JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat untuk memulihkan kondisi ibu kota setelah serangkaian unjuk rasa yang meninggalkan jejak kerusakan dan sampah di sejumlah titik. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta seluruh pasukan lapangan – yang dikenal sebagai "pasukan pelangi" seperti PPSU dan petugas kebersihan – untuk tetap bekerja penuh di akhir pekan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mempercepat pembersihan kota dan mengembalikan ketertiban ruang publik.
“Jaga Jakarta itu harus digerakkan secara masif. Kali ini, meskipun hari Sabtu dan Minggu, seluruh pasukan pelangi tetap kita kerahkan seperti hari kerja biasa,” ujar Pramono saat menyampaikan belasungkawa di rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa.
Tak hanya itu, Pramono juga menginstruksikan para pegawai di lingkungan Pemprov untuk tetap masuk kerja, dengan sistem kerja bergiliran.
Setidaknya 50 persen dari total pegawai tetap aktif bertugas di akhir pekan ini. Meski situasi Jakarta belum sepenuhnya kondusif, Gubernur memastikan bahwa Car Free Day (CFD) tetap akan digelar, dengan catatan tidak ada gangguan baru hingga malam hari.
“Kalau situasi di lapangan memungkinkan, maka CFD tetap berlangsung seperti biasa,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) untuk menyosialisasikan gerakan "Jaga Jakarta" secara lebih luas ke masyarakat.
Gerakan ini bertujuan mendorong partisipasi warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan fasilitas umum. “Saya minta Diskominfotik benar-benar menggerakkan kampanye Jaga Jakarta secara masif. Ini sudah mulai dijalankan,” tutup Pramono.
Baca juga: Menjaga Kedamaian Indonesia: Doa yang Tak Terdengar, Tapi Bermakna
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta