Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 30 AGUSTUS 2025 • 21:51 WIB

Menjaga Kedamaian Indonesia: Doa yang Tak Terdengar, Tapi Bermakna

Menjaga Kedamaian Indonesia: Doa yang Tak Terdengar, Tapi BermaknaPetugas dari Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Utilitas Kota Dinas Bina Marga Jakarta, Sabtu, membersihkan puing-puing sisa demo di depan Polda Metro Jaya. (Kuntum Riswan)

JAKARTA– Harapan akan Indonesia yang damai adalah milik kita semua. Namun, akhir-akhir ini, suasana kebangsaan kita terganggu.

Aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI yang meluas ke berbagai daerah menyisakan luka. Bentrok antara massa dan aparat menyebabkan korban jiwa, luka-luka, bahkan kerusakan fasilitas umum dan kendaraan.

Situasi yang memanas ini telah menggores citra Indonesia sebagai negeri yang damai. Tidak hanya pengunjuk rasa, aparat keamanan pun turut menjadi korban.

Dalam kondisi seperti ini, mudah sekali bagi kita untuk larut dalam amarah dan saling menyalahkan. Tapi justru di tengah kekacauan ini, ada ruang yang bisa kita isi dengan harapan dan ikhtiar—termasuk melalui doa.

Tak semua orang bisa turun ke jalan, dan tak semua orang mampu mengubah keadaan secara langsung. Tapi setiap orang punya kesempatan untuk mendoakan yang terbaik bagi bangsanya. Doa mungkin tidak terlihat, tidak viral di media sosial, dan tak menghasilkan headline.

Namun, ia punya kekuatan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Kita pernah melewati masa sulit saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020.

 Kala itu, semua kalangan diselimuti ketakutan dan ketidakpastian. Di tengah gempuran virus, kita tak hanya bertahan lewat vaksinasi dan protokol kesehatan.

Ada juga untaian doa dari berbagai penjuru yang menguatkan—doa-doa yang menjadi penopang batin masyarakat. Meski tak bisa dibuktikan secara ilmiah, kekuatan spiritual yang terhimpun dari jutaan jiwa bisa menjadi energi penguat yang nyata.

Entah melalui lantunan zikir, misa, doa harian, atau meditasi, seluruh energi itu terbang ke langit dengan harapan yang sama: semoga negeri ini dilindungi dari kehancuran.

Kini, ketika bangsa kita kembali diuji, mari kita hadir sebagai penjaga kedamaian—entah lewat tindakan nyata atau lewat ketulusan dalam berdoa.

Kita semua punya tanggung jawab untuk mencegah perpecahan, bahkan jika itu hanya dari dalam ruang hening hati masing-masing. Indonesia damai bukan utopia. Ia bisa kembali hadir, selama kita tetap bersatu—dalam tindakan, harapan, dan doa.

Baca juga: Polres Tangsel Aktifkan “Cooling System” untuk Cegah Dampak Demo Menyebar ke Banten

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Tags
BERITA TERBARU

Menjaga Kedamaian Indonesia: Doa yang Tak Terdengar, Tapi Bermakna

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!