Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang. (Azmi)
JAKARTA— Menyusul meningkatnya ketegangan akibat unjuk rasa besar-besaran di Jakarta, Polres Tangerang Selatan mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan strategi "cooling system" guna menjaga kondusivitas wilayahnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan gejolak yang terjadi di ibu kota tidak menjalar ke Tangerang dan sekitarnya.
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, mengatakan bahwa pihaknya melakukan patroli rutin dan pengamanan ketat di sejumlah titik strategis, termasuk stasiun dan akses perbatasan antara Tangerang dan Jakarta. “Kami ingin menjamin warga bisa beraktivitas seperti biasa.
Situasi di Jakarta tentu jadi perhatian, namun kami pastikan Tangerang Selatan tetap aman,” ujar Victor di Mapolres Tangsel, Jumat (29/8).
Guna memperkuat pengawasan, koordinasi juga dilakukan dengan jajaran militer setempat seperti Kodim 0506 Kota Tangerang dan Kodim 0510 Tigaraksa.
Victor menyebut sinergi tersebut penting agar upaya pendinginan situasi berjalan optimal. Tak hanya itu, pendekatan sosial juga dilakukan.
Polres Tangsel telah menemui para tokoh agama, masyarakat, serta komunitas ojek online yang ada di wilayahnya.
Diskusi dilakukan di tiap kecamatan guna menyerap aspirasi dan menjaga dialog tetap terbuka. “Sampai saat ini situasi aman dan terkendali, namun kami tetap mengawal perkembangan secara ketat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama menjaga ketertiban,” tutupnya.
Sebelumnya, aksi demo di depan Gedung DPR/MPR Jakarta berujung ricuh dan menyebabkan seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meninggal setelah tertabrak kendaraan taktis milik Brimob.
Propam Polri kini tengah memeriksa tujuh anggota yang terlibat dalam insiden tersebut.
Baca juga: TNI AD Coba Tenangkan Massa di Depan DPR Saat Aksi Makin Memanas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA