Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 12 MARET 2026 • 11:52 WIB

TPST Bantargebang Bekasi Dilanda Krisis Kapasitas, RDF Rorotan Jadi Solusi Mutakhir Atasi Darurat Sampah DKI Jakarta

TPST Bantargebang Bekasi Dilanda Krisis Kapasitas, RDF Rorotan Jadi Solusi Mutakhir Atasi Darurat Sampah DKI JakartaFasilitas Pengolahan Sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan ke mana perginya ribuan ton sisa makanan, kemasan plastik, dan perabotan bekas yang dibuang oleh jutaan warga ibu kota setiap harinya?

Selama puluhan tahun, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi telah menjadi tulang punggung utama, menampung lautan limbah yang kini wujudnya sudah menyerupai pegunungan raksasa.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa intervensi, Jakarta bisa saja menghadapi darurat kebersihan yang serius.

Menyadari bom waktu ekologis ini, jajaran pemerintah daerah mengambil langkah nyata.

Sebuah harapan baru muncul dari kawasan Rorotan, Jakarta Utara, yang digadang-gadang mampu mengubah total peta pengelolaan kebersihan kota metropolis ini.

Baca juga: Omzet Busana Muslim Tanah Abang Naik 70 Persen, Gamis Binor Jadi Incaran Warga Jakarta

Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, memberikan pandangan optimisnya terkait langkah strategis pemerintah provinsi dalam menangani krisis lingkungan ini.

Pada Kamis (12/3/2026), ia secara tegas menilai bahwa pengoperasian fasilitas pengolahan sampah mutakhir berteknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan merupakan salah satu kunci utama penyelamat ibu kota.

Fasilitas modern ini bukan sekadar proyek percontohan, melainkan sebuah solusi konkret yang dirancang untuk secara signifikan mengurangi ketergantungan historis Jakarta terhadap pengiriman limbah harian ke TPST Bantargebang.

Alasan di balik desakan untuk segera mengoptimalkan fasilitas ini sangatlah mendesak.

Menurut analisis Khoirudin, volume penumpukan di TPST Bantargebang saat ini sudah berada pada level yang sangat tinggi dan kritis.

Lahan yang tersedia semakin menyusut dari hari ke hari, sementara produksi harian warga ibu kota terus merangkak naik seiring dengan bertambahnya populasi.

Kondisi yang sudah mencapai batas maksimal kapasitas ini jelas membutuhkan intervensi teknologi pengolahan yang jauh lebih modern, efisien, dan tentunya ramah lingkungan dibandingkan dengan metode penimbunan darat konvensional.

“Hal ini tidak bisa dihindari karena memang sudah terlalu tinggi tumpukan sampahnya di sana. RDF Rorotan menjadi solusi karena kapasitasnya sekitar 2.500 ton,” ujar Khoirudin menjelaskan alasan mendasar mengapa proyek di kawasan utara Jakarta tersebut sangat vital bagi kelangsungan ekosistem perkotaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

BERITA TERBARU

TPST Bantargebang Bekasi Dilanda Krisis Kapasitas, RDF Rorotan Jadi Solusi Mutakhir Atasi Darurat Sampah DKI Jakarta

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!