Ilustrasi Raket Padel (Freepik)
JAKARTA - Pernahkah kamu terbangun di tengah malam gara-gara suara pantulan bola yang keras disusul teriakan orang-orang yang sedang berolahraga?
Bagi sebagian warga Ibu Kota, hal ini bukan lagi sekadar bayangan, melainkan gangguan nyata yang merampas waktu istirahat mereka.
Di tengah melesatnya popularitas olahraga padel di kalangan urban Jakarta, sebuah masalah baru muncul ke permukaan, yakni polusi suara di kawasan permukiman warga.
Menyikapi polemik yang semakin memanas di masyarakat ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya turun tangan dan menegaskan akan segera mengambil langkah penertiban yang tegas terkait waktu operasional lapangan padel yang berada tepat di jantung kawasan padat penduduk.
Olahraga raket yang merupakan perpaduan antara tenis dan squash ini memang sedang menjadi primadona.
Dari kalangan selebritas, pekerja kantoran, hingga anak muda, semuanya seakan terkena Fear of Missing Out (FOMO) untuk menjajal lapangan padel.
Sayangnya, euforia gaya hidup sehat ini tidak selalu berbanding lurus dengan kenyamanan lingkungan sekitarnya.
Antusiasme yang tinggi membuat banyak lapangan padel beroperasi hingga larut malam.
Masalahnya, tidak sedikit dari fasilitas olahraga baru ini yang dibangun berhimpitan langsung dengan tembok rumah warga.
Gubernur Pramono Anung mengungkapkan bahwa meja kerjanya telah menerima rentetan laporan dan keluhan dari masyarakat di berbagai wilayah administratif Jakarta.
Kawasan-kawasan langganan macet dan padat hunian seperti Haji Nawi dan Cilandak di Jakarta Selatan, hingga Rawamangun di Jakarta Timur, menjadi titik panas keluhan warga.
Mereka memprotes keras aktivitas permainan yang sering kali bablas hingga tengah malam, menembus jam malam yang seharusnya menjadi waktu tenang bagi warga untuk beristirahat setelah lelah beraktivitas seharian di Jakarta.
"Dan itu saya yakin kalau masyarakat di sekitar Padel itu keberatan, pasti sangat terganggu. Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun, enggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel, menurut saya juga nggak fair," jelas Pramono dengan nada prihatin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta