RKPD Komisi E DPRD DKI Jakarta (Fakhrizal Fahri/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu merasa frustrasi saat harus mengantre panjang atau berhadapan dengan prosedur administrasi yang berbelit ketika ingin berobat ke puskesmas atau rumah sakit?
Bagi sebagian besar warga ibu kota, urusan birokrasi di fasilitas medis terkadang terasa lebih menguras tenaga dibandingkan menahan rasa sakit itu sendiri.
Namun, keluhan semacam ini tampaknya akan segera menjadi bagian dari masa lalu.
Tepat pada Selasa (3/3/2026), angin segar berhembus dari Gedung DPRD DKI Jakarta.
Komisi E DPRD DKI Jakarta baru saja menggelar rapat Pra Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) bersama Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Setda DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Baca juga: Penjualan Tiket Bus Mudik Lebaran 1447 H di Terminal Kampung Rambutan Melonjak Tajam
Pertemuan penting ini secara khusus membedah tuntas rencana peningkatan mutu pelayanan kesehatan, dengan satu tujuan utama, yaitu memastikan sistem pengobatan di Jakarta berjalan lebih cepat, berempati, dan ramah bagi setiap warganya.
Dalam rapat kerja yang berlangsung dinamis tersebut, Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M. Subki, menggarisbawahi bahwa perbaikan kualitas layanan tidak bisa hanya mengandalkan janji manis.
Langkah fundamental pertama yang harus segera dieksekusi oleh pemerintah daerah adalah pemenuhan serta pembaruan sarana dan prasarana medis di seluruh pelosok fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI.
Menurut Subki, sehebat apa pun dedikasi tenaga medis yang bersiaga, pelayanan tidak akan pernah mencapai titik optimal tanpa dukungan peralatan diagnostik dan perawatan yang memadai.
"Kami membahas panjang lebar bersama Dinas Kesehatan terkait rencana peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pertama, kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana dilengkapi dengan sebaik-baiknya. Karena jika sarana lengkap, pelayanan tentu akan lebih baik dan memudahkan masyarakat," ungkap Subki tegas.
Sebagai contoh nyata di lapangan, jika sebuah puskesmas tingkat kecamatan sudah dibekali dengan alat ultrasonografi (USG) dasar atau mesin rekam jantung (EKG) yang modern, deteksi awal penyakit dapat dilakukan dengan cepat.
Hal ini memotong rantai rujukan yang panjang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Kamu tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam menembus kemacetan Jakarta hanya untuk melakukan cek medis standar yang seharusnya bisa diselesaikan di fasilitas kesehatan terdekat dari rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta