Kondisi Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan (Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
JAKARTA - Kabar gembira bagi warga Jakarta, khususnya para pejuang commuting yang setiap hari melintasi kawasan Senayan hingga Kuningan, pasti sudah sangat akrab dengan pemandangan tiang-tiang beton yang berdiri tegak namun tak bertuan di tengah jalan.
Selama lebih dari dua dekade, tiang-tiang monorel yang mangkrak ini seolah menjadi "monumen abadi" dari proyek transportasi yang tak kunjung rampung.
Namun, kabar baik akhirnya datang di awal tahun 2026 ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mengumumkan bahwa benda-benda ikonik namun mengganggu tersebut akan segera dibongkar total mulai minggu depan.
Kabar pembongkaran ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ditemui di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/1/2026).
Dalam pernyataannya, Pramono memastikan eksekusi pembongkaran tiang monorel akan dimulai pada minggu ketiga bulan Januari, yang diperkirakan jatuh pada hari Selasa atau Rabu depan.
Baca juga: Pramono Desak Kejati Tuntaskan Urusan Tiang Monorel yang Terbengkalai
Langkah tegas ini diambil untuk membersihkan tata kota Jakarta dari sisa-sisa proyek masa lalu yang tidak lagi relevan dengan perkembangan infrastruktur transportasi modern ibu kota saat ini.
Satu hal yang paling dikhawatirkan oleh masyarakat Jakarta setiap kali ada proyek konstruksi jalan adalah potensi kemacetan yang "horor".
Menjawab kecemasan tersebut, Pramono Anung memberikan jaminan yang melegakan.
Ia menegaskan bahwa proses pembongkaran ini tidak akan menutup akses jalan raya.
Dinas Bina Marga telah menyusun perencanaan teknis yang matang dengan belajar dari pengalaman sebelumnya, sehingga aktivitas pembongkaran akan berjalan beriringan dengan arus lalu lintas tanpa perlu memblokade jalan yang bisa melumpuhkan aktivitas warga.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa baru sekarang dan siapa yang akan mengerjakannya?
Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mengambil langkah tegas untuk mengambil alih pengerjaan ini secara mandiri.
Sebelumnya, tanggung jawab ini berada di tangan PT Adhi Karya selaku kontraktor lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Rakyat Merdeka