkret untuk memutus rantai kekerasan yang seolah sudah mengakar di wilayah tersebut.
Baca juga: Komisi E DPRD DKI Jakarta Bongkar Sisi Gelap dan Alasan "Toxic" di Balik Tawuran Manggarai
Justin menegaskan bahwa penetapan status prioritas ini bukanlah wacana semata, melainkan sebuah kebutuhan mendesak yang harus segera dieksekusi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat penegak hukum.
Dalam pandangan Justin Adrian, pola pengamanan yang selama ini diterapkan masih cenderung reaktif atau hanya muncul ketika bentrokan sudah pecah.
Ia menilai bahwa penerapan patroli permanen yang melibatkan kolaborasi antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak kepolisian seharusnya sudah menjadi standar operasional sejak lama di titik-titik rawan seperti Manggarai.
Menurutnya, kehadiran aparat tidak boleh hanya bersifat insidental, melainkan harus konsisten ada di lokasi untuk mencegah potensi gesekan sebelum membesar.
Politisi muda ini menyoroti bahwa dengan sumber daya personel yang dimiliki Jakarta patroli rutin yang intensif bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan setiap hari.
Kehadiran fisik aparat yang konstan di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman secara psikologis bagi warga sekaligus menjadi peringatan keras bagi oknum-oknum yang berniat memicu keributan.
Manggarai harus diperlakukan sebagai wilayah pengawasan khusus di mana toleransi terhadap gangguan keamanan ditekan seminimal mungkin.
Selain mengandalkan kekuatan personel di lapangan, Justin juga menekankan pentingnya modernisasi sistem pengawasan kota.
Sebagai kota metropolitan yang sejajar dengan kota-kota besar dunia lainnya, Jakarta sudah selayaknya "dibanjiri" oleh kamera pengawas atau CCTV.
Infrastruktur teknologi ini dinilai vital untuk memantau pergerakan massa dan mendeteksi indikasi tawuran secara real-time.
Pemasangan CCTV secara masif di setiap sudut jalan tikus maupun jalan utama Manggarai akan memudahkan aparat dalam mengidentifikasi provokator dan pelaku kekerasan.
Di era digital ini, pengawasan manual saja tidak cukup. Mata kamera yang siaga 24 jam akan menjadi alat bukti yang kuat dalam penegakan hukum dan meminimalisir celah bagi para pelaku untuk melarikan diri atau menyembunyikan identitas mereka setelah melakukan aksi vandalisme maupun tawuran.
Kendati patroli dan CCTV adalah instrumen penting, Justin Adrian mengingatkan bahwa infrastruktur keamanan hanyalah satu sisi mata uang.
Baca juga: Komisi E Pastikan Tidak Ada Gelombang Mutasi di SMAN 72 Jakarta
Sisi lainnya yang tak kalah krusial adalah penegakan hukum yang tegas. Dengan populasi Jakarta yang hampir menyentuh angka 11 juta jiwa kompleksitas masalah sosial semakin tinggi.
Oleh karena itu, pendekatan keamanan harus dibarengi dengan sanksi yang nyata.
Ia menilai bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum yang berlaku saat ini mungkin sudah usang dan perlu direvisi agar relevan dengan tantangan zaman.
Tanpa adanya payung hukum yang kuat dan sanksi yang menjerakan, budaya kepatuhan hukum tidak akan pernah terbentuk di tengah masyarakat.
Aksi-aksi seperti tawuran, balap liar, hingga premanisme akan terus berulang jika pelakunya merasa bisa lolos dengan hukuman ringan.
Bagi Justin, ketegasan adalah kunci mutlak untuk mengubah wajah Manggarai dari zona rawan konflik menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi semua warga Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta