Aksi Pencurian Besi di Sebuah Jembatan Kawasan Sunter (Istimewa)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan melintasi sebuah jembatan yang ternyata komponen penyangganya sedang dipreteli satu per satu oleh orang tak bertanggung jawab?
Bayangan mengerikan tentang keselamatan publik ini nyaris menjadi kenyataan di Jakarta Utara.
Fenomena pencurian aset publik atau yang kerap dijuluki "rayap besi" kembali menjadi sorotan tajam warganet dan pemerintah provinsi.
Bukan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di tengah malam, aksi nekat ini justru terjadi di siang bolong saat aktivitas warga sedang padat, seolah menantang hukum dan mengabaikan nyawa ribuan pengendara yang melintas setiap harinya.
Kejadian yang viral di media sosial ini akhirnya menemui titik terang setelah pihak kepolisian bergerak cepat meringkus para pelaku, menyelamatkan sisa struktur jembatan yang belum sempat dijual ke penadah.
Insiden ini bermula dari sebuah video yang beredar luas di media sosial pada Selasa (10/2/2026) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria dengan santainya tengah berupaya mencuri komponen besi di Jembatan Sunter, Jakarta Utara.
Anehnya, yang membuat warganet geram adalah ketenangan pelaku saat melancarkan aksinya.
Meskipun kondisi lalu lintas di sekitar lokasi sedang ramai lancar, pelaku seolah tidak peduli dengan tatapan pengendara yang lewat.
Aksi "rayap besi" ini dinilai sangat meresahkan karena menyasar fasilitas vital. Beruntung, viralnya video tersebut memicu respons cepat dari aparat keamanan.
Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok berhasil mengamankan para pelaku beserta sejumlah barang bukti potongan besi yang sempat mereka ambil.
Penangkapan ini menjadi peringatan keras bahwa perusakan fasilitas umum di Jakarta tidak akan ditoleransi.
Menanggapi kasus yang menyita perhatian publik ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta angkat bicara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta