Ilustrasi Cabai Merah Besar (Freepik)
JAKARTA - Pernah nggak sih kamu merhatiin tiap kali mau deket hari raya, harga bahan pokok di pasar tiba-tiba ikutan naik?
Yup, fenomena musiman ini emang selalu bikin pusing, apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha di mana rutinitas masak besar seperti nyate atau bikin gulai jadi tradisi.
Bayangin aja kalau harga bumbu dapur tiba-tiba melambung tinggi, pasti mood perayaan bisa sedikit terganggu.
Tapi tenang aja, buat kamu warga ibu kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta nggak tinggal diam.
Lewat Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), mereka saat ini lagi ngebut memperketat pemantauan fluktuasi harga pangan biar dompet kita nggak makin jebol dan pasokan tetap aman terkendali.
Baca juga: Idul Adha 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Kalender dan Jadwal Liburnya
Di bawah komando Gubernur Pramono Anung, Pemprov DKI Jakarta emang lagi all out bekerja keras menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan warganya.
Mengutip dari pernyataan Chico Hakim selaku Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, fluktuasi harga pangan jelang perayaan Idul Adha ini merupakan fenomena musiman yang emang udah masuk radar dan dipantau dengan sangat ketat.
Nggak main-main, dalam menjaga stabilitas ekonomi makro kota, Pemprov DKI Jakarta terus bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Tujuannya, memastikan harga di pasar nggak liar.
Chico juga ngejelasin soal action nyata di lapangan. Dinas KPKP setiap harinya turun langsung untuk melakukan pengawasan terhadap pasokan dan distribusi komoditas strategis di pasar-pasar utama Jakarta.
Rantai pasok dari daerah produsen sampai ke tangan konsumen terus dikawal. Menariknya, Pemprov nggak cuma mikirin harga, tapi juga mengawasi ketat mutu dan keamanan pangannya biar bahan makanan yang sampai ke piring kamu tetap higienis.
Selain blusukan ke pasar, langkah preventif lain yang krusial adalah koordinasi lintas wilayah antara Pemprov DKI, pemerintah pusat, dan daerah-daerah produsen pangan.
Langkah ini penting banget buat jadi back up plan! Soalnya, cuaca yang nggak menentu seringkali jadi plot twist yang memicu gagal panen atau distribusi logistik yang macet.
Lewat koordinasi ini, potensi gangguan krisis pasokan bisa segera diatasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Times Indonesia