JAKARTA — Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, ngumpulin para pemuka agama dan tokoh masyarakat buat ngobrol bareng soal pentingnya hidup rukun di tengah masyarakat yang makin beragam.
Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana tapi akrab itu, Arifin bilang kalau keberagaman yang ada dari suku, agama, budaya, sampai cara pikir harus dilihat sebagai kekuatan, bukan pemicu konflik.
“Jakarta itu miniatur Indonesia. Semua ada di sini. Jangan sampai beda jadi alasan ribut,” kata Arifin, Rabu (24/9).
Ia juga mengingatkan supaya semua pihak, termasuk tokoh agama, lebih aktif ngajak masyarakat buat tetap saling menghargai dan jangan gampang tersulut, apalagi di era medsos yang isinya kadang provokatif. “Kita harus lebih hati-hati. Jangan asal share, jangan asal komen. Jaga suasana tetap sejuk,” lanjutnya.
Arifin nunjukin kalau di Jakarta Pusat, meski pusat kota, tempat ibadah dari berbagai agama bisa berdiri berdampingan tanpa masalah. Masjid, gereja, wihara, pura — semuanya ada dan bisa jalan bareng. “Itu bukti nyata kalau toleransi itu bukan slogan. Itu nyata, hidup di sekitar kita,” tambah dia.
Acara ini jadi ajang saling sapa antar pemuka agama dan tokoh masyarakat. Bukan buat seremoni doang, tapi buat ngobrolin langkah konkret biar masyarakat tetap tenang, saling jaga, dan gak gampang terpancing isu.
Baca juga: Warna-warni Seni Religi di Pulau Pramuka: Semangat, Suara, dan Silaturahmi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta