Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 21:26 WIB

Bahlil: Golkar Terbuka untuk Semua Kandidat di Pilpres 2029, yang Penting Satu Visi

Author

Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan setelah pertemuan antara jajaran pimpinan Partai Golkar dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Mentari Dwi Gayati)

JAKARTA– Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa partainya memandang positif semua tokoh yang berpotensi maju di Pemilihan Presiden 2029.

Menurutnya, selama tujuannya sama dan bisa bekerja sama demi kebaikan bangsa, Golkar akan bersikap terbuka. Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama para elite Golkar di Istana Negara pada Rabu (27/8).

“Buat kami, yang penting adalah bisa jalan bareng, semua calon itu baik,” ujar Bahlil kepada media.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa Golkar saat ini tetap solid mendukung pemerintahan Prabowo–Gibran sesuai keputusan Munas.

“Keputusan Munas jelas, kami mendukung penuh Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Itu amanat tertinggi organisasi,” tegasnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, Golkar dan Presiden Prabowo berdiskusi banyak hal, termasuk soal pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945, program gizi nasional, hingga Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih.

Tak hanya membahas program saat ini, Bahlil juga menyebutkan bahwa arah koalisi politik ke depan turut menjadi bagian penting dari diskusi.

 “Kita juga bicara soal arah koalisi ke depan agar tetap produktif dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Saat ini, koalisi pendukung pemerintah terdiri dari berbagai partai, termasuk Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PKB, PPP, dan partai-partai lainnya. Bahkan, PDI Perjuangan juga belakangan menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.

Baca juga: Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK Terkait Aliran Dana di Kasus DJKA Kemenhub

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU