Transjakarta Koridor 13 Tegal Mampang (Andri Widiyanto/Berita Jakarta)
JAKARTA - Bayangkan kamu sedang duduk santai di dalam bus Transjakarta, menatap pemandangan kota Jakarta dari atas jalur layang sambil bersiap memulai rutinitas hari Senin yang sibuk.
Namun, ketenangan perjalanan pagi itu mendadak pecah oleh guncangan dan suara benturan keras yang menghentikan laju kendaraan secara paksa.
Pengalaman menegangkan inilah yang dialami oleh para pelanggan Transjakarta di jalur layang Koridor 13 pada Senin (23/2/2026) pagi.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) harus berhadapan dengan insiden tabrakan yang melibatkan dua armada bus di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan.
Peristiwa ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan kedua bus, tetapi juga membuat 18 penumpang mengalami luka-luka.
Sebagai moda transportasi favorit warga Ibu Kota, insiden ini tentu memantik perhatian luas dan menjadi pengingat penting bahwa keselamatan di jalan adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Terkait dengan insiden mengejutkan ini, pihak Transjakarta telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan langsung melakukan investigasi serta penanganan cepat di lokasi kejadian.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai kronologi, penyebab, hingga langkah tanggung jawab yang diambil oleh pengelola transportasi publik kebanggaan warga Jakarta ini.
Insiden lalu lintas yang melibatkan dua armada bus berukuran besar ini terjadi tepat pada jam sibuk, di mana volume penumpang biasanya sedang berada pada titik puncaknya.
Berdasarkan temuan sementara oleh tim investigasi di lapangan, kecelakaan ini melibatkan bus dari dua operator yang berbeda, yaitu armada dengan nomor lambung BMP 220263 (BMP 263) dan armada bernomor lambung MYS 17100.
Kejadian nahas tersebut bermula ketika bus BMP 220263 tengah melayani rute dari arah Tegal Mampang menuju ke JORR (Jakarta Outer Ring Road).
Semuanya tampak berjalan normal hingga bus tersebut mendekati area Halte Swadarma. Pada titik inilah petaka terjadi.
Kendaraan berbadan besar itu tiba-tiba kehilangan kendali dan melenceng dari jalurnya, melintas masuk ke jalur sebelah yang berlawanan arah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta