Bendung Katulampa (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu merasa jantung berdegup lebih kencang saat mendengar kabar hujan deras mengguyur kawasan Puncak tanpa henti?
Bagi warga Jakarta, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, kabar dari hulu adalah sinyal waspada yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
Kekhawatiran ini menjadi nyata pada akhir Januari ini ketika debit air Sungai Ciliwung dilaporkan meningkat drastis.
Kiriman air dari hulu telah menyebabkan genangan di beberapa titik wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Namun, di tengah kecemasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung memastikan bahwa situasi ini tidak dihadapi dengan tangan kosong.
Respon cepat dan strategi mitigasi telah disiapkan jauh sebelum air tiba di jantung ibu kota.
Peningkatan debit air yang cukup signifikan ini merupakan dampak langsung dari arus masuk hulu Bendung Katulampa.
Berdasarkan data pemantauan, status Bendung Katulampa telah berada pada Siaga 3 selama kurang lebih 15 jam terakhir.
Durasi status siaga yang cukup panjang ini memberikan sinyal kuat bahwa volume air yang mengalir menuju Jakarta sangat besar.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa jajarannya telah berada dalam posisi siaga penuh untuk mengantisipasi kedatangan air tersebut agar dampak banjir tidak meluas dan melumpuhkan aktivitas warga.
Dalam kunjungannya ke Taman Kelinci Roci di Jalan Kaliabang, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada hari Jumat (30/1/2026), Gubernur Pramono Anung memberikan keterangan pers yang menenangkan namun tegas.
Ia menjelaskan bahwa kunci utama dari penanganan banjir kali ini adalah pemantauan real-time terhadap kondisi di hulu.
Pramono menyadari bahwa status Siaga 3 di Katulampa yang bertahan sejak sehari sebelumnya adalah peringatan dini yang krusial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta