Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 MEI 2026 • 19:11 WIB

Niat Ingin Melerai Keributan, Dua Remaja di Jakarta Pusat Ini Malah Jadi Korban Pengeroyokan: Kok Bisa?

Niat Ingin Melerai Keributan, Dua Remaja di Jakarta Pusat Ini Malah Jadi Korban Pengeroyokan: Kok Bisa?Seorang Remaja Jadi Sasaran Pengeroyokan oleh 2 Pria di Jakarta Pusat (repro via detik News)

JAKARTA - Niat hati mau melerai keributan, eh malah kena apes. Kira-kira gitu deh nasib sial yang menimpa dua remaja di Jakarta Pusat baru-baru ini.

Bayangin aja, lagi asyik mau isi bensin, mereka malah babak belur dikeroyok sama sekelompok orang yang ternyata lagi mabuk.

Penasaran gimana kronologi lengkapnya sampai video aksi sok jagoan ini bisa viral banget di media sosial? 

Insiden yang bikin geger warganet ini terjadi pada Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 03.15 WIB.

Lokasinya berada di Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, tepatnya di dekat Pasar Senen dan sebuah SPBU di kawasan Bungur, Jakarta Pusat.

Baca juga: Viral Buang Sampah di Trotoar Lenteng Agung, Sudin LH Jaksel Langsung “Ciduk” Pelaku

Saat itu, dua remaja berinisial FMS dan EBTW sedang mengendarai motor untuk mampir mengisi bensin.

Di saat yang bersamaan, terjadi keributan antara rombongan empat pemuda dengan seorang sopir taksi.

Melihat situasi yang makin panas, FMS berniat baik untuk melerai. Namun, niat baik itu justru disambut dengan bogem mentah. 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa FMS langsung ditarik dan dipukul oleh dua dari empat orang yang sedang bersitegang tersebut.

Melihat temannya dihajar tanpa ampun, EBTW langsung mencoba menghampiri dan membantu. Sayangnya, nasibnya tak jauh beda, ia ikut menjadi sasaran pengeroyokan.

Seorang petugas SPBU bahkan sempat turun tangan untuk melerai tendangan dan pukulan brutal tersebut. Akibat aksi sok jagoan ini, salah satu korban dilaporkan mengalami pendarahan di bagian wajah.

Momen penganiayaan brutal ini sempat direkam oleh warga sekitar dan videonya langsung viral di berbagai platform media sosial.

Melihat ada warga yang menjadi korban kekerasan, pihak kepolisian tidak tinggal diam. Kerennya, polisi melakukan sistem jemput bola karena awalnya pihak korban belum membuat Laporan Polisi (LP).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik News

BERITA TERBARU

Niat Ingin Melerai Keributan, Dua Remaja di Jakarta Pusat Ini Malah Jadi Korban Pengeroyokan: Kok Bisa?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!